Manusia



Manusia. 
Terkadang sukar untuk menebak apa yang ada di hati semua orang.
Lelah menunggu khabar, menunggu berita, menunggu jawapan dari insan lain.
Terkadang kita merasakan, diam itu lebih baik daripada mengatakan perkara yang mendatangkan dosa.
Tapi diam juga boleh menjadi barah, sekiranya tidak diletakkan pada tempatnya...



===============================================
never lose hope. in Him.


Manusia,
Sering marah apabila keinginan hati tidak dipenuhi
Mungkin saja orang itu tidak sengaja melakukan kesalahan
Tapi dendam itu dibawa berpanjangan
Kisah itu kau simpan di ingatan
Sampai waktu tersingkap kekhilafan
Silap semalam kembali kau ungkitkan.
Pesan nabi
“Sesungguhnya mukmin itu bersaudara”
Firman Allah
“Tidakkah kau ingin Tuhanmu memaafkanmu?
Peringatan itu sering kau lupakan.
Kalimah syahadah, sekadar diucapkan?
Masih goyah dalam pengamalan.


Hati,
Terkadang terguris apabila merasakan
Hanya kita yang peduli
Hanya kita yang berusaha
Hanya kita yang berpenat lelah
Menjaga hati orang lain
Sedang hati sendiri
Ahh, biarlah diubati sendiri
‘Dia kuat, aku lemah
Biarlah dia yang mengalah’
Dalam kelelahan itu
Kau terkenang kembali
Hidup ini hanya untukNya
Dan Dialah sebaik-baik sandaran
Kau tersenyum kembali


Daie,
Bukanlah malaikat
Tidaklah suci daripada dosa
Tidak bebas dari kesalahan
Melihat orang lain
Bagai melihat cermin
Setiap orang punya kekurangan
Kerana itu fitrah insan
Satu kali melihat kesalahan orang
Seribu kali pula merenung kesilapan sendiri
Namun terkadang kita cuma mahu difahami
Adakah tiada yang mampu mengerti?


Murabbi,
Tugasmu mendidik
Bukan menghukum
Kau manusia, begitu juga mereka
Bukan mereka tidak memahami
Bukan tidak, cuma belum...
Teruslah mengetuk pintu hidayah
Dia yang Maha Pengasih
Buat kita dan mereka
Itulah mahalnya sebuah ukhwah
Sebuah doa penuh pengharapan
Agar kita menuju ke tempat yang sama
dengan menempuh jalan yang lurus

Tangisan,
Terkadang kau mengalir
Saat tumpas dengan dunia
Tapi dengan tangisan itu
Kau kumpul kekuatan
Untuk kembali meneruskan
Kembali menjalankan
Taklifan di bumi ini
Membina jiwa
Yang sentiasa mendamba syurga
Firdaus al-A’la

Bukankah kehidupan ini hanya senda gurau?
Dan negeri akhiratlah yang kekal abadi.....




Ummu Furqan
Farhana
19 Januari 2012
bandung


Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

3 Responses so far.

  1. Assalamu'alaikum..

    Ana.. entry awak kali ini ada berikan effect yg special kat hati ini. Alhamdulillah :')

    ** - Sedang belajar menjadi baik

  2. Ummudurrah- waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh!

    Sejujurnya... tidaklah artikel ini ditulis melainkan ada sesuatu yang tumpah.

    hu.

    Semoga Allah pilih kita untuk berada dekat denganNya di akhirat kelak
    T__T

    Allahul musta'an~

  3. artikel? hek. post kali ya.

Reminder for the soul

“Aku hairan dengan orang yang mengetahui kematian, tapi mengapa ia masih tertawa;

Aku hairan dengan orang yang tahu bahawa dunia adalah sementara, tapi mengapa ia sangat mencintainya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui semua urusan telah ditakdirkan, tapi mengapa ia takut kehilangan;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui bahwa hisab adalah suatu kepastian, tapi mengapa ia tetap mengum
pulkan harta dan menghitung-hitungnya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui panasnya api neraka, tapi mengapa ia tetap berbuat dosa;

Aku hairan dengan orang yang mengaku mengenal Allah, tapi mengapa ia meminta tolong kepada selain-Nya;

Aku hairan kepada orang yang mengaku mengetahui kenikmatan syurga, tapi mengapa ia merasa hidup tenang di dunia;

Dan aku hairan kepada orang yang mengetahui syaitan adalah musuhnya, tapi mengapa ia mentaatinya.”

Uthman bin Affan Radhiyallahu anhu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masa umpama pedang