Tawanan

Siapapun yang hatinya melekat pada makhluk, yang berharap seseorang untuk membantunya atau menyaranya atau membimbingnya, maka hatinya tunduk kepada mereka dan sampai pada tahap yang dia telah menjadi hamba kepada makhluk itu. Orang yang bijaksana, mereka melihat kepada realiti dan bukannya penampilan.

Jadi jika hati seseorang melekat kepada isterinya, meskipun itu dibenarkan, hatinya kekal sebagai tawanan isterinya dan isterinya dapat memerintah suaminya bila-bila sahaja dia mahu- walaupun secara lahiriah suaminya adalah tuannya dan suaminya.

Benarlah, untuk hati diambil sebagai tawanan adalah masalah yang jauh lebih besar daripada tubuh yang diambil sebagai hamba atau tawanan. Sebuah tubuh yang menjadi hamba itu masih dapat memiliki hati yang tenang dan damai dan bahagia. Namun, hati yang diperhambakan kepada selain Allah yang menciptakannya, maka itu benarlah merupakan sebuah penghinaan, penjara, dan perhambaan…

Ibnu Taimiyah rahimahullah

Reminder for the soul

“Aku hairan dengan orang yang mengetahui kematian, tapi mengapa ia masih tertawa;

Aku hairan dengan orang yang tahu bahawa dunia adalah sementara, tapi mengapa ia sangat mencintainya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui semua urusan telah ditakdirkan, tapi mengapa ia takut kehilangan;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui bahwa hisab adalah suatu kepastian, tapi mengapa ia tetap mengum
pulkan harta dan menghitung-hitungnya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui panasnya api neraka, tapi mengapa ia tetap berbuat dosa;

Aku hairan dengan orang yang mengaku mengenal Allah, tapi mengapa ia meminta tolong kepada selain-Nya;

Aku hairan kepada orang yang mengaku mengetahui kenikmatan syurga, tapi mengapa ia merasa hidup tenang di dunia;

Dan aku hairan kepada orang yang mengetahui syaitan adalah musuhnya, tapi mengapa ia mentaatinya.”

Uthman bin Affan Radhiyallahu anhu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masa umpama pedang