InsyaAllah

"Kepastian hanya pada Allah. Tetapi Allah telah memberi kita sesuatu yang tiada pada makhluk lain, akal, untuk kita memilih jalan, untuk kita merancang untuk masa depan. Kita manusia mempunyai perancangan, Allah yang mempunyai kuasa untuk tentukan ia terjadi atau tidak. Kata Insya Allah adalah sebagai Kerendahan Hati seorang hamba sekaligus kesedaran pada kekuasaan tuhannya, bukan bongkak dengan perancangan yang diadakan."



Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

pindah

"Untuk memindahkan ilmu itu mudah tetapi utk mentarbiyah dan mentakwin kan itu amatlah sukar. Fahamkah kamu apa yg kukatakan ini wahai daie?"

Muharrikdaie

Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Conteng Semangat


Bismillah...

"Barangsiapa memelihara ketaatan kepada Allah di waktu mudah dan masa kuat, maka Allah akan memelihara kekuatannya di saat tua dan lemah. Ia akan tetap diberi kekuatan pendengaran, penglihatan dan kemampuan berfikir serta kekuatan akal."

Ibnu Rejab 


Sebaik-baik tempat bergantung adalah Dia.



Refleksi kembali tujuan hidup : Sebagai 'abid. Hamba yang hidupnya dihabiskan untuk beribadah.
Dalam 24 jam, berapa minit, atau jam, kita habiskan untuk betul-betul fokus dalam ibadah kita.
Seberapa sering kita mengingatiNya, dan asma' Nya basah di lidah dan hati kita...
Niat yang sentiasa ditajdidkan. 
Hanya untukNya.

tertarik dengan quote yang seorang ukhti kongsikan:

Consistency


How to Be Consistent with your Habits

by Talha Tashfeen Qayy
“We are what we repeatedly do. Excellence then, is not an act, but a habit.” -Aristotle
Developing and improving oneself is a constant process through the life of an individual. This is normally accomplished by developing and inculcating certain behaviors in ones personality. The more you practice these behaviors, the more consistent you become in adopting them and making them a permanent part of your life. There is no time when one is not trying or at least wanting to develop a certain positive habit in them. It could be

Where is that happy ending?

There's no such thing as a happy ending on this earth...
Especially for mukmins.
Because Allah made this world for us to strive.
and we will continuously be tested.
(The path to) Paradise is surrounded by hardships,
while (the path to) the Hellfire is surrounded by temptations.
That fact won't ever change even if someone's status changes or not.
Sunnatullah....

Promised

Arif. Farhana. His initial is the ending of my name, and mine the ending of his. I just noticed this. So if you want to make a twitter hashtag it doesn't matter who's name goes first.... (roll eyes)

Ok, such a random opening.


Yes, I am engaged to be married.

Who is my fiance? The person named above, obviously~
 It's been approximately xxx days from the day we've been (formally) engaged. Formally? How about informally? That's just another story waiting to be told,(maybe not).

Sebaik-baik harta



Harta apakah yang patut kita cari/miliki ?

 Diriwayatkan oleh Tsaubaan ra yang berkata apabila turunnya ayat berkenaan (harta) perak dan emas maka para sahabat radiallahuanhum pun bertanya sesama mereka tentang harta apakah yang patut mereka miliki ? Umar ra pun berkata 'Aku akan mencari jawapannya untuk kalian lalu dia pun menaiki untanya dan bertemu dengan nabi SAW dan bertanya kepada baginda tentang harta apakah yang patut mereka miliki ? Baginda SAW pun menjawab : (لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا ، وَلِسَانًا ذَاكِرًا ، وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِينُ أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الْآخِرَةِ) Hendaklah kamu memiliki hati yang bersyukur, lisan yang berzikir (mengingati Allah) dan isteri mukminah yang membantu kalian di dalam urusan akhirat. [riwayat At-Tirmidzi]

Syukur itu lebih tinggi 'makam'nya berbanding sabar...
apabila bersyukur, kita akan sentiasa merasa cukup

ketenangan itu datang dari Dia

dan

dunia ini hanyalah perhiasan dan wanita solehah itu sebaik-baik perhiasan!


jom kejar tiga-tiga!


“ Medan bercakap tidak sama medan amal, manakala medan jihad tidak sama dengan medan amal , manakala medan jihad sebenar pula tidak sama dengan medan jihad yang salah..”
Imam Hassan Al-Banna



 Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Sincerity


I read this quote on twitter


"Don't tell your problems to people: eighty percent don't care; and the other twenty percent are glad you have them."


Sometimes, this life can be so tiring
And we wish for some rest
but....
"In remembrance of Allah do hearts find rest"
maybe, just maybe
Our love for dunya is what's making us so tired
and maybe, just maybe
In our hearts, we are not remembering Him enough 
"Allah has not made for any man two hearts in one body....." (33:4)

Truly.

Truly in the heart there is a void that can not be removed except with the company of Allah. And in it there is a sadness that can not be removed except with the happiness of knowing Allah and being true to Him. And in it there is an emptiness that can not be filled except with love for Him and by turning to Him and always remembering Him. And if a person were given all of the world and what is in it, it would not fill this emptiness." 
Ibn Qayyim al Jawziyya

Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Tujuan

Sesiapa yg akhirat itu tujuan utamanya. Maka Allah jadikan kekayaan dalam jiwanya. Allah mudahkan segala urusannya dan dunia akan datang kepada nya dengan hina ( iaitu dalam keadaan dirinya mulia). Sesiapa yang menjadikan dunia itu tujuan utamanya. Maka Allah akan letakkan kefakiran nya antara kedua matanya. Allah ceraiberaikan urusannya. Dan dunia pula tidak datang kepadanya melainkan dengan apa yang ditakdir kan untuknya ( iaitu dalam keadaan hina) - 

Hadith Riwayat At-Tirmizi 


Walau apapun... jadikan semuanya kerana Allah.
Setiap nafas kita.
Semuanya.
Untuk beribadah kepadaNya.
Tanyalah pada hatimu
Kamu lebih tahu, mana yang mendatangkan ketenangan
Atau cuma kaca yang bersinar 
Hilang cahaya, pudarlah kembali

Redha & Murka (snippet)

“Barangsiapa yang mencari redha Allah sekalipun berakibat mendapatkan kemarahan manusia, maka Allah akan meredhainya, dan akan menjadikan manusia redha kepadanya... 
dan barangsiapa yang mencari redha manusia dengan melakukan apa yang menimbulkan kemurkaan Allah, maka Allah murka kepadanya, dan akan menjadikan manusia murka pula kepadanya.” 
(HR. Ibnu Hibban dalam kitab sahihnya). 


 Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Syurga

Adakah kamu menyangka bahawa kamu akan masuk Syurga padahal belum lagi nyata kepada Allah orang-orang berjihad (yang berjuang dengan bersungguh-sungguh) di antara kamu, dan (belum lagi) nyata orang-orang yang sabar (tabah dan cekal hati dalam perjuangannya)? 3:142

Mahukan syurga? Ayuh bermujahadah:)

Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Kesembuhan

Bila meminta kesembuhan
dan mencari ketenangan...
mintalah dari Allah
bukan kawan
bukan buayafriend atau gelifriend

tetapi dari Dia

tak tahukah kita banyak dari fikiran kita adalah fatamorgana?
bila kita memikirkan kebaikan itu datang dari manusia
sedangkan
semuanya dari Allah
semuanya

lalu mengapa engkau masih mencari redha manusia?

sedangkan cintaNya yang wajib kau kejar?


p/s: hurt

Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Orang asing

Apabila baca kembali tulisan-tulisan lama... Rasa rindu. Rindu kepada orang yang menulis itu.
Bagaikan seperti orang asing yang menulis bukan diri sendiri...

Teruskan pencarian... dan luruskan kembali jalan.

Sebegitu susahkah menjadi solehah?

Himmah itu tidak hilang... tetapi bagaikan ada sesuatu yang kurang.



Allahu Allah


Speechless Saturday

Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Takut

Saya terbaca kata-kata ini

Hasan al-Basri rahimahullah berkata, 

“Seorang mukmin memadukan antara ihsan(amalan yang baik) dan rasa takut(kalau amalnya tidak diterima). Adapun seorang munafik memadukan antara perbuatan jelek dan perasaan aman dari adzab Allah.” 

Mungkin di saat kita 'bersangka baik' dengan amalan kita
sebenarnya Allah murka terhadap kita
takutnya...
kita disuruh melakukan kebaikan, kemudian lupakan
bukan syok sendiri 
bimbang nanti cuma mimpi di siang hari

Haya


I read this interesting quote today from facebook, spoken by a famous scholar;

"Malu : Sifat Ar-Rahman dan Sifat Ahlu Iman."


malulahh~

It's not my intention to dump all these dalils about haya, but merely to get a better understanding, because who understands this deen better than the prophet himself? (sallallahu 'alaihi wasallam)

Sometimes when we look around us, at society, we wonder where have our haya gone? 
But then again, a mukmin is a mirror towards other mukmins...
Every dent in the society is something that we must hold responsible to, if we haven't done anything to correct and improve it.

There are so many responsibilities upon us, that by right we shouldn't have any free time... 
So let's think about this and ask ourselves if we have been using our time wisely, and to the best of our ability...

If we really believe in Islam and how superior it is above all religions, then why do we still look at other means for our entertainment? These means which rob us of our iman and haya? sobs.

Isn't Allah enough for us? Hasn't He fulfilled all our needs?

Nasihat

Assalamualaikum.... Terasa nak mencoretkan sesuatu di sini.
Saat untuk mentidakserabutkan keserabutan di kepala. Menulis itu terapi... Kadang-kadang kepala membuak-buak meminta untuk disalurkan ke mana-mana. Nah, silalah salurkan sepuasnya.

Terbaca satu blog tadi tentang dakwah seorang doktor. Ya, seorang doktor itu mempunyai peluang dakwah yang tinggi! Kerana merekalah orang yang dipercayai oleh pesakit.. Faktor percaya itu ada. Jadi, dakwah sangat mudah dilakukan.

Namun setelah beberapa bulan mula clinical ni, saya rasa boleh dihitung dengan jari berapa kali saya berusaha memberi 'sesuatu' kepada pasien dan keluarga. Paling pun, memujuk mereka supaya bersabar dan berfikiran positif, melayan mereka dengan santun.

(Janganlah sesekali menganggap pasien ni sesuatu yang menyusahkan... Pasienlah yang mencuri masa tidur kita, disebabkan pasienlah kita hilang waktu bersama keluarga dan teman... hmm... Memang itu tugas doktor kan? Dan seseorang itu tidak pernah meminta untuk sakit. Sedangkan, daripada merekalah kita dapat banyak belajar. Manalah taknya doktor yang baru lulus asyik kena marah, kalau sikap sewaktu clinical begini. Kemudian kita marah kenapalah MO-MO ini sangat kejam? Oh...)

Berbalik kepada topik, disebabkan orang sekeliling kita juga jarang buat sesuatu, bila kita nak mulakan, pasti agak kekok. Tapi mengapa malu kalau membawa kebaikan kan? :) Jadi harus lebih semangat lepasni.
Biar kita yang mempengaruhi orang^^ Masakan doktor mahu ikut-ikutan aja orang lain kan?  

Cumanya.. pernah tak alami, bila kita berusaha 'sampaikan' sesuatu, pihak yang menerima mengatakan 'baik ustazah' atau perkataan yang sama waktu dengannya? Oh bunyinya seperti memerli bukan? Ish. Spoil betul.
Sakit hati dan macam-macam lagi... hoho. Mungkin harus dikoreksi sedikit hatinya... Karena kita beramal bukan untuk manusia lain. tapi kerana Allah... Jadi mengapa harus terasa dengan suara-suara nakal orang lain? Tak coollah. Dah buat kebaikan, lupakan saja amal tersebut. Pasti ada makhluk yang mengingat dan mencatat:) dan pasti, DIA yang Melihat.

Bagaikan kita sedang menghadapi ujian praktikal... Setiap gerak-geri kita waktu itu diperhatikan oleh penguji! Kita buat, buat dan buat, dokter tick, tick dan tick. Kadang-kadang, kalau salah, kena tolak markah. Kadang-kadang, tak ditolak cuma tak dapat markah je. Akhir sekali, dihitung totalnya. Lulus ga ya?
Terkadang markah akhirnya kita tak dapat tahu pun...

Sebegitu jugalah kita dan kehidupan kita... Ujian untuk melihat siapa yang paling baik amalnya. Namun bezanya, setiap kebaikan yang dibuat, dibalas berganda-ganda.. Kesalahan yang satu, dosanya ya itu, cuma satu. Boleh lagi nak hilangkan dengan taubat, amal soleh, sedekah. Banyak...

Atas Rahmat Allah juga, sekelip mata boleh diampunkanNya, barangkali atas amalan kita yang ikhlas disisiNya atau apa saja kehendakNya....

Recognize this?

'Hidup di dunia ini memang dijadikan untuk susah. Dunia ini fatrah kita bekerja dan nanti di akhirat baru masanya kita bersenang lenang dengan apa yang telah kita kerjakan di dunia ini. Waktu tu, kita akan berehat panjang dan kekal dengan segala kesenangan dan kebahagiaan yang kita korbankan sekarang'

Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Change. Again.

New clothes for the blog. Should probably stay away from turqoise for a while........

Ikhlas




Kadang, kita terpaksa membuat pilihan yang bukan pilihan kita
Yang menyebabkan ada hati-hati yang tercalar
Ukhwah yang makin hambar
Sesungguhnya... 
Bukan mudah untuk memuaskan hati semua orang
Moga ikhlas sentiasa menjadi selimut dakwah kita







Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Tiru

Tiru blog adik. Rasa macam banyak je nak tulis, tapi masa mencemburui. cehh..
Sharing is caring :)

*yang ada Eh tu paling tak menahan*

Selamat membaca :)

Allah sayangkan kita.


Aku ada terfikir sesuatu, lewat malam ini. Sesuatu yang ramai orang sudah ketahui. Kalau kita cintakan Allah, dekatkan diri dengan Allah, dengan seikhlas hati dengan sedaya usaha, ganjaran dia sangat indah. Dia akan dekatkan kita dengan orang yang cintakan Dia sepertimana kita cintakan Dia :') Dan segala perkara lain boleh dilupakan dengan begitu sahaja. Segala keinginan yang hanya akan memuaskan diri sendiri dan menghanyutkan, akan digantikan dengan keindahan yang lain, andai kita sabar. Jadi sabar. Sabar dan jangan mengalah dan turutkan kehendak hati. Biarkan, setiap perkara yang anda rasa salah, hindarilah. Yang tidak mendapat redhaNya, jauhilah. Moga keberkatannya akan terbias pada ganjaran penggantiNya. Allahurabbi, Engkau Maha Indah, maka indahilah hidup kami :') Amin.

Akar kasih.

Tuhan ciptakan kita berperasaan.
Perasaan terindah mengukir rasa, dirasai sang hati dalam degup.
Jantung berdegup, makin deras, atau seakan mahu berhenti.
Selari dengan perasaan yang dirasai. 
Ajaib.
Tapi setiap rasa yang kita rasakan,
Setiap detik jantung kita berdegup di sebalik belahan dada,
Merupakan rahmatNya.
Untuk kita nikmati hidup, selari dengan belas kasihan Tuhan Maha Esa. 
Jadi hidupkan hidup dengan kesyukuran,
Agar sampai masaNya kita tiba ke pangkuanNya, 
Kita disambut dengan tenang. 

Amin :)


Menanam kekuatan.

Dalam kembara kita. Ada undang-undang dunia. Ada panduan hidup. Ada motif.
Lillahita'ala.
Ingatlah kalau kita susah, pasti ada yang lebih susah.
Ingatlah kalau kita senang, pasti ada yang lebih senang.
Ingatlah kalau kita sakit, pasti ada yang lebih sakit.
Ingatlah kalau kita hebat, pasti ada yang lebih hebat.
Tapi sekurang-kurangnya, kita hidup.
Tapi sekurang-kurangnya, kita masih punya peluang.
Tapi sekurang-kurangnya, kita masih punya harapan. 
Untuk meluruskan tujuan.
Demi Dia.


Satu masa itu.



Malam cuma malam.
Siang cuma malam.
Tangis cuma tangis.
Lara cuma lara.
Perit cuma perit.
Masa cuma masa.
Kalau satu hari nanti ada wira hadir,
Biar dia ubah semua.

Eh.


Nikmat menikmati




Masa.
Masa itu kunci sang dunia.
Dipegangnya masa, berjaya.
Dibiarkan masa, bergantung.
Kalau nasib menyebelahi, masih berjaya.
Kalau tidak, naya.
Sang pendosa-- mereka yang tidak harus lewat dari masa.
Andai mereka lalai, masa meninggalkan mereka. 
Biar mereka berlumpur dalam dosa.
Kotor.
Sang pendosa-- harus sedar, masa bukan milik mereka lagi.
Pulangkan masa, dan genggam.
Kawal masa, dan masa akan membawa mereka ke pintu taubat.
Bersih semula.


Percaya pada masa.

Wahai Tuhan kami.
KepunyaanMu di langit dan di bumi.
Kembalikan kami pada masa.
Agar kami kembali kepadaMu.
Agar kami menikmati nikmat masa di dunia.
Supaya dapat kami kecap di akhirat sana.

Amin, ya Rabbal Alamin...


Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Senyum. Tak perlu kata apa-apa





Ada masa gembira.

Ada masa sedih.

Carilah orang untuk menggembirakan dan mengembalikan senyum ke bibir kita...

Tiada rasa sedih bagi orang beriman kerana sentiasa yakin dengan Rabbnya.


:)

"Sesungguhnya orang-orang yang menegaskan keyakinannya dengan barkata: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap teguh di atas jalan yang betul (beristiqamah) akan turunlah malaikat kepada mereka dari masa ke semasa (dengan memberi ilham): "Janganlah kamu bimbang (daripada berlakunya kejadian yang tidak baik terhadap kamu) serta janganlah kamu sedih hati, dan bergembiralah kamu dengan Syurga yang telah dijanjikan kepadamu" [al-Quran: al-Fussilat:30]

p/s: One of my favorite ayah..


Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Denyut Kasih Si Bakal Doktor (insyaAllah)

*tajuk post sangatlah tak original

Salam alayk.. 



Saya kini berada di rotasi Ilmu Kesehatan Anak.
Alhamdulillah, sangat menyenangkan :)



what's up doc?


Saya sangat menyukai pediatri... tetapi tak tahu jika sanggup atau tidak memberikan komitmen  untuk meneruskan pelajaran ke peringkat spesialis dalam bidang ini (biiznillah setelah lulus sebagai dokter) dan mengorbankan sebahagian kehidupan yang lain. Cita-cita terbesar saya setakat ini adalah untuk menjadi suri rumah :D


-----
Beberapa tahun sebelum ini ada berbincang dengan beberapa orang yang lebih tua dan berpengalaman kerana dah 'terlanjur' mengambil medic dan 'terlanjur' juga mendapat biasiswa JPA. Akibatnya, mahu ataupun tidak, perjanjian sudah diikat untuk bekerja dengan kerajaan selama 10 tahun. Dan jika meneruskan ke peringkat spesialis, pasti akan ditambah lagi (T_T)!! 


Pada waktu itu, kalau ikutkan kata hati, tidak mahu meneruskan mengambil medic walaupun sudah hampir pasti mendapat tawaran. Semuanya setelah mengikuti program 'attachment' di hospital yang diwajibkan oleh bakal penaja. Pada masa itu saya merasakan, menjadi seorang doktor sangatlah tak ada 'life'! dan majoriti doktor yang ditemui pada waktu itu mengatakan 'tak payahlah jadi doktor, nanti tak ada masa kat rumah, bla3'... meskipun ada seorang dua yang memberi kata-kata yang positif.


Teringat kata-kata seorang doktor pada waktu itu yang lebih kurang begini 'while studying medicine, you are going to do a lot of soul searching.. because you really need to have a sense of purpose if you want to be doctor.' Mana taknya, menjadi doktor itu seolah-seolah seluruh kehidupan kita didedikasikan buat patient. Sibuk, tambah lagi kalau balik Malaysia mesti asyik kena marah, herdik lagi... Jika tiada keinginan dan motivasi, pasti kita akan lemah dan rasa tak bersemangat untuk menjadi doktor. Menjadi doktor itu bukanlah mudah! Satu kesilapan kecil, yang mendapat padahnya adalah patient juga. 


Memikirkan semua itu, seusai program tersebut saya memberitahu ayah; yang pastinya orang yang paling ingin melihat saya menjadi doktor; bahawa saya tak nak meneruskan hasrat untuk mengambil perubatan.


Puas ayah memujuk. Apabila tidak berjaya dengan kata-kata ("Analah satu-satunya harapan ayah untuk ada anak doktor..." *sambil buat suara kasihan) diteruskan lagi dengan pujuk rayu sambil membuat muka comel dengan berdiri di depan tangga menghalang anaknya jalan. heh


***seperti pernah kuceritakan kisah ini


Kesimpulannya, akhirnya perubatan dipilih bagi memenuhi hasrat ibu bapa. 

Keypointnya di sini adalah ibu bapa. Jadi walaupun bertentangan dengan hasrat diri, dan harus bekerja bertahun-tahun dengan kerajaan, namun apabila kita memilih untuk mentaati ibu bapa, pasti ada keberkahannya. Sama ada sekarang atau nanti di waktu hadapan, pasti ada berkahnya, dan hasrat saya di atas, dipermudahkanNya insyaAllah. 


Maka itulah yang selama ini dipegang. Keberkahan. Dan kini, tinggal setahun lagu untuk menamatkan pelajaran, insyaAllah.. 


-----
Em. Jauh tersasar sudah. Niat asal nak bercerita tentang pengalaman di bagian Anak --'
Kembali ke pangkal jalan.

Antara kekaguman saya di sini, pastilah apabila melihat ibu bapa patient yang sangaaaat penyabar. Benarlah, Allah tidak akan menguji kita dengan sesuatu melainkan kita mampu menghadapinya.


Ibu bapa yang bersengkang mata menjaga anaknya yang sangat kecil; yang berselirat dengan wayar di dalam incubator, yang tenang melayan kerenah anaknya yang autisme, yang melayan anaknya dengan gangguan afektif sehingga sering mengamuk, yang mempunyai kelainan jantung bawaan TT
Belum pernah lagi bertemu ibu bapa yang memarahi anaknya, kerana pasti mereka tahu anak mereka tidak meminta untuk sakit sebegitu...


Jika ibu bapa mereka boleh bersabar melayani kerenah mereka selama 24 jam, apalah salahnya kita yang bertemu mereka cuma sebentar juga melakukan yang sama.


Kelmarin di subdivisi Neuropediatri, ada seorang patient autism. Sangat susah untuk memeriksanya kerana dia tak mahu. Puas dipujuk, tetap tidak mahu. Tetapi mahu atau tidak, tetap harus memeriksanya TT)!!
Melekat pada ibunya tidak mahu mencecah katil. Punyalah susah, sampaikan dia menyorok bawah katil. Teman-teman lain semua dah give up dan hanya melihat sambil mentertawakan saya (seenaknya aja lho)


Akhirnya setelah lama dipujuk dengan mainan, dengan ugutan, dan macam-macam, akhirnya dia rela membiarkan diri diperiksa. Tiba-tiba saja dia naik kembali ke atas katil. Malah, apabila selesai mengambil tekanan darah, diambil lagi untuk kali kedua sebab patient tu suka tengok cuff tu mengembang >_<'


Hari itu di poliklinik sangat memenatkan akibat ramainya patient. Namun saya sangat gembira bertemu mereka :)

Perkara itu saya kongsi dengan seorang sahabat.

"Best kan jumpa patient? Walaupun penat macammana pun, tak rasa nak marah pun patient kan?"



Soalan itu dibalas dengan muka pelik. ^^"?


"**** geleng-geleng je tengok kak ana tadi. Kitorang pun dah tak tahu macam mana nak buat dah. Tak larat dah"


"......"


Nampaknya perasaan saya tidak dikongsi oleh semua orang :)


"... dan sesiapa yang menjaga keselamatan hidup seorang manusia, maka seolah-olah dia telah menjaga keselamatan hidup manusia seluruhnya...." (Al-Maidah : 32)


Jadilah doktor yang terbaik buat pesakit kita.  



ps: Fitnah bagi seorang wanita sangat hebat di akhir zaman ini... dan kita maklum ada hukum tentang wanita yang bermusafir tanpa mahram dsb. Allahul musta'an... Apapun saya tetap berpendapat tempat utama bagi seorang wanita adalah di rumahnya. Charity starts at home. Bagaimana saya mahu mencapainya? Allahul musta'an!


pps: Setiap kali berjumpa patient, insyaAllah kita mendapat pahala menziarahi pesakit. Alhamdulillah.


ppps: Bukan semua benda dapat kita capai serta-merta. Kadang-kadang harus melalui proses yang panjang. Namun buatlah dengan yang terbaik dengan apa yang kita mampu. Bertaqwalah kepada Allah dengan semampu kita. Allah itu tidak sekali-kali zalim malah Maha Adil dan Bijaksana. Jangan disebabkan sesuatu itu bukan yang kita sukai, kita melakukan sewenangnya dan sambil lewa. Iman akan lebih sempurna dengan ihsan T_T (terasa bagai ditumbuk dengan kata-kata sendiri)


pppps: Semoga di bulan penuh berkah ini dipermudahkan untuk memperbaiki segala kekurangan diri. Tetapkan niat, biiznillah. Doakan saya.


Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Beautiful girl



You wanna walk into the room like that other girl does
The one that’s always making everybody fall in love
You see…girl you’re a lot like me.
She rearranges all the light in the room so you’re always in the
shadows,
Well that’s what it feels like to you…
I’ve been there too.
And I know how much it can sometimes hurt,
You feel like the whole world has made you the ugly girl.
Take it from me that you have to see it first.

So before you trade in your summer skin for those high heeled shoes,
To make him want to be with you.
Let me remind you one more time…
That just maybe, you’re beautiful but you just cant see.
So why don’t you trust me,
They’ll see it too you beautiful girl you

You wanna lay the blame on somebody else,
All these tiny little minds that leave you up on a shelf.
Well okay, I’ve seen it done that way.
Just in case nobody ever comes through,
Riding in to come to your rescue.
You still have a chance,
You don’t have to be asked to dance.
I know how much you’ve been dying to say,
Look how much everybody loves me.
Guess who gets left when everyone else fades away

So before you trade in your summer skin for those high heeled shoes,
To make him want to be with you.
Let me remind you one more time…
That just maybe, you’re beautiful but you just can’t see.
So why don’t you trust me
They’ll see it too you beautiful girl you




Everyone was born beautiful... and the most beautiful thing of all is having a beautiful heart.
Sometimes we put too much focus on something that is so superficial that we don't appreciate things that lay underneath.


Love yourself because you are beautiful 
Respect yourself because you are not like other women, if you are the women of faith..


:)


Tidur

"Hari ini, sudah bangunkah engkau atau masih terlelap dalam tidur?
Bagaimana mungkin orang yang bingung dan sedih masih bisa tidur
Jika esok engkau terbangun pastilah
Air matamu akan mengalir laksana banjir
Engkau bangga pada masa silam dan senang pada khayalan
Seperti seorang pemimpi tertipu oleh kelezatan seharian
Siang harimu wahai pecundang hanya kelalaian
Dan malammu hanya mendengkur, pantaslah engkau menerima kehancuran
Setelahnya engkau menyesali perbuatan
Demikian di dunia hidupmu ibarat haiwan"
Umar bin Abdul Aziz

Mendalam......bukan?

Tadi... tiba-tiba datang rasa penat dengan segala apa yang dihadapi sekarang...
Rasa lelah dan sedih,
yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata TT
lantas cuba kucari sesuatu bagi menghilangkan rasa itu
mencari Shaid Al-Katir, tidak ketemu di susunan buku-buku
lalu dicapai Ringkasan Siyar A'lam An-Nubala oleh Imam Az-Zahabi, 
membelek... hingga terjumpa sirah, biodata Umar bin Abdul Aziz...
sedikit syair dan tulisannya...

Adakah kita seorang pemimpi, yang tertipu oleh kelazatan dunia?
Adakah aku?

Astaghfirullah......
T_T


Hari ini... sudah bangunkah engkau, wahai hati?


Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Sahabat sejati

Beberapa minggu lalu, terjadi sebuah kisah yang dekat di hati saya. Ada seorang sahabat menarik saya ke tepi dan mengatakan ingin berkongsi sesuatu... dalam bahasa lain, curhat.

Saya pada masa tu, berdebar-debar. Tak dapat nak jangka apanya yang mahu dikongsi.

"Kenapa?" Saya bertanya.



Kami duduk di suatu sudut dan dia pun memulakan ceritanya... Tidak semena-mena air matanya tumpah. Saya kaget. Rupanya sahabat itu kesal dengan tingkah laku salah seorang teman baiknya. Apa yang berlaku, itu bukanlah point utama di sini, tetapi keikhlasan sahabat itu, kerisauannya terhadap kawan baiknya sehingga menangis kerana merasakan tidak mampu berbuat apa-apa... Bagi saya itulah erti persahabatan yang sebenar.


Kita bersahabat bukan kerana ingin ada yang sentiasa mem'betul'kan tindakan kita, tetapi yang sentiasa mahu membetulkan kita... Anda mengerti maksud saya?


Jika seorang sahabat itu sentiasa mahu setuju dengan apa yang kita buat meskipun salah, ketahuilah dia bukanlah sahabat yang benar!

Bahkan yang sering menegurmu, menunjukkan kesalahanmu, mahu membawamu ke syurga, itulah sahabat hakiki.....



Sangat sedih dan rugi jika kita mempunyai sahabat yang baik namun kita abaikan.


Mereka bersedih kerana kita, namun, kita melakukan apa saja seenaknya


Mereka menegur kekhilafan kita, namun kita mengingkari malah kembali memarahi


Mereka benci tindakan kita, malah kita semakin ligat mengajaknya bersubahat


Mereka menangis kerana kelalaian kita, tetapi kita gembira dan leka dengan dunia yang di'milik'i kita


Ya Allah, kurniakanlah aku seseorang yang menyayangiku seperti ini... 

Yang dapat menunjukkan aku ke jalan yang benar di saat aku leka dengan kelemahan diriku...




Ameen...

“Dan ingatlah hari ketika itu orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, ‘Aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, andai kiranya dulu aku tidak menjadikan si Fulan itu teman akrabku. Sungguh ia telah menyesatkan aku dari Al-Qur`an ketika Al-Qur`an itu telah datang kepadaku.’ Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” 


(Al-Furqan: 27-29) 


Tidak perlu engkau bertanya tentang (siapa) seseorang itu, namun tanyalah siapa temannya
Karena setiap teman meniru temannya
Bila engkau berada pada suatu kaum maka bertemanlah dengan orang yang terbaik dari mereka
Dan janganlah engkau berteman dengan orang yang rendah/hina niscaya engkau akan hina bersama orang yang hina
Karenanya lihat-lihat dan timbang-timbanglah dengan siapa engkau berkawan.


Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Jatinangor

Alhamdulillah safely reached Jatinangor after a looong journey.. Just testing the blogger app at my phone. Will update later insyaAllah :)

Greetings from Nangor. :))
Aaah.
Missing the good old days.

Alhamdulillah

Alhamdulillah, I passed the SOOCA exams at the Neurology Department.
It was quite nerve wrecking, I'll write down about it later insyaAllah.
Will begin the next rotation at Psychiatry Department~! Yeay. 

Hope all goes well.

Heading to Jatinangor to visit my dear sisters.



Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Jalan Cinta Para Pejuang

kucing juga pandai berlari tahu!?. [credit]
Di jalan cinta para pejuang, berbaktilah pada Allah dalam kerja-kerja besar da’wah dan jihad. Menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban, menyeru pada iman. Larilah hanya menujuNya. Meloncatlah hanya ke haribaanNya. Walau duri merantaskan kaki. Walau kerikil mencacah telapak. Sampai engkau lelah. Sampai engkau payah. Sampai keringat dan darah tumpah. Maka kekhusyu’an akan datang kepadamu ketika engkau beristirahat dalam shalat. Saat kau rasakan puncak kelemahan diri di hadapan Yang Maha Kuat. Lalu kaupun pasrah, berserah..
Saat itulah, engkau mungkin melihatNya, dan Dia pasti melihatmu..


Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Touched

Whenever we feel that we're losing our way, that feeling itself should make us strive to get back to our old rhythm again. Sometimes Allah gives us that feeling so that we seek Him, rather than being complacent and doing something just for the sake of habit.... 


Watched a video just now, and couldn't help feeling so touched. 


May Allah bless this speaker and may there be many more like him...


We need da'ies who preach with love, with patience and sincerity... not with hatred and full of judgement of others...


This is just what I think from what's happening now in our beloved country. Sometimes we feel just because we are on the 'right' side we can just throw the truth to everyone else regardless of the background of the listeners. That it's okay to speak harshly, to be cynical, just because we disagree with other people.
Syeikh Mufti Menk's words suddenly popped into my head: Sometimes we fight about who's right or wrong until we forget about what is right or wrong.


Da'wah is an art...
Don't let our rash decisions pull us farther away from the people.
In the end, we are the ones at loss.



And remember that Rasulullah sent his message of tauhid throughout the world full with love.


"Whoever doesn't love, will not be loved"


This is the video that I watched. May it be beneficial for us, insyaAllah...


May Allah guide us to the right path, towards Jannatul Firdaus and keep us away from His Wrath and Hellfire. Amiin.





Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Kembali

Ayah kepada seorang teman baik telah kembali ke rahmatullah. Innalillahi wainna ilaihi raji'un...


Cukuplah kematian itu sebagai peringatan bagimu...


Moga ruhnya tenang di sana.

Moga terus kuat sahabatku...


Eventhough you see death on a daily basis, you never get used to it.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Sakit kronik. hu



"Menyimpan hati bukanlah mudah....
Untuk mengingatkan diri garisan ajnabi,
Untuk menidakkan perasaan yang nyata,
Untuk melupakan sesuatu yang belum pasti,
Untuk mendoakan yang terbaik buat aku dan dia.

Tapi...
Yakinlah bahawa Dia lebih tahu,
Cinta-Nya lebih layak diraih,
Kasih-Nya lebih terjamin,
Dan dunia ini bukanlah hanya berpaksi daripada kisah cinta 2 insan yang belum pasti.

Redha,
Menerima kau sebagai ujian,
Mendoakan kau sebagai rutin,
Menghindari kau sebagai perlindungan,
Melupakan kau sebagai kekuatan.

Moga Kau redha, ya Rabb...
Biiznillah.."


Ok tulisan di atas bukan saya yang tulis^_^
Saya kopi pasta dari blog seseorang *ehem. (pinjam ye cik) 


Syahdu pula membaca tulisan di atas. 
Bloghopping, tiba-tiba terasa nak menulis tentang ni.

Masalah hati dan perasaan adalah sesuatu yang sangat kronik, bukan?

Kadang-kadang datang ujian dengan cara yang kita tidak sangka.
Ada yang boleh dilepasi dengan mudah, ada yang kekal mengganggu hatta setelah beberapa lama.
Walaupun tidak dapat memahami apa yang dialaminya kerana tidak pernah mengalami perkara yang sama, 
tapi mungkin hampir-hampir itu ada...
Bukan sekadar merasai sesuatu, tetapi sesuatu yang sangat jauh untuk digapai~ 
I feel for you~
Pasti susah dan berat,hu.

Dan apabila ia dihadapi oleh seorang daie, akan terlalu mudah untuk mengganggu fokusnya terhadap tanggungjawab yang lebih aula.
Lebih-lebih lagi apabila masalah itu juga berada dekat dengan medan yang kita tempuhi.
Adakah anda mengerti maksud saya?

Sibukkanlah dirimu dengan perkara yang bermanfaat buat dirimu dan agamu...
Kesakitan yang dirasai sekarang, walaupun pahit tapi ada manisnya juga kan?
Ujian itu jugalah tanda kasih sayang Allah terhadap kita yang tidak ada tandingannya~
Allah lebih mengetahui, malah Maha Mengetahui akan apa yang kita perlukan...
Meski hari ini belum jelas mengapa kita diuji begini rupa, hikmahnya pasti tersingkap buat insan yang memikirkan:)
Satu hari nanti apabila Allah memberi ganti yang lebih baik, saat ini jugalah yang akan dikenang...
Apabila kebahagiaan itu diraih dengan cara yang susah, kita akan lebih menghargainya, bukan?

Maka kuatlah~
Something better is waiting for you up ahead:)

p/s: Can you compare the love of Allah and Rasulullah to the love of all His creatures? Sometimes, something that we hold dear is much less valuable than what we really think.. Maybe it's just talbis iblis who don't want us to be closer to He who created us..

p/s2: May Allah ease and guide us in these testing times. Praying that everything goes well

p/s3: Our niat will be tested upon... May we remain steadfast in the straight path, amiin!

p/s4: Nothing worth having ever comes easy. Even though we ask Him to give ease, fighting through hardships only shows our resilience in seeking His love. So don't worry if there are bumps up ahead. hu (monologue for myself) Don't ask for an easy life, ask for strength, they say. So I'm asking for a lot of strength. Macam best pula jadi Sailormoon yang boleh mintak kekuatan bulan datang (merepek apakah ini) 


Ganti

"Tidak ada seorang pun yang meninggalkan keburukan yang ia rasakan nikmat, hanya kerana Allah, kecuali ia pasti menemukan gantinya dari Allah. "
Ibnu Sirin


Allahul mustaan!




 Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Walaupun hanya sekelip mata


Kadang-kadang kita sering merasa tidak siap untuk menghadapi sesuatu.
Sedangkan apabila Allah telah meletakkan kita di titik itu, pasti kita mampu menempuhinya.

T__T
Benarlah, sudah banyak senior yang memberi nasihat, di koas kita tidak boleh bergantung kepada orang lain kecuali kepada ALLAH.
Jagalah hubungan dengan Dia baik-baik...
Mungkin selama ini kita banyak bergantung kepada ahli usrah, teman-teman, sehingga kita lupa menyandarkan semua itu kembali kepada Allah~!
Apa yang disebut di atas hanyalah asbab, namun sebaik-baik Pelindung, Pemberi Rezeki adalah Dia, Allah Ar-Rahim.

Terkadang penat menjadi diri sendiri dan mahu menjadi orang lain 
Yang lebih baik
Well dear, life doesn't work like magic
It all takes hard work 
If you want to change, then you will.
That's how strong our mind is.
However it's been weakened by a lot of things
Mainly our nafs

Ya Allah, Ya Hayyu Ya Qayyum,
DDengan RahmatMu aku memohon perlindungan
Perbaikilah seluruh urusanku
Janganlah diserahkan kepada diriku
Walaupun hanya sekelip mata



Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Culture vs Family vs Islam

Leave your own practices behind, because now we have the legitimate way to do things.

Where do we draw the line for tolerance?

May Allah ease.



Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Hijrah

"Engkau tidak meninggalkan sesuatu perkara kerana Allah SWT melainkan Dia pasti menggantikan untukmu sesuatu yang lebih baik dari apa yang kamu tinggalkan itu keranaNya."
Hadis sahih riwayat Imam Ahmad. Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Gaul.

Manusia, seringkali 'take things for granted'.
Biasanya benda-benda besar kita nampak namun perkara kecil sering kita remehkan... sedangkan perkara yang dikatakan remeh itulah yang mungkin menentukan ke mana destinasi kita di akhirat kelak.


Saya maksudkan hubungan dengan keluarga, jiran dan sahabat-sahabat yang dekat dengan kita.
Bagaimanakah kita menyantuni mereka?


Kadang-kadang, kita fikir disebabkan kita rapat dengan orang itu, maka mereka patut menerima kita seadanya walaupun kita banyak berbuat salah kepada mereka.
Kitalah yang harus memegang pemikiran sebegitu. Bukan mengharapkan orang lain...
Sebagai sahabat, tetangga, anak, adik, kakak atau abang, wajar bahkan wajib untuk kita menyantuni mereka dengan baik dan cermat.


Cuba kita fikirkan sebentar, adakah pernah terdapat kata-kata kita yang menyakiti orang yang terdekat dengan kita? Mungkin tidak kita sedari perkara ini. Atau kita menyangka orang itu tidak marah atau berkecil hati sebab 'kita kan kawan'...


Barangkali terpengaruh dengan cerita-cerita di tv, dimana ada watak-watak sekelompok sahabat yang terlalu jujur antara satu sama lain, hingga ke tahap menghina kawan secara gurauan pun tidak menjadi masalah.


Dari satu sisi, kejujuran mereka itu harus kita contohi. Namun tidaklah sampai akhirnya terlalu jujur hingga menyakiti orang-orang di sekeliling kita dan menyebabkan mereka menjauh dari kita..


"Sesungguhnya manusia paling buruk kedudukannya di sisi Allah adalah orang yang ditinggalkan manusia lain karena ditakut keburukannya.” (HR Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud dan At Tirmidzi)


Semoga kita dijauhkan dari termasuk golongan di atas...
Jujur, itu pasti... Mempunyai sifat rahmah terhadap orang yang dekat dengan kita juga haruslah seiring.


Indahnya Islam, mengajar kita untuk sederhana dalam segala segi.


Jangan melampau, dan jangan meremehkan segala sesuatu. Meskipun titik tengah itu terkadang sukar untuk kita temui, insyaAllah usaha kita ke arah itu sentiasa dinilai olehNya insyaAllah...


Dari ‘Ummul Mu’minin ‘Aisyah ra berkata: Rasulullah Salallahualaihiwassalam bersabda :


“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR At-Tirmidzi) 


Cermatilah gurauan yang kita lemparkan.
Hati-hati dengan kata-kata yang kita lontarkan.
Meskipun kita tidak menyukai seseorang, itu bukan lesen untuk kita melayaninya dengan buruk..
Allah itu Maha Pengasih. Dia tidak akan menghukum kita atas apa yang di dalam hati kita, namun Allah akan hukum kita atas apa yang kita lakukan dengan anggota kita.


Terkadang Allah menguji kita dengan orang-orang yang berada di sekeliling kita.
Kita disakiti, adakah kita akan turut menyakiti?
Atau kita tetap memaniskan muka terhadap orang-orang yang mungkin belum memahami?


“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” ( Luqman: 18).


Ibnu Katsir menjelaskan mengenai ayat tersebut, “Janganlah palingkan wajahmu dari orang lain ketika engkau berbicara dengannya atau diajak bicara. Muliakanlah lawan bicaramu dan jangan bersifat sombong. Bersikap lemah lembutlah dan berwajah cerialah di hadapan orang lain” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 11: 56).


Susahlah kan hidup ni kalau semua benda nak stress memanjang. Orang yang melihat wajah kita pun jadi serabut. Banyakkan senyum, sedekah free dengan mengeluarkan tenaga dan kontraksi otot yang sedikit :p


Makanya... harus merendahkan hati. Tawadhu' itu amalan hati yang memerlukan hati yang bersih. Sekadar nasihat untuk diri sendiri terutamanya, berusahalah untuk melembutkan hati dalam berbicara.


Bukanlah salah untuk menyampaikan pendapat kita, namun nada yang lembut dan bahasa yang elok itu lebih lunak pada telinga pendengar, bukan? Saya sendiri merasai kesukaran ini, mungkin kerana kononnya tegas jadi percakapan pun tidak terlalu diperhatikan. -_-'
Mungkin sebab tu sekarang dah jadi makin pendiam.
(Not good sebab macam mengelakkan sesuatu tanpa memperbaikinya. Doakan saya ya.)


Apapun sebagai dai'e, suka tak suka, kena jadi approachable. Bukan peramah, kena jadi peramah.
Tak suka senyum, kena banyak senyum. Suka menyorok dalam bilik, kena rajin keluar berjumpa adik-adik.
Pokoknya akhlak kita kena sentiasa diperbaiki dan diperhatikan.


“Sesungguhnya kalian tidak bisa menarik hati manusia dengan harta kalian. Akan tetapi kalian bisa menarik hati mereka dengan wajah berseri dan akhlak yang mulia” (HR. Al Hakim dalam mustadroknya. Al Hakim mengatakan bahwa hadits ini shahih).


Akhirul kalam, semoga kita menjadi manusia yang sentiasa bergerak ke arah kebaikan. Semoga dosa-dosa kita tidak membelenggu kita daripada kembali kepadaNya.

Tipsnya mudah. Peliharalah hubungan dengan Allah. Jangan pernah meninggalkan al-Quran dan mentadabburi ayat-ayatnya kerana di situlah sumber hidayah buat kita sehari-hari...



"dan barangsiapa berpaling dari pengajaran Allah yang Maha Pengasih (al-Quran) , Kami biarkan syaitan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya" ( Az-Zukhruf 43: 36 )


Gerun bila fikir jika Allah meninggalkan kita, dan di tangan syaitan pulak tu. Memang prognosis buruklah jawabnya. huhu. 


Jom menjadi manusia yang lebih baik! biiznillah... :)




p/s: Adik-adik cakap muka makin berseri-seri sejak kebelakangan ni. Iyolah tu. Nampak sangat rinduu. ekeke


p/s2: Akibat lama tidak menulis, tanda-tanda berkarat sudah kelihatan.


 Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

10 beautiful aspects of a muslimah

Salam alayk..

So here i am copying and pasting shamelessly, again.  I plead guilty to the charge of neglecting this blog. =_= But ideas seem to come at moments when it's impossible for me to jot them down. *alasan*

Short update:

My mini c-ex or long case examinations will be next week. Unfortunately, just when it's the Malaysian students turn to have the exams (we're always the last ones, for IPD anyway) suddenly the residents say that the cases will no longer be known to us, only the divisions of the cases (eg: cardio, pulmo etc)

Seriously. I don't mind if they make some changes but halfway through the exams when most did get the chance to pick their cases?  (I shouldn't be making this public. Oh well who reads this blog anyway)
It's so unfair. But pointing that out is well, pointless so better just make the most of it, aite? Most of it depends on our examiner so please please please let me get a nice one who is generous and kind and will give me good marks (ameen) -> (you still have to study farhana oi)

Please make du'a for me. :) jazakallahu khayran~

Nevertheless, since the story of my life is hardly that much interesting, this brings us to this post's title. I read this at www.turntoislam.com so please don't call me a plagiat ya!

Well, according to the author, these are 10 beautiful aspects of a muslimah. But below it is another title "10 beaufitful aspects Muslim Men Find Attractive In Muslim Women" okay so you can just take your pick.  I think he meant beautiful though, not beaufitful *hehe* I wonder what that means.

May Allah grant us the gift of being one, or acquiring one if you get what i mean *smiles*
Ameen.


1. Her Obedience to the Creator: A practicing Muslim man loves to have a practicing muslim wife (woman); who knows that the life of this world is nothing but a test from her Lord; giving her an opportunity to come closer and closer to Allah, doing more and more good deeds to please Him Azza wa jal, restricting herself from the desires of her inner self that go against the will of her Creator.

But as for him who feared standing before his Lord, and restrained himself from impure evil desires, and lusts. Verily, Paradise will be his abode. (Surah An- Naaziyaat: 40-41)

2. Her Haya (Modesty/Shyness): Haya is one of the most significant factors of a woman’s personality. Haya according to a believer's nature refers to a bad and uneasy feeling accompanied by embarrassment, caused by one's fear of being exposed or censured for some unworthy or indecent conduct.[1]

Prophet Sallallahu alaihiwasallam said: "Haya comes from Eman; Eman leads to Paradise. Obscenity comes from antipathy; and antipathy leads to the fire." (Sahih Al-Bukhari)

A Muslim woman feels shy to do anything that would displease her Lord in any aspect. She has haya in her talk, she has haya in her gaze, she has haya in her clothing, she has haya in her walk. Her haya in her talk is that she is not soft in her speech but speaks honorably. Allah subhanahu wa ta’ala says (interpretation of the meaning):

“O wives of the Prophet! You are not like any other women. If you keep your duty (to Allah), then be not soft in speech, lest he in whose heart is a disease (of hypocrisy, or evil desire for adultery) should be moved with desire, but speak in an honorable manner” (Surah Al-Ahzaab:32)

Her haya in her gaze is that she does not look at what Allah subhanahu wa ta’ala has prohibited for her to look. Allah subhanahu wa ta’ala says (interpretation of the meaning):

And tell the believing women to lower their gaze (from looking at forbidden things), and protect their private parts (from illegal sexual acts)… (Verse continues) (Surah An-Nur: 31)

Her haya in her clothing is that she does not reveal to others what Allah subhanahu wa ta’ala has forbidden for her to reveal. Allah subhanahu wa ta’ala says (interpretation of the meaning):

...And not to show off their adornment except only that which is apparent (like both eyes for necessity to see the way or outer dress like veil, gloves, head-cover, apron, etc.), and to draw their veils all over Juyubihinna (i.e. their bodies, faces, necks and bosoms,) and not to reveal their adornment except to their husbands, or their fathers, or their husband's fathers, or their sons, or their husband's sons, or their brothers or their brother's sons, or their sister's sons, or their (Muslim) women (i.e. their sisters in Islâm), or the (female) slaves whom their right hands possess, or old male servants who lack vigor, or small children who have no sense of the feminine sex.. (Verse Continues) (Surah An-Nur: 31)

Her haya in her walk is that she walks modestly without attracting others attention towards herself. Allah subhanahu wa ta’ala says (interpretation of the meaning): .

..And let them not stamp their feet so as to reveal what they hide of their adornment. And all of you beg Allâh to forgive you all, O believers, that you may be successful. (Surah An-Nur: 31)

Abu Usayd al-Ansari narrated that he heard Allah’s Messenger Sallallahu alaihiwasallam say to the women on his way out of the mosque when he saw men and women mixing together on their way home: ‘Give way (i.e., walk to the sides) as it is not appropriate for you to walk in the middle of the road.’ Thereafter, women would walk so close to the wall that their dresses would get caught on it. (Narrated by Abu Dawood in "Kitab al-Adab min Sunanihi, Chapter: Mashyu an-Nisa Ma’ ar-Rijal fi at-Tariq)
A woman who has the knowledge of Allah’s commandment to preserve her modesty, submitting herself to the will of her creator, even after having the desire to be praised for her beauty, is without doubt beloved to Allah subhanahu wa ta’ala and as well as to all good believing men.

3. Her Beauty: Allah subhanahu wa ta’ala made women beautiful in the sight of men. It’s just that some human beings are more attracted towards some than others. Aishah RadhiyAllahu anha said: “I heard the Prophet Sallallahu alaihiwasallam saying: ‘Souls are like conscripted soldiers; those whom they recognize, they get along with, and those whom they do not recognize, they will not get along with.’” (Sahih Al-Bukhari)

Al-Qurtubi said: “Although they are all souls, they differ in different ways, so a person will feel an affinity with souls of one kind, and will get along with them because of the special quality that they have in common. So we notice that people of all types will get along with those with whom they share an affinity, and will keep away from those who are of other types. [This is like the old saying goes, “Birds of a feather flock together”] For a believing man, a Muslim woman’s beauty is not just how her nose looks or how big her eyes are, but her modesty, purity of heart, and innocence make her look beautiful as well. Also Allah subhanahu wa ta’ala makes people whom He loves, pleasing to others.
“When Allah loves someone he calls to Jibreel Alaihissalaam saying, ‘O Jibreel, I love such and such a person, so love him.’ Then Jibreel will call to the (angels) of the heavens, ‘Allah loves such and such a person so love him.’ And the angels will love [that person]. And then Allah will place the pleasure in the hearts of the people towards this person.” (Sahih Al-Bukhari and Muslim)

4. Her Intellect/playfulness: Intellect and playfulness are two qualities of women highly liked by men. Every man likes to have an intelligent wife who can advise and support him in day to day matters. Khadija bint Khuwaylid RadhiyAllahu anha was one of the most beloved wives of Prophet (peace and blessings of Allah be upon him). She supported Allah’s messenger (peace and blessings of Allah be upon him) at the very beginning of his Prophethood when Jibreel alaihissalaam brought the first revelation to him. Prophet (peace and blessings of Allah be upon him) always admired her and remembered her even long after her death. A playful wife is a joy and pleasure to a man’s heart. Prophet Sallallahu alaihiwasallam recommended Jabir bin 'Abdullah to marry a virgin so that the two could play with each other and amuse each other. Narrated Jabir bin 'Abdullah: "My father died and left seven or nine girls and I married a matron.

Allah's Apostle said to me, "O Jabir! Have you married?" I said, "Yes." He said, "A virgin or a matron?" I replied, "A matron." he said, "Why not a virgin, so that you might play with her and she with you, and you might amuse her and she amuse you." (Hadith continued) (Sahih Al- Bukhari)

5. Her Truthfulness: Being truthful and honest is an essential quality of a believer. ‘Abdullah ibn Mas’ood RadhiyAllahu anh said: The Messenger of Allah Sallallahu alaihiwasallam said: “I urge you to be truthful, for truthfulness leads to righteousness, and righteousness leads to Paradise. A man will continue to be truthful and seek to speak the truth until he is recorded with Allah as speaker of truth (Siddeeq). And beware of lying, for lying leads to immorality and immorality leads to Hell; a man will continue to tell lies until he is recorded with Allah as a liar.” (Sahih Al-Bukhari and Muslim)

A person who is known to lie repeatedly loses his trust. And if that happens in case of a marital relationship the whole relationship falls apart. A woman who is known to be a “Siddeeqah” certainly has a higher status in a Muslim man’s heart.

6. Her Obedience: Allah Subhanahu wa ta’ala made man protector and maintainer of the woman and enjoined upon her to obey him in all the matters that do not go against Quran and Sunnah. Allah subhanahu wa ta’ala says (interpretation of the meaning):

“Men are the protectors and maintainers of women, because Allah has made one of them to excel the other, and because they spend (to support them) from their means” (Surah An-Nisa’: 34)

The Messenger of Allah Sallallahu alaihiwasallam said, “The best women is she who when you look at her, she pleases you, when you command her she obeys you, and when you are absent, she protects her honor and your property.” (At-Tabarani, Ibn Majah)

7. Her Patience: Patience is a characteristic that can never be praised enough. A woman who remains patient at the times of hardship and relies on the help and mercy of Allah is without a doubt a beloved servant of Allah subhanahu wa ta’ala. Allah says (interpretation of the meaning):
“And Allah loves As-Saabiroon (the patient)” (Surah Aal Imran: 146)

8. Her Cooking: Delicious food is without a doubt weakness of men. It’s an old saying that “The Way to a Man's Heart is through his Stomach”. We also know that one of Prophet’s (Sallallahu alaihiwasallam) wives used to cook food that he liked a lot and due to that Aishah radhiyAllahu anha would get jealous, because she didn’t know how to cook that.

9. Her Contentment with Rizq: No man likes to have a woman who is always complaining about how less her husband earns or how rich her other friends are. A good Muslimah is the one who thank Allah for what He has blessed her with and she is thankful to her husband for what he provides her with. Abu Hurairah RadhiyAllahu anh reported: The Prophet Sallallahu alaihiwasallam said, "Richness is not the abundance of wealth, rather it is self-sufficiency.'' (Sahih Al-Bukhari and Muslim)

10. Good Manners: A woman of good manners is a blessing from Allah subhanahu wa ta’ala. When she speaks, she speaks honorably, why she deals with others she deals with them kindly. She is polite with elders, loving to children, and good to her fellow folks. It is related by 'Abdullah bin Amr that the Prophet Sallallahu alaihiwasallam said: "The best of you are those who possess the best of manners." (Sahih Al-Bukhari and Muslim)

p/s: I wonder what would happen if a muslimah suddenly writes something like 10 charming aspects of a muslim man. I'm sure it would be deemed inappropriate or something. Anyway, its better if we ask that to the scholars, since women tend to follow their heart in these things. And muslim women also are lacking in 'ilm. We are left behind by men, whilst we have a great example in Aishah Radhiyallahu Anh. She was the prophet's wife and known to be very knowledgeable in the deen...

But anyways, I'm sure it already is written somewhere by the ulama'. But it's the same both ways. If you 'want', then 'be' first. All 10 listed above, I'm sure it's not news. We've heard of it before. May Allah give us ease of actually being rather than just knowing... ameen3!

p/s2: For the umpteenth time, I really miss life in Jatinangor. (even though I just came back from there today) I miss my usrah sisters  and life there :(  


But Allah is always teaching us something. 
Always.
And He put me here for a reason so lets not be unthankful...
Allahul musta'an.
A lot of adjustment is needed, most of it is adjusting the mind.


and of course, 
the heart.

Reminder for the soul

“Aku hairan dengan orang yang mengetahui kematian, tapi mengapa ia masih tertawa;

Aku hairan dengan orang yang tahu bahawa dunia adalah sementara, tapi mengapa ia sangat mencintainya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui semua urusan telah ditakdirkan, tapi mengapa ia takut kehilangan;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui bahwa hisab adalah suatu kepastian, tapi mengapa ia tetap mengum
pulkan harta dan menghitung-hitungnya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui panasnya api neraka, tapi mengapa ia tetap berbuat dosa;

Aku hairan dengan orang yang mengaku mengenal Allah, tapi mengapa ia meminta tolong kepada selain-Nya;

Aku hairan kepada orang yang mengaku mengetahui kenikmatan syurga, tapi mengapa ia merasa hidup tenang di dunia;

Dan aku hairan kepada orang yang mengetahui syaitan adalah musuhnya, tapi mengapa ia mentaatinya.”

Uthman bin Affan Radhiyallahu anhu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masa umpama pedang