Tidur

"Hari ini, sudah bangunkah engkau atau masih terlelap dalam tidur?
Bagaimana mungkin orang yang bingung dan sedih masih bisa tidur
Jika esok engkau terbangun pastilah
Air matamu akan mengalir laksana banjir
Engkau bangga pada masa silam dan senang pada khayalan
Seperti seorang pemimpi tertipu oleh kelezatan seharian
Siang harimu wahai pecundang hanya kelalaian
Dan malammu hanya mendengkur, pantaslah engkau menerima kehancuran
Setelahnya engkau menyesali perbuatan
Demikian di dunia hidupmu ibarat haiwan"
Umar bin Abdul Aziz

Mendalam......bukan?

Tadi... tiba-tiba datang rasa penat dengan segala apa yang dihadapi sekarang...
Rasa lelah dan sedih,
yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata TT
lantas cuba kucari sesuatu bagi menghilangkan rasa itu
mencari Shaid Al-Katir, tidak ketemu di susunan buku-buku
lalu dicapai Ringkasan Siyar A'lam An-Nubala oleh Imam Az-Zahabi, 
membelek... hingga terjumpa sirah, biodata Umar bin Abdul Aziz...
sedikit syair dan tulisannya...

Adakah kita seorang pemimpi, yang tertipu oleh kelazatan dunia?
Adakah aku?

Astaghfirullah......
T_T


Hari ini... sudah bangunkah engkau, wahai hati?


Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Reminder for the soul

“Aku hairan dengan orang yang mengetahui kematian, tapi mengapa ia masih tertawa;

Aku hairan dengan orang yang tahu bahawa dunia adalah sementara, tapi mengapa ia sangat mencintainya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui semua urusan telah ditakdirkan, tapi mengapa ia takut kehilangan;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui bahwa hisab adalah suatu kepastian, tapi mengapa ia tetap mengum
pulkan harta dan menghitung-hitungnya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui panasnya api neraka, tapi mengapa ia tetap berbuat dosa;

Aku hairan dengan orang yang mengaku mengenal Allah, tapi mengapa ia meminta tolong kepada selain-Nya;

Aku hairan kepada orang yang mengaku mengetahui kenikmatan syurga, tapi mengapa ia merasa hidup tenang di dunia;

Dan aku hairan kepada orang yang mengetahui syaitan adalah musuhnya, tapi mengapa ia mentaatinya.”

Uthman bin Affan Radhiyallahu anhu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masa umpama pedang