Pertolongan

Bismillah.

Alhamdulillah... berpeluang lagi untuk mencoret sesuatu di sini. Entah kenapa... saya merasakan agak payah untuk membuka blogger. Terlalu lama masa yang diambil untuk loading, sehingga terkadang saya membatalkan saja hasrat untuk meng'update' sesuatu di sini.

Ramadhan tinggal beberapa hari saja lagi... sekitar dua minggu. Subhanallah, tak terasa cepatnya waktu berlalu. Waktu yang sama tahun lalu, saya menunggu waktu menjadi tunangan orang ^_- 

Baru-baru ini dalam liqo' kami berkongsi tentang fiqh puasa bagi wanita memandangkan Ramadhan semakin hampir... dan ada dibahas tentang puasa bagi wanita yang hamil dan menyusui. Saya tidak berhasrat untuk berkongsi di sini, namun sewaktu perbincangan itu terasa sangat betapa halusnya Allah menyusun segala urusan hambaNya... dan betapa lembutnya Dia dalam menetapkan hukum.. Sungguh, manusia itu akan sungguh-sungguh rugi apabila meninggalkan Allah dan kehendakNya dalam segala urusan...

:')

Saya juga masih belum tahu bagaimana nasib saya Ramadhan ini... 
Dengan gastrik yang saya ada, dan 'serangan lapar' yang datang beberapa jam sekali... dan memikirkan nutrien yang diperlukan oleh si kecil yang semakin rajin menendang-nendang perut saya ini... tentang beratnya yang harus naik, kerana pembesarannya akan bertambah cepat selepas ini... 
Apakah mampu saya berpuasa tahun ini? Kita tunggu dan lihat nanti... Allahul Musta'an.

Dua tiga menjak ini juga, ada beberapa perkara yang saya rasa agak menekan jiwa. Tentang bilakah secara tepatnya saya akan graduasi... tentang si kecil dan segala urusan berkenaan kelahirannya... apakah saya bakal melahirkan di Malaysia atau Indonesia...  Persoalan yang sehingga kini saya masih belum punya jawapan untuknya. Allahu... Tadi sewaktu pemeriksaan rutin kehamilan pun saya ditanyakan soalan yang sama. dan sukar untuk percaya jawapan saya saat ini masih 'saya tidak tahu'. Moga Allah tuntut saya dan suami untuk melakukan keputusan yang terbaik...

Jika saya membuat keputusan untuk melahirkan di Malaysia, maka kami akan berpisah sementara... 
Sesuatu perkara yang susah untuk dibayangkan, sedangkan seminggu berjauhan pun semuanya seperti serba tidak kena :) 
Sedangkan salah satu sebab saya bersetuju menikahinya ialah kerana saya tidak mahu pernikahan jarak jauh.  Bukan mempersoalkan keputusan orang lain, cuma merasakan inilah yang terbaik untuk saya. Sentiasa ada orang yang menemani...

Takpelah. Doakan yang terbaik untuk kami ya...

Semoga persoalan yang masih belum pasti akan akhirnya menemui kepastian. Sungguh, saya sudah sangat penat sebenarnya. dan saya pasti yang lain juga merasakan yang sama...

In the end, Allahul musta'an...

Hanya kepada Allah kita mohon kekuatan dan pertolongan dalam segala urusan kita...

Yakin! 

:) senyum. 

p/s: Saya berasa sangat gumbira untuk seseorang. Walaupun jauh di mata, tetap dekat di hati :)
p/p/s: Sedang mula memikirkan nama ^_^ Ada cadangan?

Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Reminder for the soul

“Aku hairan dengan orang yang mengetahui kematian, tapi mengapa ia masih tertawa;

Aku hairan dengan orang yang tahu bahawa dunia adalah sementara, tapi mengapa ia sangat mencintainya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui semua urusan telah ditakdirkan, tapi mengapa ia takut kehilangan;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui bahwa hisab adalah suatu kepastian, tapi mengapa ia tetap mengum
pulkan harta dan menghitung-hitungnya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui panasnya api neraka, tapi mengapa ia tetap berbuat dosa;

Aku hairan dengan orang yang mengaku mengenal Allah, tapi mengapa ia meminta tolong kepada selain-Nya;

Aku hairan kepada orang yang mengaku mengetahui kenikmatan syurga, tapi mengapa ia merasa hidup tenang di dunia;

Dan aku hairan kepada orang yang mengetahui syaitan adalah musuhnya, tapi mengapa ia mentaatinya.”

Uthman bin Affan Radhiyallahu anhu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masa umpama pedang