Idealist

Your Keirsey Temperament Sorter Results indicates that your personality type is that of the



Idealists, as a temperament, are passionately concerned with personal growth and development. Idealists strive to discover who they are and how they can become their best possible self -- always this quest for self-knowledge and self-improvement drives their imagination. And they want to help others make the journey. Idealists are naturally drawn to working with people, and whether in education or counseling, in social services or personnel work, in journalism or the ministry, they are gifted at helping others find their way in life, often inspiring them to grow as individuals and to fulfill their potentials.

Idealists are sure that friendly cooperation is the best way for people to achieve their goals. Conflict and confrontation upset them because they seem to put up angry barriers between people. Idealists dream of creating harmonious, even caring personal relations, and they have a unique talent for helping people get along with each other and work together for the good of all. Such interpersonal harmony might be a romantic ideal, but then Idealists are incurable romantics who prefer to focus on what might be, rather than what is. The real, practical world is only a starting place for Idealists; they believe that life is filled with possibilities waiting to be realized, rich with meanings calling out to be understood. This idea of a mystical or spiritual dimension to life, the "not visible" or the "not yet" that can only be known through intuition or by a leap of faith, is far more important to Idealists than the world of material things.
Highly ethical in their actions, Idealists hold themselves to a strict standard of personal integrity. They must be true to themselves and to others, and they can be quite hard on themselves when they are dishonest, or when they are false or insincere. More often, however, Idealists are the very soul of kindness. Particularly in their personal relationships, Idealists are without question filled with love and good will. They believe in giving of themselves to help others; they cherish a few warm, sensitive friendships; they strive for a special rapport with their children; and in marriage they wish to find a "soulmate," someone with whom they can bond emotionally and spiritually, sharing their deepest feelings and their complex inner worlds.

Idealists are relatively rare, making up no more than 15 to 20 percent of the population. But their ability to inspire people with their enthusiasm and their idealism has given them influence far beyond their numbers.

Idealists at Work
Idealists, as a temperament, are passionately concerned with personal growth and development. They are naturally drawn to working with people and are gifted with helping others find their way in life, often inspiring them to grow as individuals and to fulfill their potential both on, and off, the job.
Your beliefs are the arbiter of your actions, even if you cannot articulate those beliefs specifically. You hold a strong, clear sense of the way the universe works, what's "right" and what's "wrong," and what your purpose is in the overall scheme of things. In your ideal job, you can embody those beliefs in your relationships with other people. Because you likely have a talent for de-escalating situations and can almost always find just the "right words", you often significantly improve the morale of organizations to which you belong.



The four types of Idealists are:
Champion (ENFP) | Healer (INFP) | Teacher (ENFJ) | Counselor (INFJ)

Sakit dan Kuat

Assalamualaikum.
Bila tengok dashboard, last update: 2 weeks ago, rasa macam tak percaya. Cepatnya masa berlalu~ 

Sejak dua minggu lepas, dah macam-macam berlaku. Final exam GIS (Gastro-Intestinal System).
Sebenarnya, masa exam tu, saya sakit. 

Beberapa hari sebelum exam, dah mula rasa tak sedap badan. Orang kata, dedar? Gitulah kot ejanya. Badan dah mula 'suam-suam' -.-
Bila bagitahu housemate, dengan selambanya dia berkata "Ala, kalau macamtu hari2 kita demam"

Baru nak mintak belas kasihan, tak dilayan. cess.

Sebenarnya baru je baik dari demam sebulan yg lepas, jadi tak 'expect'lah nak demam lagi sebenarnya. (rendahnya immune system0.o)
Rupanya..demam bukan sebarang demam~

Jadi semasa exam yang seminggu itu, rutinnya adalah makan ubat, tidur, dan bangun awal untuk study. Allahul musta'an. Tak jumpa doktor pun, biasalah manusia degil yang tak suka pergi klinik
Tapi akhirnya makan ubat (panadol je pun) pun boleh kata tak berkesan pun, bangun-bangun badan tetap panas, dan makin hari makin teruk hinggalah hari Jumaat (exam MDE)
dan hari Jumaat tu, dah mula teruk sebab tak ada selera makan (hilang terus) -> gastrik -> bla3 -> vomiting + sakit kepala*_*

Last2, hari Ahad baru pergi klinik. Bagus betul. Tu pun sebab ada orang teman, kalau tak jangan haraplah~ (terima kasih tukang teman)
dan doktor kata, unspecified viral infection. Dia tak suspect typhoid sebab siang pun demam panas juga.
Dapatlah mc dua hari (masa ni memang dah sangat kasihan, mungkin sebab tu dapat mc banyakT.T)

Hari Isnin, saya rasa tak puas hati dengan diagnosis dr. Sebab tak berubah pun. Jadi malam Isnin tu jugak ke klinik lagi, walaupun terpaksa tunggu lama tapi tak puas hati punya pasal, tunggu jugak.

Cerita kat doktor, bla3, lepastu doktor tanya dah buat blood test ke belum? "Belum"

Pergilah buat blood test. Kena cucuk 2 kali, darah tak nak keluar-keluar. Dah habis rotate jarum pun tak keluar jugak. Akhirnya tukar tangan, cucuk tangan kiri. Keluar pulak darah? Aik. Sebenarnya masa tu nak kepam tangan pun tak larat T_T Oh sangat menyedihkan.

Oh. Selain blood test, buat jugak widal test (untuk check typhoid)
Bla3... Lepas tengok result, doktor pun kata typhoid... tapi hampir membaik (yela masa tu dah hari keberapa kot T.T)
Jadi sepanjang tempoh itu... kerja saya adalah makan ubat dan tidur~ 
Lepas jumpa doktor barulah paksa diri untuk makan jugak (taat dan patuhlah katakan)

Alhamdulillah, hari Khamis dah kembali ke kelas. Walaupun sebenarnya tak larat, baru 5 minit jalan dah kepenatan, lelah, pening dan rasa nak muntah. Tapi kadang-kadang diri harus dipaksa. Nak manja-manja sangat tak bolehlah...

Jumaat, much better dan kini insyaAllah dah kembali seperti asal.

Waktu sakit dan lembik macam ni lah, kita sedar sikit diri tu siapa. Hanya makhluk lemah yang sangat sangat lemah dan tak mampu untuk bernafas pun jika tak diizinkanNya. 

La hawla wala quwwata illa biLlah.

Meh nak share satu hadith:
Hadis riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahu’anhu, ia berkata:

Aku masuk menemui Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam ketika beliau sedang menderita penyakit demam lalu aku mengusap beliau dengan tanganku dan berkata: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya engkau benar-benar terjangkit demam yang sangat parah. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Ya, sesungguhnya aku juga mengidap demam seperti yang dialami oleh dua orang di antara kamu. Aku berkata: Itu, kerana engkau memperoleh dua pahala. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Benar. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Tidak ada seorang muslim pun yang tertimpa suatu penyakit dan lainnya kecuali Allah akan menghapus dengan penyakit tersebut kesalahan-kesalahannya seperti sebatang pohon yang menggugurkan daunnya. (Hadith Riwayat Muslim No.4663)

Satu lagi:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung besarnya ujian. Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang redha, maka mereka akan mendapatkan keredhaan Allah. Dan siapa yang murka, maka akan mendapatkan murka Allah.” (Hadith Hasan Riwayat At Tirmidzi)

Dan akhiiir sekali:


Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,

Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan keadaan agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kukuh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualiti agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan ujian hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (Hadith riwayat Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4024, Ad Darimi no. 2783, Ahmad (1/185). Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 3402 mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Sweet kan? ^_^


Jadi, memanglah tak best langsung pun sakit ni... tapi insyaAllah jika kita redha, ganjarannya sangat besar- keredhaan Allah! 
Dan sakit itu kan penghapus dosa...bagaikan daun-daun yang berguguran dari pokoknya :)

Tapi apapun, jagalah kesihatan. (tapi kalau dah ditakdirkan sakit tu, buatlah apa pun, tetap akan jatuh sakit)
Janganlah pergi doa mintak sakit pulak. Tu dah lain jadinya~
Jangan diminta, tapi kalau datang, sabar dan redha~ insyaAllah boleh kumpul pahala banyak2, yay

Lagi satu. Dah start sistem baru ni.. Bila dapat tahu group, hadei. Dapat group sama macam masa CVS dulu. Seorang je muslim girl in the group. Yang lain non-muslim & lelaki. >.<
Moga Allah permudahkan segalanya. Sabaaarlah hati *_* 

Ok cukuplah kot. Terbebel panjang pulak. Berhenti di sini dulu

Note to self:

1-Tolonglah jadi manusia yang lagi matang. Kononlah nak jadi ummufurqan, ibu kepada pembeza antara hak dan batil, tapi suka sangat nak kecik2 hatilah, terasalah, apalah. Lu fikirlah sendiri. Wah ganasnya.

2-Kunyah ummufurqan tu pembina semangat untuk diri sendiri... Biaule nak kata apa pun, saya anggap bila buat benda tak betul sikit, jadi malu bila pakai kunyah ni dan lebih bersemangat untuk menjadi ummufurqan! \(^.^)/

3-Emosi seorang wanita itu boleh menjadi kekuatan baginya, boleh juga menjadi titik kemusnahan. KAWALLAH EMOSI ANDA. Supaya nanti anda tak termalu sendiri. Sekian terima kasih.

4-Saya mempunyai expectation yang tinggi terhadap orang2 di sekeliling. Tapi, saya dan kita juga manusia. Belajarlah untuk menjadi lebih lembut sesama mukmin dan jangan menjadi penghukum! Tak baik buat orang terasa2 konon. Nanti diri sendiri yang sakit hati. hehee.
Kesimpulannya, jadilah manusia yang tenang dalam setiap perkara. 

5-Senyum sokmo. Marah pun senyum sokmo. (senyum ikhlasla) Biar orang tak tahu kita marah ke apa sebenarnya? Someone said that it's an art. heh.

6-Susah jugak hidup bila muka cepat sangat merah &_&

7-Belajar dari sahabiyah dan ummahatul mukminin. Saya mahu menjadi perempuan yang menjalankan tugasnya di muka bumi, dan menjadi tapak, asas yang kukuh untuk pembinaan masyakarat yang berakhlak mulia~ (tiru ayat buku)
Untuk itu, I must always be in CONTROL~

8-Please be patient with me. I know I'm full of imperfections, but I'm trying and I will try harder. Please bear with me. InsyaAllah.

Subhanaka allahumma wa bihamdika asyhadu'an la ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik
Maha Suci Engkau ya Allah. Dengan memujiMu aku bersaksi bahawa tidak ada Tuhan, kecuali Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepadaMu.

Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Reminder for the soul

“Aku hairan dengan orang yang mengetahui kematian, tapi mengapa ia masih tertawa;

Aku hairan dengan orang yang tahu bahawa dunia adalah sementara, tapi mengapa ia sangat mencintainya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui semua urusan telah ditakdirkan, tapi mengapa ia takut kehilangan;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui bahwa hisab adalah suatu kepastian, tapi mengapa ia tetap mengum
pulkan harta dan menghitung-hitungnya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui panasnya api neraka, tapi mengapa ia tetap berbuat dosa;

Aku hairan dengan orang yang mengaku mengenal Allah, tapi mengapa ia meminta tolong kepada selain-Nya;

Aku hairan kepada orang yang mengaku mengetahui kenikmatan syurga, tapi mengapa ia merasa hidup tenang di dunia;

Dan aku hairan kepada orang yang mengetahui syaitan adalah musuhnya, tapi mengapa ia mentaatinya.”

Uthman bin Affan Radhiyallahu anhu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masa umpama pedang