Sabar dan teguh

Khabab datang menemui Rasulullah Saw. yang sedang beribadah di Ka'bah. Ia mengadukan ketidakmampuannya menghadapi penyiksaan yang bertubi-tubi : "Wahai Rasulullah, bukankah kita berada di atas kebenaran?! Lalu mengapa Allah tidak segera memberikan kemenangan? Khabab mendesak Rasulullah untuk segera berdo'a kepada Allah, meminta kemenangan.


Mendengar keluhan Khabab, wajah Rasulullah memerah, beliau berkata: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman sebelum kalian, ada yang ditanam hidup-hidup separuh badannya, lalu kepalanya digergaji hingga terbelah menjadi dua bagian. Ada pula yang disisir kepalanya dengan sisir besi yang dipanggang dengan api, hingga tulang dan otot kepala mereka kelihatan, tapi hal itu tidak membuat mereka meninggalkan agama dan keyakinannya. Demi Allah, sungguh akan datang suatu masa di mana para pengendara bisa berjalan dari Shan'a ke Hadramaut, tidak merasakan takut selain pada Allah dan serigala yang akan menerkam gembalaannya, tapi kalian tergesa-gesa."


Membaca kisah ini buat kali pertama, memang membuat hati kita tersentap. 
Berapa kali kita merintih dan berdoa meminta sesuatu kepada Allah, namun Allah menangguhkan permintaan kita?
Dan seberapa besar sangatkah masalah kita apabila dibandingkan dengan ujian yang menimpa orang-orang yang telah mendahului kita?

Benarlah kata Rasulullah... kita sering tergesa-gesa.

Kita menyangka iman kita sudah cukup mantap, lalu kita marah apabila permintaan kita tidak langsung dikabulkan.
Kita marah kepada Allah dan bersangka macam-macam, sedang kita lupa bahawa Allah lah sebaik-baik Perancang.

Sedikit penjelasan tentang hadith di atas;

"Dalam menjelaskan hadith tersebut, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengungkapkan, (hadith) ini merupakan isyarat perihal wajibnya bersabar kala menghadapi ujian dalam menunaikan agama.
(Syarhu Shahih Al-Bukhari, 9/356)
Sesungguhnya sikap sabar kepada Dzat Allah dalam menghadapi cobaan merupakan salah satu sebab (seseorang) masuk syurga, kerana sesungguhnya makna ayat (dari surat Al-Baqarah: 214) yaitu bersabarlah kalian hingga kalian masuk surga."
(Tafsir Al-Qur’an Al-Karim)

Bak kata omputih, "Rome wasn't built in a day..."

Sifat sabar itu suatu kewajipan buat seorang muslim... Untuk membina suatu bangunan pun mustahil dapat dibina dalam masa sehari bukan ?

Dan sekecil mana pun permintaan dan kemahuan kita, ingatlah dan tanamkanlah dalam hati...yang berhak untuk menunaikannya hanyalah Allah Ar-Razzaq..

Kewajipan kita hanyalah berikhtiar... Dan selanjutnya, kita serahkan kepada Allah, yang sudah pasti membagi-bagikan rezekiNya kepada setiap makhlukNya... Siapalah kita untuk mempersoalkan Allah yang mentadbir seluruh alam ini, yang Maha Berdiri Sendiri... ?

Jadi tanamkanlah kekuatan sabar dalam diri kita. Menjaga hati kita dengan sentiasa mengekalkan segala sangkaan yang baik terhadap Allah... Dan dari hati yang bersih dan sentiasa positif itu lahirlah semua yang positif insyaAllah...

Hanya dengan begitulah baru memungkinkan kemenangan dalam dakwah... Islam pasti... Pasti menang di akhirnya... Pengakhiran yang kita tidak tahu kapan munculnya...

Sedikit perkongsian dari karya Al-Munthalaq- Ahmad Rasyid

"Untuk menyelesaikan permasalahan dunia Islam pada hari ini, tidak perlu kepada berpindahnya bilangan yang besar dari mereka yang lalai dan menyeleweng kepada berpegang teguh dengan Islam..tetapi apa yang diperlukan adalah MENYEDARKAN mereka yang sudah pun berpegang dengan Islam, membangkitkan KESUNGGUHAN mereka dan memperkenalkan mereka kepada jalan amal dan fiqh dakwah.Masih ramai dari kalangan orang-orang mukmin, bilangan mereka sudah mencukupi untuk menegakkan kebaikan yang kita cita-citakan, tetapi dengan syarat apabila mereka mengenali TAJARRUD, zuhud terhadap dunia, menjauhkan diri dari fitnah, sabar atas segala mehnah dan memahami seni memimpin ummat"


Namun kemenangan itu datang dari jiwa yang kuat... Dan masakan jiwa yg teguh itu didapatkan jika usaha mendapatkan sabar itu kita tidak usahakan.

Maka apa saja mehnah yang menimpa kita dalam kehidupan ini, tidak mungkin tidak Allah menyelitkan tidak sedikit hikmah dan kebaikan di sebaliknya... Begitulah tanda kecintaan Allah kepada kita.

Terkadang kesempurnaan itu kita terlalu sering kejar... Sehinggakan kita lupa bahawa kita juga manusia. Kita ada kelemahan, kita punya kekurangan...

Dan sebenarnya dari kelemahan-kelemahan kita itulah Allah mahu mendidik kita.

Yakinlah...Bersabarlah... Dan teguhkanlah hatimu. Setiap sesuatu ada waktunya. :)


Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian. Di saat ia totalitas dalam berdoa, tapi ia belum melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab putus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan seseorang karena keyakinannya bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat bagi dirinya. Ia yakin bahwa dengan ujian itu, Allah ingin melihat tingkatan kesabaran dan keimanannya. Ia yakin bahwa dengan keadaan itu, Allah menghendaki hatinya menjadi luruh dan pasrah kepada-Nya. Atau, boleh jadi melalui ujian itu, Allah menghendaki dirinya untuk lebih banyak lagi berdoa sehingga ia lebih dekat lagi dengan-Nya melalui doa-doanya.
(Shaidul Khatir)


Wallahua'lam. Segalanya kembali kepada persoalan dan kualiti iman dalam diri kita...
Jagalah Allah, jagalah Islam, jagalah iman dalam diri, insyaAllah semua pengakhirannya baik-baik belaka.

Tetap semangatlah wahai pemuda!

Before & After

Dulu, sebelum memulakan clinical di Bandung dan mendapat tahu ada sahabat rapat yang bakal berkahwin, sejujurnya saya (kami sebenarnya) sangat marah kepada lelaki itu. Bukan marah sebenarnya, geram mungkin kerana dia bakal 'mencuri' sahabat itu dari kami...

Dan ketika saya memberitahu orang yang saya bakal menikah juga, adalah seorang dua yang memberikan respons yang sama... >.~

Pada waktu itu saya cuma mengatakan, (lebih kurang, tetapi inilah yang ingin saya sampaikan sebenarnya)
Walaupun saya sudah menikah, itu tetap tidak merubah apa-apa... Saya masih orang yang sama... saya masih ada di dunia ini belum ke alam lain lagi><... dan walaupun mungkin ada beberapa perubahan dalam hidup, ukhwah kita tidak berubah hanya disebabkan status yang berubah itu...

Dan sememangnya, setelah nikah pun rutin hidup tidak berubah terlalu banyak... Jika sibuk menjadi alasan kurang bertemu dengan sahabat-sahabat dan adik-adik, sibuk itu memang biasa ada dalam hidup hatta sebelum nikah pun. Beberapa kali perancangan terpaksa dibatalkan hanya kerana jadual koas yang tidak memungkinkan.

Hmm.. untuk apa saya tulis ni sebenarnya..errr

Apa yang ingin saya sampaikan, hidup tidaklah berbeza mana... cumanya sahabat-sahabat mengusik dengan memanggil saya 'Puan' er masih terasa aneh dengan panggilan itu. he. Selain itu, apa yang saya rutinkan sebelumnya tetap saya cuba kekalkan dan tambahkan mengikut kemampuan...
dan alhamdulillah suami juga memahami siapa saya dan memudahkan segalanya...
( saya sangat beruntung :D )

Mungkin saya menulis ini kerana merasakan orang lain yang berubah setelah status saya berubah. Ataupun mungkin kami cuma sama-sama sibuk dalam kehidupan ini... mungkin.

Doa saja yang dipanjatkan moga Allah menjaga semua orang yang saya sayang baik-baik... Menghebatkan mereka, walaupun saya kurang dapat berperanan secara aktif lagi.

Sungguh, antara kelemahan diri saya ialah kurang berbaik sangka dengan orang lain lebih-lebih lagi yang tidak saya kenali... dan saya rasa sangat tertampar dengan kisah seorang sahabat...

Yang mana pada suatu hari, Rasulullah mengatakan kepada para sahabatnya, 'Akan hadir di antara kalian seorang calon penghuni syurga...' 

Para sahabat pun bertanya-tanya dalam hati, siapakah orang istimewa yang dimaksud Rasulullah ini?. Dengan rasa berdebar-debar mereka menunggu kedatangan orang tersebut. Semua mata memandang ke arah pintu. Tidak berapa lama kemudian, seorang lelaki melenggang masuk masjid. 

Para sahabat hairan, inikah orang yang dimaksud Rasulullah? Dia tak lebih dari seorang lelaki dari kaum ansar (orang kebanyakan). Dia tidak termasuk di antara sahabat utama. Dia juga bukan dari golongan tokoh Quraisy. Bahkan, tidak banyak yang mengenalnya. Pun, sejauh ini tak terdengar keistimewaan dia.

dan kejadian ini berulang sehingga tiga kali, sehinggakan salah seorang sahabat yang bersama Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ketika itu berasa panasaran (curious) dan akhirnya, dia berjumpa sahabat tersebut dan mengatakan bahawa ingin berziarah dan tidur di rumahnya... dan sahabat itu pun tidur di rumahnya selama tiga malam, namun tidak mendapatkan suatu keanehan pun. Tiada amalan hebat pada pandangannya yang baginya melayakkannya masuk ke dalam syurga...

Akhirnya, sahabat itu pun pun berterus terang akan maksudnya bermalam. Dia bercerita tentang pernyataan Rasulullah SAW. Kemudian dia bertanya,“Wahai sahabatku, sesungguhnya amalan istimewa apakah yang kau lakukan sehingga kau disebut salah satu calon penghuni syurga oleh Rasulullah? Tolong beritahu aku agar aku dapat mencontohimu”.

 Lelaki itu menjawab,” Wahai sahabat, seperti yang kau lihat dalam kehidupan sehari-hariku. Aku adalah seorang muslim biasa dengan amalan biasa pula. Namun ada satu kebiasaanku yang boleh kuberitahukan padamu. Setiap menjelang tidur, aku berusaha membersihkan hatiku. Kumaafkan orang-orang yang menyakitiku dan buang semua iri, dengki, dendam dan perasaaan buruk kepada semua saudaraku sesama muslim. Hingga aku tidur dengan tenang dan hati bersih serta ikhlas. Barangkali itulah yang menyebabkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menyatakan demikian.”

Kadang-kadang, kita sangkakan bersangka baik itu suatu yang simple. Namun amal yang kecil itu boleh menjadi amal yang sangat besar, hanya kerana keikhlasan kita... dan begitulah contoh di atas.

Moga saya dapat bersihkan hati saya dan sentiasaaa menanamkan sangka baik sesama saudaraku. 
Sememangnya ini susah, apatah lagi hati perempuan begitu halus... 

T_____T
Allahu~~~~ doakan saya...


.


p/s: Hari ini genap sebulan berumahtangga. Alhamdulillah. Moga rumahtangga kami sentiasa diberkati Allah, dan perkahwinan ini menghebatkan kami sebagai seorang hamba dan khalifah di muka bumi Allah ini.
Ya Allah, Engkau permudahkanlah segalanya...

*maaf masih mode menulis tentang RT , ini entry curhat sebenarnya,hu. Apapun, tanamkan kuat-kuat dalam hati, apa saja aturan Allah itu pasti yang terbaik! 
(walaupun terpaksa dicampak family medicine di tempat yang jauh selama sebulan, .................... )

Betapa lemahnya saya.... Hanya Allahlah sumber kekuatan sebenar. 

Maka, rapatkanlah diri dengan Allah... supaya dalam apa keadaan sekalipun, kita sentiasa merasakan ianya sebagai suatu cara Allah menzahirkan kasih sayangnya... dengan memberikan ujian sebanyak-banyaknya......
insyaAllah!

Wassalam~  :)

Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~


Ibn 'Uthaymeen:
 "Marry a religious woman. She will neither abuse your right nor reveal your secret and she will take care of your property and your child in the best way." (Sharh al-Bukhari, Nikah, 2)
Ya Allah, please, make me a religious woman......
T_T





~~~~(teringin untuk menulis tentang isteri vs dakwah vs futur(?) ) Moga diizinkan.~~~~

Nikah Fever

Bismillah.

Alhamdulillah, setinggi-tinggi syukur dipanjatkan kepada Allah atas segala kurniaanNya. Terasa sungguh kerdil diri ini berbanding segala kekuasaanNya... Sungguh, Allah Maha Pemurah, tidak pernah putus-putus mengurniakan nikmat dan rezeki walaupun makhluknya masih jauh daripada jalan yang diredhaiNya...

Sudah hampir sebulan hidup dengan gelaran isteri. Sungguh, tidak susah menjadi isteri kepada suami yang satu itu :) Alhamdulillah bi ni'matihi tatimmussolihat~! Moga redha Allah sentiasa ada dalam perjalanan kami, dengan niat yang sentiasa dan sentiasa diperbaharui kerana dan hanya keranaNya... dan moga Allah menjadikan kami suami isteri yang soleh dan solehah.. ameen...

Agak panjang mukadimah ye.

Tulisan kali ini, saya rasakan agak penting untuk disentuh. 


Nikah feverrrr aka bahasa gaul Indonesia, G.A.L.A.U.

Kita tengok dulu ya definisi galau apa sebenarnya?

ga·lau - kacau tidak keruan (pikiran), gundah

Namun biasanya apabila digunakan dalam bahasa seharian di Indonesia, sering dikaitkan dengan rasa galau disebabkan jantina yang berlainan, keinginan untuk menikah. Lebih kurang.

Biasanya begitulah. Apabila ada perkahwinan di kalangan senior-senior, maka setiap kali itulah muncul nikah fever ini... hu.

Di Bandung ada beberapa sahabat perjuangan yang sudah menikah juga, bahkan lebih lama usia perkahwinan mereka. Dan memang kami ada berbincang sesama akhwat, tentang fenomena yang mula muncul ini. Sehinggakan muncul rasa bimbang apabila merasakan ianya sudah agak berlebihan di saat mungkin belum tiba masa yang tepat untuk mula memikirkan tentang urusan ini... 

Suami juga ada menyebutkan perkara yang sama, bahawa ikhwan akhwat sekarang sudah terlalu galau, hingga setiap perkara ingin dikaitkan dengan perkahwinan...

Sekiranya kita mengetahui... pernikahan itu adalah sesuatu yang sangat suci, dan nikah merupakan mitsaqan ghaliza (perkataan yang berat) sehinggakan kita tak mungkin membicarakannya dan memikirkannya melainkan dengan persiapan yang selayaknya, dengan bekal yang secukupnya.

Sememangnya, diri ini juga pernah menghadapi saat-saat itu pastinya:) namun kini sudah mendapat ubatnya..

Apapun, betapa pentingnya pernikahan itu kepada dunia dan akhirat kita, sehinggakan persiapan sebelumnya  harus kita persiapkan sebaiknya...

Dan saya khususkan tulisan ini buat muslimah-muslimah, akhwat-akhwat, adik-adik di sana.

Pasti, kita inginkan sosok lelaki yang boleh menjadi pembimbing kita, kita dambakan ikhwah yang hebat untuk memayungi perjalanan kita di dunia ini (wah)...

Namun...

Sebagaimana pula persiapan kita untuk menjadi akhwat dambaan yang tidak pantas untuk ditolak oleh ikhwah di luar sana? Ya, persiapan diri kita... Itu yang lebih dan paling penting... 

Bagaimana aurat kita... 
Sudahkan dijaga sebaiknya dan bebas dari segala tabarruj jahiliyah...
Aurat seorang muslimah itu, jumhur mengatakan seluruh tubuh kecuali muka dan tapak tangan...
dan bukanlah sekadar pakaian, namun percakapan, intonasi, dan boleh saya katakan secara ringkas, semuanyalah tentang diri kita. Saat kita mula keluar rumah, syaitan sudah menghiasi kita. +.+

Bagaimana pergaulan kita. 
Sudah kita menjaga sebaiknya pergaulan dengan lelaki ajnabi baik lelaki itu sekadar teman sekuliah, adik junior, abang senior tempat kita meminta nasihat (T______T ini parah) 
Sudahkah wahai akhwat solehah, kita menjaga maruah diri kita sebagai seorang wanita sebaiknya dengan penuh hati-hati? Kerana syaitan tidak pernah menggoda kita dengan main-main melainkan dengan penuh kesungguhan... Setiap gurauan, setiap senyum yang kita lontarkan... dan ini sama juga buah ikhwah..

Saya kira, bercakap dengan lelaki dan perempuan itu memang berbeza, dan naluri kita kadang-kadang tertarik untuk lebih sering mencari lelaki... Kerana itu Allah menyuruh kita bernikah sekiranya mampu, dan jika tidak, berpuasalah. Bersabarlah menanti saat Allah memberikan pendamping buat anda, menjadi teman baik untuk mendengar segala permasalahan anda.

Tidak cemburukah kita dengan bidadari di syurga yang diri mereka sangaaat terjaga, dan segala keindahan mereka disimpan kelak untuk yang selayaknya mendapatnya di syurga kelak? 

Sibukkanlah dirimu
Sebelum tiba masa yang ditentukan itu, wahai muslimah solehah... sibukkanlah dirimu dengan perkara-perkara yang bermanfaat untuk akhiratmu..

Sibukkanlah diri dengan pelajaran, dengan dakwah, dengan segala isu yang melanda umat Islam sekarang...

Biar diri kita tidak disibukkan dengan diri kita. Kerana siapalah kita? Bukan siapa-siapa.

Tetapi biar kita disibukkan oleh hal-hal besar, yang dapat membina diri kita sebagai muslimah yang mendambakan gelar solehah :) 
Sibukkanlah diri kita dengan usrah, dengan dakwah, dengan ilmu, dengan tarbiyah, dengan keluarga, dengan akhwat yang lain. Biar kita menjadi muslimah hebat.

Dan nikah itu bukan untuk diri kita, tetapi untuk Allah, untuk ummah.

Masih ingat kisah Ummu Sulaym? Hebatnya beliau, hinggakan kesemua anaknya menjadi hafiz al-Quran... anaknya Anas bin Malik diserahkan kepada Rasulullah yang akhirnya menjadi periwayat hadith yang terkemuka...

Masih ingat wanita solehah, yang kalimah toyibahnya didengari khalifah Umar Al-Khattab, yang akhirnya menikahkan wanita itu dengan anaknya... dan dari keturunan mereka lahirlah khalifah Umar bin Abdul Aziz...

Subhanallah, sangat hebat wanita-wanita ini.
Dan kita sudah sangat jauh daripada mereka....
Tidakkah kita ingin mencontohi mereka? Cemburu dengan kesolehan mereka...
Syurga itu sudah dijanjikan buat sahabah dan sahabiyah... 
Radhiyallahu anhum waradhu anh.
Allah redha kepada mereka dan mereka redha kepada Allah dan dirakamkan dalam al-Quran...

Kita, kesudahan kita masih belum pasti.
Bahkan, untuk mengatakan kita masih bernafas pun belum tentu.. apatah lagi hari-hari seterusnya.....

Sedikit perkongsian dari sahabiyah yang mengikuti k-Fiqh wanita;

"Wanita mesti jadi seperti pohon tauhid (laailaahailallah), apabila mantap tauhidnya inshaAllah iakan menjadi dahan yang akan dipaut... Mempunyai pegangan yang kukuh, inshaAllah akan dapat melahirkan dan membangunkan agama, keluarga, dan masyarakat.. 
Untuk menjadikan pohon tauhid, wanita perlu: 1. Ilmu pengetahuan, 2. Istiqamah 3. Tazkiyatunnafs (penyucian hati/ diri), jauh dari sifat-sifat mazmumah dan hiasi diri dengan sifat-sifat mahmudah."

Moga Allah memberikan kita iman yang mantap!

Moga Allah mengurniakan kita istiqamah dan memudahkan jalan kita ke syurgaNya...

Moga Allah mempermudahkan segala urusan kita...

Moga kita termasuk golongan orang yang diredhaiNya...



"Wahai isteri-isteri nabi, kamu bukanlah seperti perempuan-perempuan lain... seandainya kamu bertaqwa." 
Surah Al-Ahzab, ayat 32 :


insyaAllah :)



Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Reminder for the soul

“Aku hairan dengan orang yang mengetahui kematian, tapi mengapa ia masih tertawa;

Aku hairan dengan orang yang tahu bahawa dunia adalah sementara, tapi mengapa ia sangat mencintainya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui semua urusan telah ditakdirkan, tapi mengapa ia takut kehilangan;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui bahwa hisab adalah suatu kepastian, tapi mengapa ia tetap mengum
pulkan harta dan menghitung-hitungnya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui panasnya api neraka, tapi mengapa ia tetap berbuat dosa;

Aku hairan dengan orang yang mengaku mengenal Allah, tapi mengapa ia meminta tolong kepada selain-Nya;

Aku hairan kepada orang yang mengaku mengetahui kenikmatan syurga, tapi mengapa ia merasa hidup tenang di dunia;

Dan aku hairan kepada orang yang mengetahui syaitan adalah musuhnya, tapi mengapa ia mentaatinya.”

Uthman bin Affan Radhiyallahu anhu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masa umpama pedang