Cinta yang Putih

Cinta yang putih.
Tak pernah aku kenal arti yang sebenarnya.
Hatiku berdegup.
Mengalirkan darah.
Karena cinta itu.
Cinta seorang hamba pada Penciptanya.
Mataku melihat.
Mencari cinta itu,
Lintasnya dihadapan mata ini cuma seketika.
Kelabu semula...
Cuma Penciptaku mengetahui,
Cintaku padaNya yang masih kelabu itu.
Cuma Penciptaku mengetahui,
Kelabu cintaku itu ku ingin tukar menjadi putih.
Sepertimana tatkala aku lahir dulu.
Seputih iman seorang bayi suci.
Ku damba semula,
Iman yang hilang.
Cinta,
Yang hakiki.
Kucari-cari, ku temu kan ku bajai, kan ku sanjungi.
Aku pingin putih itu.

  • Terjumpa puisi ni kat blog adik. Tapi bukan dia yang tulis sebab dalam bahasa indonesia huhu. Sangat suka. Sangat menyentuh hati. Hitam, kelabu atau putih? Harap-harap putih!
  • Semoga bulan ini menjadi titik perubahan dalam diri  :)
  • Aku ingin cinta yang putih itu~
  • Esok paper NBSS! 

5 Responses so far.

  1. Putih ke kuning? huhuhu...

    Mai nak yg colourful, cam pelangi (ecehhh!) ;p

  2. MunaMeows says:

    Ehem. Saya yang tulis tu lah, hihi.
    Sungguh ku pingin cinta putih itu.
    Kadang terlintas namun tak terlihat..
    Sama sama cari, yuk!
    :')

  3. mai: ecehh. amboii~ hehe:)

    muna: adik aku indo rupenye. hahaha
    alamak. i copy ye :P

  4. MunaMeows says:

    takpa takpa :)
    ps: sila post entry baruu!!

  5. duha says:

    nk cinta yg putih juga~

Reminder for the soul

“Aku hairan dengan orang yang mengetahui kematian, tapi mengapa ia masih tertawa;

Aku hairan dengan orang yang tahu bahawa dunia adalah sementara, tapi mengapa ia sangat mencintainya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui semua urusan telah ditakdirkan, tapi mengapa ia takut kehilangan;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui bahwa hisab adalah suatu kepastian, tapi mengapa ia tetap mengum
pulkan harta dan menghitung-hitungnya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui panasnya api neraka, tapi mengapa ia tetap berbuat dosa;

Aku hairan dengan orang yang mengaku mengenal Allah, tapi mengapa ia meminta tolong kepada selain-Nya;

Aku hairan kepada orang yang mengaku mengetahui kenikmatan syurga, tapi mengapa ia merasa hidup tenang di dunia;

Dan aku hairan kepada orang yang mengetahui syaitan adalah musuhnya, tapi mengapa ia mentaatinya.”

Uthman bin Affan Radhiyallahu anhu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masa umpama pedang