Berakhlaklah Mulia Maka Engkau Akan Dicintai Manusia

Seorang pendakwah tidaklah cukup dengan berbekal ilmu saja, tetapi hendaklah ia membekali dirinya dengan akhlak mulia. Karena diantara sebab tidak diterimanya dakwah dalam masyarakat adalah bersumber dari kegagalan dalam berakhlak mulia. Maka hendaklah setiap orang yang berakal mengambil pelajaran daripadanya.


Sungguh tabiat manusia tidak menyukai akhlak yang tercela, meskipun pemiliknya adalah seorang yang berilmu nyaris sempurna. Imam Al-Khatib Al-Baghdadi (wafat 463 H) dalam mukaddimah kitabnya Iqtidha’ Al Ilmi Al Amal berkata : “Yang paling memprihatinkan adalah seorang ahli ilmu yang ditinggalkan manusia karena keburukan akhlaknya, atau seorang bodoh yang diikuti manusia karena banyak ibadahnya.” Renungkanlah perkataan beliau -rahimahullah- tersebut, maka akan kita dapatkan kebenaran kata-katanya.

Dalam sebuah syair dikatakan :

أحسن إلى الناس تستعبد قلوبهم
فطالما استعبد الإنسان إحسان

Berbuat baiklah kepada manusia niscaya engkau akan mendapatkan hati mereka;
Betapa sering perbuatan baik itu dapat menundukkan manusia.”

Maka berakhlak mulialah kepada sesama manusia. Karena ilmu bukan hanya sekedar wacana, tapi 
juga menuntut pembuktian apakah seseorang sudah mengamalkan ilmunya.

http://faidah-ilmu.blogspot.com/2011/09/berakhlaklah-mulia-maka-engkau-akan.html


Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Reminder for the soul

“Aku hairan dengan orang yang mengetahui kematian, tapi mengapa ia masih tertawa;

Aku hairan dengan orang yang tahu bahawa dunia adalah sementara, tapi mengapa ia sangat mencintainya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui semua urusan telah ditakdirkan, tapi mengapa ia takut kehilangan;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui bahwa hisab adalah suatu kepastian, tapi mengapa ia tetap mengum
pulkan harta dan menghitung-hitungnya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui panasnya api neraka, tapi mengapa ia tetap berbuat dosa;

Aku hairan dengan orang yang mengaku mengenal Allah, tapi mengapa ia meminta tolong kepada selain-Nya;

Aku hairan kepada orang yang mengaku mengetahui kenikmatan syurga, tapi mengapa ia merasa hidup tenang di dunia;

Dan aku hairan kepada orang yang mengetahui syaitan adalah musuhnya, tapi mengapa ia mentaatinya.”

Uthman bin Affan Radhiyallahu anhu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masa umpama pedang