Haya


I read this interesting quote today from facebook, spoken by a famous scholar;

"Malu : Sifat Ar-Rahman dan Sifat Ahlu Iman."


malulahh~

It's not my intention to dump all these dalils about haya, but merely to get a better understanding, because who understands this deen better than the prophet himself? (sallallahu 'alaihi wasallam)

Sometimes when we look around us, at society, we wonder where have our haya gone? 
But then again, a mukmin is a mirror towards other mukmins...
Every dent in the society is something that we must hold responsible to, if we haven't done anything to correct and improve it.

There are so many responsibilities upon us, that by right we shouldn't have any free time... 
So let's think about this and ask ourselves if we have been using our time wisely, and to the best of our ability...

If we really believe in Islam and how superior it is above all religions, then why do we still look at other means for our entertainment? These means which rob us of our iman and haya? sobs.

Isn't Allah enough for us? Hasn't He fulfilled all our needs?

Nasihat

Assalamualaikum.... Terasa nak mencoretkan sesuatu di sini.
Saat untuk mentidakserabutkan keserabutan di kepala. Menulis itu terapi... Kadang-kadang kepala membuak-buak meminta untuk disalurkan ke mana-mana. Nah, silalah salurkan sepuasnya.

Terbaca satu blog tadi tentang dakwah seorang doktor. Ya, seorang doktor itu mempunyai peluang dakwah yang tinggi! Kerana merekalah orang yang dipercayai oleh pesakit.. Faktor percaya itu ada. Jadi, dakwah sangat mudah dilakukan.

Namun setelah beberapa bulan mula clinical ni, saya rasa boleh dihitung dengan jari berapa kali saya berusaha memberi 'sesuatu' kepada pasien dan keluarga. Paling pun, memujuk mereka supaya bersabar dan berfikiran positif, melayan mereka dengan santun.

(Janganlah sesekali menganggap pasien ni sesuatu yang menyusahkan... Pasienlah yang mencuri masa tidur kita, disebabkan pasienlah kita hilang waktu bersama keluarga dan teman... hmm... Memang itu tugas doktor kan? Dan seseorang itu tidak pernah meminta untuk sakit. Sedangkan, daripada merekalah kita dapat banyak belajar. Manalah taknya doktor yang baru lulus asyik kena marah, kalau sikap sewaktu clinical begini. Kemudian kita marah kenapalah MO-MO ini sangat kejam? Oh...)

Berbalik kepada topik, disebabkan orang sekeliling kita juga jarang buat sesuatu, bila kita nak mulakan, pasti agak kekok. Tapi mengapa malu kalau membawa kebaikan kan? :) Jadi harus lebih semangat lepasni.
Biar kita yang mempengaruhi orang^^ Masakan doktor mahu ikut-ikutan aja orang lain kan?  

Cumanya.. pernah tak alami, bila kita berusaha 'sampaikan' sesuatu, pihak yang menerima mengatakan 'baik ustazah' atau perkataan yang sama waktu dengannya? Oh bunyinya seperti memerli bukan? Ish. Spoil betul.
Sakit hati dan macam-macam lagi... hoho. Mungkin harus dikoreksi sedikit hatinya... Karena kita beramal bukan untuk manusia lain. tapi kerana Allah... Jadi mengapa harus terasa dengan suara-suara nakal orang lain? Tak coollah. Dah buat kebaikan, lupakan saja amal tersebut. Pasti ada makhluk yang mengingat dan mencatat:) dan pasti, DIA yang Melihat.

Bagaikan kita sedang menghadapi ujian praktikal... Setiap gerak-geri kita waktu itu diperhatikan oleh penguji! Kita buat, buat dan buat, dokter tick, tick dan tick. Kadang-kadang, kalau salah, kena tolak markah. Kadang-kadang, tak ditolak cuma tak dapat markah je. Akhir sekali, dihitung totalnya. Lulus ga ya?
Terkadang markah akhirnya kita tak dapat tahu pun...

Sebegitu jugalah kita dan kehidupan kita... Ujian untuk melihat siapa yang paling baik amalnya. Namun bezanya, setiap kebaikan yang dibuat, dibalas berganda-ganda.. Kesalahan yang satu, dosanya ya itu, cuma satu. Boleh lagi nak hilangkan dengan taubat, amal soleh, sedekah. Banyak...

Atas Rahmat Allah juga, sekelip mata boleh diampunkanNya, barangkali atas amalan kita yang ikhlas disisiNya atau apa saja kehendakNya....

Recognize this?

'Hidup di dunia ini memang dijadikan untuk susah. Dunia ini fatrah kita bekerja dan nanti di akhirat baru masanya kita bersenang lenang dengan apa yang telah kita kerjakan di dunia ini. Waktu tu, kita akan berehat panjang dan kekal dengan segala kesenangan dan kebahagiaan yang kita korbankan sekarang'

Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Change. Again.

New clothes for the blog. Should probably stay away from turqoise for a while........

Ikhlas




Kadang, kita terpaksa membuat pilihan yang bukan pilihan kita
Yang menyebabkan ada hati-hati yang tercalar
Ukhwah yang makin hambar
Sesungguhnya... 
Bukan mudah untuk memuaskan hati semua orang
Moga ikhlas sentiasa menjadi selimut dakwah kita







Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Tiru

Tiru blog adik. Rasa macam banyak je nak tulis, tapi masa mencemburui. cehh..
Sharing is caring :)

*yang ada Eh tu paling tak menahan*

Selamat membaca :)

Allah sayangkan kita.


Aku ada terfikir sesuatu, lewat malam ini. Sesuatu yang ramai orang sudah ketahui. Kalau kita cintakan Allah, dekatkan diri dengan Allah, dengan seikhlas hati dengan sedaya usaha, ganjaran dia sangat indah. Dia akan dekatkan kita dengan orang yang cintakan Dia sepertimana kita cintakan Dia :') Dan segala perkara lain boleh dilupakan dengan begitu sahaja. Segala keinginan yang hanya akan memuaskan diri sendiri dan menghanyutkan, akan digantikan dengan keindahan yang lain, andai kita sabar. Jadi sabar. Sabar dan jangan mengalah dan turutkan kehendak hati. Biarkan, setiap perkara yang anda rasa salah, hindarilah. Yang tidak mendapat redhaNya, jauhilah. Moga keberkatannya akan terbias pada ganjaran penggantiNya. Allahurabbi, Engkau Maha Indah, maka indahilah hidup kami :') Amin.

Akar kasih.

Tuhan ciptakan kita berperasaan.
Perasaan terindah mengukir rasa, dirasai sang hati dalam degup.
Jantung berdegup, makin deras, atau seakan mahu berhenti.
Selari dengan perasaan yang dirasai. 
Ajaib.
Tapi setiap rasa yang kita rasakan,
Setiap detik jantung kita berdegup di sebalik belahan dada,
Merupakan rahmatNya.
Untuk kita nikmati hidup, selari dengan belas kasihan Tuhan Maha Esa. 
Jadi hidupkan hidup dengan kesyukuran,
Agar sampai masaNya kita tiba ke pangkuanNya, 
Kita disambut dengan tenang. 

Amin :)


Menanam kekuatan.

Dalam kembara kita. Ada undang-undang dunia. Ada panduan hidup. Ada motif.
Lillahita'ala.
Ingatlah kalau kita susah, pasti ada yang lebih susah.
Ingatlah kalau kita senang, pasti ada yang lebih senang.
Ingatlah kalau kita sakit, pasti ada yang lebih sakit.
Ingatlah kalau kita hebat, pasti ada yang lebih hebat.
Tapi sekurang-kurangnya, kita hidup.
Tapi sekurang-kurangnya, kita masih punya peluang.
Tapi sekurang-kurangnya, kita masih punya harapan. 
Untuk meluruskan tujuan.
Demi Dia.


Satu masa itu.



Malam cuma malam.
Siang cuma malam.
Tangis cuma tangis.
Lara cuma lara.
Perit cuma perit.
Masa cuma masa.
Kalau satu hari nanti ada wira hadir,
Biar dia ubah semua.

Eh.


Nikmat menikmati




Masa.
Masa itu kunci sang dunia.
Dipegangnya masa, berjaya.
Dibiarkan masa, bergantung.
Kalau nasib menyebelahi, masih berjaya.
Kalau tidak, naya.
Sang pendosa-- mereka yang tidak harus lewat dari masa.
Andai mereka lalai, masa meninggalkan mereka. 
Biar mereka berlumpur dalam dosa.
Kotor.
Sang pendosa-- harus sedar, masa bukan milik mereka lagi.
Pulangkan masa, dan genggam.
Kawal masa, dan masa akan membawa mereka ke pintu taubat.
Bersih semula.


Percaya pada masa.

Wahai Tuhan kami.
KepunyaanMu di langit dan di bumi.
Kembalikan kami pada masa.
Agar kami kembali kepadaMu.
Agar kami menikmati nikmat masa di dunia.
Supaya dapat kami kecap di akhirat sana.

Amin, ya Rabbal Alamin...


Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Reminder for the soul

“Aku hairan dengan orang yang mengetahui kematian, tapi mengapa ia masih tertawa;

Aku hairan dengan orang yang tahu bahawa dunia adalah sementara, tapi mengapa ia sangat mencintainya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui semua urusan telah ditakdirkan, tapi mengapa ia takut kehilangan;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui bahwa hisab adalah suatu kepastian, tapi mengapa ia tetap mengum
pulkan harta dan menghitung-hitungnya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui panasnya api neraka, tapi mengapa ia tetap berbuat dosa;

Aku hairan dengan orang yang mengaku mengenal Allah, tapi mengapa ia meminta tolong kepada selain-Nya;

Aku hairan kepada orang yang mengaku mengetahui kenikmatan syurga, tapi mengapa ia merasa hidup tenang di dunia;

Dan aku hairan kepada orang yang mengetahui syaitan adalah musuhnya, tapi mengapa ia mentaatinya.”

Uthman bin Affan Radhiyallahu anhu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masa umpama pedang