Suka bergurau senda?

Suka bergurau senda?

Silakan...namun janganlah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya.
Hendak bergurau, pastikanlah gurauan itu boleh diterima oleh orang tersebut...
Bergurau itu sesungguhnya tidak salah...malah boleh mengeratkan ukhwah.

Tetapi adakah ukhwah dapat dieratkan apabila orang tersebut tidak selesa dengan gurauan itu?
Dalam bergurau pun ada adab-adabnya...janganlah melampaui batas-batasnya...

Janganlah kita menjadi orang yang bergurau semata-mata hendak membuat orang ketawa semata-mata tanpa lupa memikirkan penerimaan orang terhadap gurauan tersebut.

Jika merasakan gurauan kita boleh membawa kepada fitnah, boleh menyebabkan orang lain salah faham terhadap gurauan kita, kita hindarkanlah...

Nabi pun bergurau tapi mulutnya tidak pernah lepas daripada mengatakan kebenaran kan?



Semoga orang tidak menjauhi kita disebabkan gurauan kita yang tidak kena tempat....
Bukan ditujukan kepada sesiapa, tetapi sebagai ingatan untuk saya, kamu dan kita...

Manusia harus diingatkan selalu, dan terkadang kita selalu tak perasan kesilapan kita selagi tiada yang menegur.

Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud:
"Tidak lurus iman seseorang hamba itu sehingga hatinya lurus dan tidak lurus hatinya sehingga lurus lidahnya."
Hadith Riwayat Ahmad



Oleh itu, saya pun hendak meminta maaf kepada teman-teman jika ada tersilap kata dan tersalah bahasa... Ampun~


Dalam sebuah riwayat, diceritakan bahwa Uqbah bin 'Amir berkata kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah, apakah keselamatan itu?" Beliau menjawab: "Jagalah lidahmu, luaskanlah rumahmu, dan menangislah atas kesalahan dan dosa-dosamu."
Hadith Riwayat Bukhari-Muslim








Tiada yang sempurna kecuali Dia

Reminder for the soul

“Aku hairan dengan orang yang mengetahui kematian, tapi mengapa ia masih tertawa;

Aku hairan dengan orang yang tahu bahawa dunia adalah sementara, tapi mengapa ia sangat mencintainya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui semua urusan telah ditakdirkan, tapi mengapa ia takut kehilangan;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui bahwa hisab adalah suatu kepastian, tapi mengapa ia tetap mengum
pulkan harta dan menghitung-hitungnya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui panasnya api neraka, tapi mengapa ia tetap berbuat dosa;

Aku hairan dengan orang yang mengaku mengenal Allah, tapi mengapa ia meminta tolong kepada selain-Nya;

Aku hairan kepada orang yang mengaku mengetahui kenikmatan syurga, tapi mengapa ia merasa hidup tenang di dunia;

Dan aku hairan kepada orang yang mengetahui syaitan adalah musuhnya, tapi mengapa ia mentaatinya.”

Uthman bin Affan Radhiyallahu anhu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masa umpama pedang