Lilypie First Birthday tickers

Scribblings.

Assalamualaikum!
A cheery greeting after such a long hiatus...
Yes, after being such a drama queen in my last post, I can now say that alhamdulillah, we've past the hardest stages, being the first trimester...alhamdulillah.

...and yes, that means I am pregnant even though I was worried 'coz my tummy wasn't getting big --"

I am now 18 weeks along... but we don't know yet if it's a boy or a girl..... waiting for my next antenatal checkup tomorrow ^_^ hopefully we can find out.

Sometimes, it just hits me how my life has changed so fast, and how far my single years seem now.

How finding out I was pregnant was such a blessing because I did have my doubts, since I had close relatives who were unable to conceive, or had to wait so long to get an offspring... Although I do doubt that it's mainly because of inadequate nutrition, wallahua'lam... only Allah knows best. 

Anyhow, my days in surgery posting are almost coming to an end. Tomorrow I'm having my final exams, OSCE. There are 9 stations, but we only have to enter 3. Make dua for me, please?

I feel like my writings have become rustic. I've only been writing about what's been happening in my life, post-BM. Like my blog has become a marriage blog >.< 

But I guess that's okay, because life is after all our biggest tarbiyah. Whatever Allah puts us through, He will always make us prevail... As long as we remain steadfast and have complete trust in him...

Ramadhan's coming soon... Let's increase our momentum for this once in year ibadah marathon...

My first Ramadhan as a wife and final one before becoming a mother. 

May Allah ease everything....

p/s: My sister and two of my sisters-in-law are pregnant too! SubhanaLlah.. That makes four of us. 
My father is gonna be sooo happy^_^
My sister's having a boy. Hopefully my curiosity will end tomorrow! 

Until next time insya Allah, truthfully I have so much to write about... but everything has it's time and place. ;)


Have a nice day, filled with His barakah and love~


Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

2+1?

Assalamualaikum...

A sister told me the other day when I visited her that she hasn't opened my blog in a while, so she didn't know what I've updated in my blog. And when she did, she found out that I haven't -.-' ('Aik, takde pape pun?')

Yes... Sometimes I just don't feel the 'umph' to write. and if your heart isn't there... What's the use of you doing it.

I've been sick these past 2 weeks plus. Everyday, my stomach hurts so bad and it affects my mood. I'm tired all the time. Exhaustion sets in eventhough I haven't done anything. Although, there may be a lot of activity growing on inside me...

Because the test I took told me that...

I'm pregnant.

Subhanallah. 

We found out the night before I went to Garut.
We were almost completely sure about an hour before I left.
-Yes, that's where I am now, though I do return every weekend.-
and we confirmed it the next week at a clinic after a daurah I went to.
(eventhough technically, the same test is done in the early stages)

But albeit all that, even until now, the reality hasn't set in. 
and deep down, I am sooooo afraid.
Every little thing worries me.
I don't feel pregnant, besides from my tummy making me queasy 
(it could just be due to my dyspepsia)

Allahu

I'm so anxious and I feel so helpless
but all I can do is pray
that everything is fine
that this little tadpole is growing just fine
please, please be fine

and only when this happens, when I am totally in the dark... do I fully realize...

only unto ALLAH we rely on...



:'




okay, I am out of words...

Please make du'a for me.

InsyaAllah, come what may, it is for the best.


InsyaAllah.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yg mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dgn mengatakan: "Janganlah kamu takut & janganlah merasa sedih; & gembirakanlah mereka dgn jannah yg telah dijanjikan Allah kepadamu".



Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Garut

Keimanan kita sentiasa akan diuji.
Dan aku yang mengaku Allah sebagai Tuhan dan Muhammad sebagai nabi dan utusanNya, pasti akan diuji tentang kesaksian itu kan?

Sebetulnya Garut adalah tempat terakhir yang aku mahu pergi. Tapi rasa hati kuat mengatakan memang Allah akan campak aku jauh-jauh... dan memang terbukti benar. Apapun, mungkin inilah cara Allah mengabulkan doa agar memberikan aku tempat yang terbaik. Siapalah kita untuk menguji tiap keputusan Sang Pencipta bukan?

5 minggu, atau efektifnya 4 minggu di sana, moga ada kebaikannya di sana. Yakin, Allah bersama sangkaan para hambaNya...


Sebelum ini, gusar juga apabila Allah terlalu mudah mengkabulkan doa, mempermudah bermacam urusan dunia dan akhirat. Bukan tidak bersyukur, cuma bimbang, ianya kerana Allah tidak suka mendengar permintaan hambaNya ini dan terus kabulkan :S

Begitulah para sahabat radiyallahu anhum ajmain.

Saat tiada kesukaran dan kesusahan dalam hidup mereka, mereka malah menangis... kerana takut Allah sudah tidak mencintai mereka, lantas tidak lagi membebani mereka dengan ujian...

Padahal kita, menangis berhari-hari kerana ujian yang Allah timpakan...

Masih jauh kita daripada mereka... dan aku, lebih jauh lagi.

Dekatkanlah aku kepada mereka ya Allah!


Titipkanlah doa buat saya, ya?



Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Sabar dan teguh

Khabab datang menemui Rasulullah Saw. yang sedang beribadah di Ka'bah. Ia mengadukan ketidakmampuannya menghadapi penyiksaan yang bertubi-tubi : "Wahai Rasulullah, bukankah kita berada di atas kebenaran?! Lalu mengapa Allah tidak segera memberikan kemenangan? Khabab mendesak Rasulullah untuk segera berdo'a kepada Allah, meminta kemenangan.


Mendengar keluhan Khabab, wajah Rasulullah memerah, beliau berkata: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman sebelum kalian, ada yang ditanam hidup-hidup separuh badannya, lalu kepalanya digergaji hingga terbelah menjadi dua bagian. Ada pula yang disisir kepalanya dengan sisir besi yang dipanggang dengan api, hingga tulang dan otot kepala mereka kelihatan, tapi hal itu tidak membuat mereka meninggalkan agama dan keyakinannya. Demi Allah, sungguh akan datang suatu masa di mana para pengendara bisa berjalan dari Shan'a ke Hadramaut, tidak merasakan takut selain pada Allah dan serigala yang akan menerkam gembalaannya, tapi kalian tergesa-gesa."


Membaca kisah ini buat kali pertama, memang membuat hati kita tersentap. 
Berapa kali kita merintih dan berdoa meminta sesuatu kepada Allah, namun Allah menangguhkan permintaan kita?
Dan seberapa besar sangatkah masalah kita apabila dibandingkan dengan ujian yang menimpa orang-orang yang telah mendahului kita?

Benarlah kata Rasulullah... kita sering tergesa-gesa.

Kita menyangka iman kita sudah cukup mantap, lalu kita marah apabila permintaan kita tidak langsung dikabulkan.
Kita marah kepada Allah dan bersangka macam-macam, sedang kita lupa bahawa Allah lah sebaik-baik Perancang.

Sedikit penjelasan tentang hadith di atas;

"Dalam menjelaskan hadith tersebut, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengungkapkan, (hadith) ini merupakan isyarat perihal wajibnya bersabar kala menghadapi ujian dalam menunaikan agama.
(Syarhu Shahih Al-Bukhari, 9/356)
Sesungguhnya sikap sabar kepada Dzat Allah dalam menghadapi cobaan merupakan salah satu sebab (seseorang) masuk syurga, kerana sesungguhnya makna ayat (dari surat Al-Baqarah: 214) yaitu bersabarlah kalian hingga kalian masuk surga."
(Tafsir Al-Qur’an Al-Karim)

Bak kata omputih, "Rome wasn't built in a day..."

Sifat sabar itu suatu kewajipan buat seorang muslim... Untuk membina suatu bangunan pun mustahil dapat dibina dalam masa sehari bukan ?

Dan sekecil mana pun permintaan dan kemahuan kita, ingatlah dan tanamkanlah dalam hati...yang berhak untuk menunaikannya hanyalah Allah Ar-Razzaq..

Kewajipan kita hanyalah berikhtiar... Dan selanjutnya, kita serahkan kepada Allah, yang sudah pasti membagi-bagikan rezekiNya kepada setiap makhlukNya... Siapalah kita untuk mempersoalkan Allah yang mentadbir seluruh alam ini, yang Maha Berdiri Sendiri... ?

Jadi tanamkanlah kekuatan sabar dalam diri kita. Menjaga hati kita dengan sentiasa mengekalkan segala sangkaan yang baik terhadap Allah... Dan dari hati yang bersih dan sentiasa positif itu lahirlah semua yang positif insyaAllah...

Hanya dengan begitulah baru memungkinkan kemenangan dalam dakwah... Islam pasti... Pasti menang di akhirnya... Pengakhiran yang kita tidak tahu kapan munculnya...

Sedikit perkongsian dari karya Al-Munthalaq- Ahmad Rasyid

"Untuk menyelesaikan permasalahan dunia Islam pada hari ini, tidak perlu kepada berpindahnya bilangan yang besar dari mereka yang lalai dan menyeleweng kepada berpegang teguh dengan Islam..tetapi apa yang diperlukan adalah MENYEDARKAN mereka yang sudah pun berpegang dengan Islam, membangkitkan KESUNGGUHAN mereka dan memperkenalkan mereka kepada jalan amal dan fiqh dakwah.Masih ramai dari kalangan orang-orang mukmin, bilangan mereka sudah mencukupi untuk menegakkan kebaikan yang kita cita-citakan, tetapi dengan syarat apabila mereka mengenali TAJARRUD, zuhud terhadap dunia, menjauhkan diri dari fitnah, sabar atas segala mehnah dan memahami seni memimpin ummat"


Namun kemenangan itu datang dari jiwa yang kuat... Dan masakan jiwa yg teguh itu didapatkan jika usaha mendapatkan sabar itu kita tidak usahakan.

Maka apa saja mehnah yang menimpa kita dalam kehidupan ini, tidak mungkin tidak Allah menyelitkan tidak sedikit hikmah dan kebaikan di sebaliknya... Begitulah tanda kecintaan Allah kepada kita.

Terkadang kesempurnaan itu kita terlalu sering kejar... Sehinggakan kita lupa bahawa kita juga manusia. Kita ada kelemahan, kita punya kekurangan...

Dan sebenarnya dari kelemahan-kelemahan kita itulah Allah mahu mendidik kita.

Yakinlah...Bersabarlah... Dan teguhkanlah hatimu. Setiap sesuatu ada waktunya. :)


Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian. Di saat ia totalitas dalam berdoa, tapi ia belum melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab putus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan seseorang karena keyakinannya bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat bagi dirinya. Ia yakin bahwa dengan ujian itu, Allah ingin melihat tingkatan kesabaran dan keimanannya. Ia yakin bahwa dengan keadaan itu, Allah menghendaki hatinya menjadi luruh dan pasrah kepada-Nya. Atau, boleh jadi melalui ujian itu, Allah menghendaki dirinya untuk lebih banyak lagi berdoa sehingga ia lebih dekat lagi dengan-Nya melalui doa-doanya.
(Shaidul Khatir)


Wallahua'lam. Segalanya kembali kepada persoalan dan kualiti iman dalam diri kita...
Jagalah Allah, jagalah Islam, jagalah iman dalam diri, insyaAllah semua pengakhirannya baik-baik belaka.

Tetap semangatlah wahai pemuda!

Before & After

Dulu, sebelum memulakan clinical di Bandung dan mendapat tahu ada sahabat rapat yang bakal berkahwin, sejujurnya saya (kami sebenarnya) sangat marah kepada lelaki itu. Bukan marah sebenarnya, geram mungkin kerana dia bakal 'mencuri' sahabat itu dari kami...

Dan ketika saya memberitahu orang yang saya bakal menikah juga, adalah seorang dua yang memberikan respons yang sama... >.~

Pada waktu itu saya cuma mengatakan, (lebih kurang, tetapi inilah yang ingin saya sampaikan sebenarnya)
Walaupun saya sudah menikah, itu tetap tidak merubah apa-apa... Saya masih orang yang sama... saya masih ada di dunia ini belum ke alam lain lagi><... dan walaupun mungkin ada beberapa perubahan dalam hidup, ukhwah kita tidak berubah hanya disebabkan status yang berubah itu...

Dan sememangnya, setelah nikah pun rutin hidup tidak berubah terlalu banyak... Jika sibuk menjadi alasan kurang bertemu dengan sahabat-sahabat dan adik-adik, sibuk itu memang biasa ada dalam hidup hatta sebelum nikah pun. Beberapa kali perancangan terpaksa dibatalkan hanya kerana jadual koas yang tidak memungkinkan.

Hmm.. untuk apa saya tulis ni sebenarnya..errr

Apa yang ingin saya sampaikan, hidup tidaklah berbeza mana... cumanya sahabat-sahabat mengusik dengan memanggil saya 'Puan' er masih terasa aneh dengan panggilan itu. he. Selain itu, apa yang saya rutinkan sebelumnya tetap saya cuba kekalkan dan tambahkan mengikut kemampuan...
dan alhamdulillah suami juga memahami siapa saya dan memudahkan segalanya...
( saya sangat beruntung :D )

Mungkin saya menulis ini kerana merasakan orang lain yang berubah setelah status saya berubah. Ataupun mungkin kami cuma sama-sama sibuk dalam kehidupan ini... mungkin.

Doa saja yang dipanjatkan moga Allah menjaga semua orang yang saya sayang baik-baik... Menghebatkan mereka, walaupun saya kurang dapat berperanan secara aktif lagi.

Sungguh, antara kelemahan diri saya ialah kurang berbaik sangka dengan orang lain lebih-lebih lagi yang tidak saya kenali... dan saya rasa sangat tertampar dengan kisah seorang sahabat...

Yang mana pada suatu hari, Rasulullah mengatakan kepada para sahabatnya, 'Akan hadir di antara kalian seorang calon penghuni syurga...' 

Para sahabat pun bertanya-tanya dalam hati, siapakah orang istimewa yang dimaksud Rasulullah ini?. Dengan rasa berdebar-debar mereka menunggu kedatangan orang tersebut. Semua mata memandang ke arah pintu. Tidak berapa lama kemudian, seorang lelaki melenggang masuk masjid. 

Para sahabat hairan, inikah orang yang dimaksud Rasulullah? Dia tak lebih dari seorang lelaki dari kaum ansar (orang kebanyakan). Dia tidak termasuk di antara sahabat utama. Dia juga bukan dari golongan tokoh Quraisy. Bahkan, tidak banyak yang mengenalnya. Pun, sejauh ini tak terdengar keistimewaan dia.

dan kejadian ini berulang sehingga tiga kali, sehinggakan salah seorang sahabat yang bersama Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ketika itu berasa panasaran (curious) dan akhirnya, dia berjumpa sahabat tersebut dan mengatakan bahawa ingin berziarah dan tidur di rumahnya... dan sahabat itu pun tidur di rumahnya selama tiga malam, namun tidak mendapatkan suatu keanehan pun. Tiada amalan hebat pada pandangannya yang baginya melayakkannya masuk ke dalam syurga...

Akhirnya, sahabat itu pun pun berterus terang akan maksudnya bermalam. Dia bercerita tentang pernyataan Rasulullah SAW. Kemudian dia bertanya,“Wahai sahabatku, sesungguhnya amalan istimewa apakah yang kau lakukan sehingga kau disebut salah satu calon penghuni syurga oleh Rasulullah? Tolong beritahu aku agar aku dapat mencontohimu”.

 Lelaki itu menjawab,” Wahai sahabat, seperti yang kau lihat dalam kehidupan sehari-hariku. Aku adalah seorang muslim biasa dengan amalan biasa pula. Namun ada satu kebiasaanku yang boleh kuberitahukan padamu. Setiap menjelang tidur, aku berusaha membersihkan hatiku. Kumaafkan orang-orang yang menyakitiku dan buang semua iri, dengki, dendam dan perasaaan buruk kepada semua saudaraku sesama muslim. Hingga aku tidur dengan tenang dan hati bersih serta ikhlas. Barangkali itulah yang menyebabkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menyatakan demikian.”

Kadang-kadang, kita sangkakan bersangka baik itu suatu yang simple. Namun amal yang kecil itu boleh menjadi amal yang sangat besar, hanya kerana keikhlasan kita... dan begitulah contoh di atas.

Moga saya dapat bersihkan hati saya dan sentiasaaa menanamkan sangka baik sesama saudaraku. 
Sememangnya ini susah, apatah lagi hati perempuan begitu halus... 

T_____T
Allahu~~~~ doakan saya...


.


p/s: Hari ini genap sebulan berumahtangga. Alhamdulillah. Moga rumahtangga kami sentiasa diberkati Allah, dan perkahwinan ini menghebatkan kami sebagai seorang hamba dan khalifah di muka bumi Allah ini.
Ya Allah, Engkau permudahkanlah segalanya...

*maaf masih mode menulis tentang RT , ini entry curhat sebenarnya,hu. Apapun, tanamkan kuat-kuat dalam hati, apa saja aturan Allah itu pasti yang terbaik! 
(walaupun terpaksa dicampak family medicine di tempat yang jauh selama sebulan, .................... )

Betapa lemahnya saya.... Hanya Allahlah sumber kekuatan sebenar. 

Maka, rapatkanlah diri dengan Allah... supaya dalam apa keadaan sekalipun, kita sentiasa merasakan ianya sebagai suatu cara Allah menzahirkan kasih sayangnya... dengan memberikan ujian sebanyak-banyaknya......
insyaAllah!

Wassalam~  :)

Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~


Ibn 'Uthaymeen:
 "Marry a religious woman. She will neither abuse your right nor reveal your secret and she will take care of your property and your child in the best way." (Sharh al-Bukhari, Nikah, 2)
Ya Allah, please, make me a religious woman......
T_T





~~~~(teringin untuk menulis tentang isteri vs dakwah vs futur(?) ) Moga diizinkan.~~~~

Nikah Fever

Bismillah.

Alhamdulillah, setinggi-tinggi syukur dipanjatkan kepada Allah atas segala kurniaanNya. Terasa sungguh kerdil diri ini berbanding segala kekuasaanNya... Sungguh, Allah Maha Pemurah, tidak pernah putus-putus mengurniakan nikmat dan rezeki walaupun makhluknya masih jauh daripada jalan yang diredhaiNya...

Sudah hampir sebulan hidup dengan gelaran isteri. Sungguh, tidak susah menjadi isteri kepada suami yang satu itu :) Alhamdulillah bi ni'matihi tatimmussolihat~! Moga redha Allah sentiasa ada dalam perjalanan kami, dengan niat yang sentiasa dan sentiasa diperbaharui kerana dan hanya keranaNya... dan moga Allah menjadikan kami suami isteri yang soleh dan solehah.. ameen...

Agak panjang mukadimah ye.

Tulisan kali ini, saya rasakan agak penting untuk disentuh. 


Nikah feverrrr aka bahasa gaul Indonesia, G.A.L.A.U.

Kita tengok dulu ya definisi galau apa sebenarnya?

ga·lau - kacau tidak keruan (pikiran), gundah

Namun biasanya apabila digunakan dalam bahasa seharian di Indonesia, sering dikaitkan dengan rasa galau disebabkan jantina yang berlainan, keinginan untuk menikah. Lebih kurang.

Biasanya begitulah. Apabila ada perkahwinan di kalangan senior-senior, maka setiap kali itulah muncul nikah fever ini... hu.

Di Bandung ada beberapa sahabat perjuangan yang sudah menikah juga, bahkan lebih lama usia perkahwinan mereka. Dan memang kami ada berbincang sesama akhwat, tentang fenomena yang mula muncul ini. Sehinggakan muncul rasa bimbang apabila merasakan ianya sudah agak berlebihan di saat mungkin belum tiba masa yang tepat untuk mula memikirkan tentang urusan ini... 

Suami juga ada menyebutkan perkara yang sama, bahawa ikhwan akhwat sekarang sudah terlalu galau, hingga setiap perkara ingin dikaitkan dengan perkahwinan...

Sekiranya kita mengetahui... pernikahan itu adalah sesuatu yang sangat suci, dan nikah merupakan mitsaqan ghaliza (perkataan yang berat) sehinggakan kita tak mungkin membicarakannya dan memikirkannya melainkan dengan persiapan yang selayaknya, dengan bekal yang secukupnya.

Sememangnya, diri ini juga pernah menghadapi saat-saat itu pastinya:) namun kini sudah mendapat ubatnya..

Apapun, betapa pentingnya pernikahan itu kepada dunia dan akhirat kita, sehinggakan persiapan sebelumnya  harus kita persiapkan sebaiknya...

Dan saya khususkan tulisan ini buat muslimah-muslimah, akhwat-akhwat, adik-adik di sana.

Pasti, kita inginkan sosok lelaki yang boleh menjadi pembimbing kita, kita dambakan ikhwah yang hebat untuk memayungi perjalanan kita di dunia ini (wah)...

Namun...

Sebagaimana pula persiapan kita untuk menjadi akhwat dambaan yang tidak pantas untuk ditolak oleh ikhwah di luar sana? Ya, persiapan diri kita... Itu yang lebih dan paling penting... 

Bagaimana aurat kita... 
Sudahkan dijaga sebaiknya dan bebas dari segala tabarruj jahiliyah...
Aurat seorang muslimah itu, jumhur mengatakan seluruh tubuh kecuali muka dan tapak tangan...
dan bukanlah sekadar pakaian, namun percakapan, intonasi, dan boleh saya katakan secara ringkas, semuanyalah tentang diri kita. Saat kita mula keluar rumah, syaitan sudah menghiasi kita. +.+

Bagaimana pergaulan kita. 
Sudah kita menjaga sebaiknya pergaulan dengan lelaki ajnabi baik lelaki itu sekadar teman sekuliah, adik junior, abang senior tempat kita meminta nasihat (T______T ini parah) 
Sudahkah wahai akhwat solehah, kita menjaga maruah diri kita sebagai seorang wanita sebaiknya dengan penuh hati-hati? Kerana syaitan tidak pernah menggoda kita dengan main-main melainkan dengan penuh kesungguhan... Setiap gurauan, setiap senyum yang kita lontarkan... dan ini sama juga buah ikhwah..

Saya kira, bercakap dengan lelaki dan perempuan itu memang berbeza, dan naluri kita kadang-kadang tertarik untuk lebih sering mencari lelaki... Kerana itu Allah menyuruh kita bernikah sekiranya mampu, dan jika tidak, berpuasalah. Bersabarlah menanti saat Allah memberikan pendamping buat anda, menjadi teman baik untuk mendengar segala permasalahan anda.

Tidak cemburukah kita dengan bidadari di syurga yang diri mereka sangaaat terjaga, dan segala keindahan mereka disimpan kelak untuk yang selayaknya mendapatnya di syurga kelak? 

Sibukkanlah dirimu
Sebelum tiba masa yang ditentukan itu, wahai muslimah solehah... sibukkanlah dirimu dengan perkara-perkara yang bermanfaat untuk akhiratmu..

Sibukkanlah diri dengan pelajaran, dengan dakwah, dengan segala isu yang melanda umat Islam sekarang...

Biar diri kita tidak disibukkan dengan diri kita. Kerana siapalah kita? Bukan siapa-siapa.

Tetapi biar kita disibukkan oleh hal-hal besar, yang dapat membina diri kita sebagai muslimah yang mendambakan gelar solehah :) 
Sibukkanlah diri kita dengan usrah, dengan dakwah, dengan ilmu, dengan tarbiyah, dengan keluarga, dengan akhwat yang lain. Biar kita menjadi muslimah hebat.

Dan nikah itu bukan untuk diri kita, tetapi untuk Allah, untuk ummah.

Masih ingat kisah Ummu Sulaym? Hebatnya beliau, hinggakan kesemua anaknya menjadi hafiz al-Quran... anaknya Anas bin Malik diserahkan kepada Rasulullah yang akhirnya menjadi periwayat hadith yang terkemuka...

Masih ingat wanita solehah, yang kalimah toyibahnya didengari khalifah Umar Al-Khattab, yang akhirnya menikahkan wanita itu dengan anaknya... dan dari keturunan mereka lahirlah khalifah Umar bin Abdul Aziz...

Subhanallah, sangat hebat wanita-wanita ini.
Dan kita sudah sangat jauh daripada mereka....
Tidakkah kita ingin mencontohi mereka? Cemburu dengan kesolehan mereka...
Syurga itu sudah dijanjikan buat sahabah dan sahabiyah... 
Radhiyallahu anhum waradhu anh.
Allah redha kepada mereka dan mereka redha kepada Allah dan dirakamkan dalam al-Quran...

Kita, kesudahan kita masih belum pasti.
Bahkan, untuk mengatakan kita masih bernafas pun belum tentu.. apatah lagi hari-hari seterusnya.....

Sedikit perkongsian dari sahabiyah yang mengikuti k-Fiqh wanita;

"Wanita mesti jadi seperti pohon tauhid (laailaahailallah), apabila mantap tauhidnya inshaAllah iakan menjadi dahan yang akan dipaut... Mempunyai pegangan yang kukuh, inshaAllah akan dapat melahirkan dan membangunkan agama, keluarga, dan masyarakat.. 
Untuk menjadikan pohon tauhid, wanita perlu: 1. Ilmu pengetahuan, 2. Istiqamah 3. Tazkiyatunnafs (penyucian hati/ diri), jauh dari sifat-sifat mazmumah dan hiasi diri dengan sifat-sifat mahmudah."

Moga Allah memberikan kita iman yang mantap!

Moga Allah mengurniakan kita istiqamah dan memudahkan jalan kita ke syurgaNya...

Moga Allah mempermudahkan segala urusan kita...

Moga kita termasuk golongan orang yang diredhaiNya...



"Wahai isteri-isteri nabi, kamu bukanlah seperti perempuan-perempuan lain... seandainya kamu bertaqwa." 
Surah Al-Ahzab, ayat 32 :


insyaAllah :)



Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

InsyaAllah

"Kepastian hanya pada Allah. Tetapi Allah telah memberi kita sesuatu yang tiada pada makhluk lain, akal, untuk kita memilih jalan, untuk kita merancang untuk masa depan. Kita manusia mempunyai perancangan, Allah yang mempunyai kuasa untuk tentukan ia terjadi atau tidak. Kata Insya Allah adalah sebagai Kerendahan Hati seorang hamba sekaligus kesedaran pada kekuasaan tuhannya, bukan bongkak dengan perancangan yang diadakan."



Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

pindah

"Untuk memindahkan ilmu itu mudah tetapi utk mentarbiyah dan mentakwin kan itu amatlah sukar. Fahamkah kamu apa yg kukatakan ini wahai daie?"

Muharrikdaie

Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Conteng Semangat


Bismillah...

"Barangsiapa memelihara ketaatan kepada Allah di waktu mudah dan masa kuat, maka Allah akan memelihara kekuatannya di saat tua dan lemah. Ia akan tetap diberi kekuatan pendengaran, penglihatan dan kemampuan berfikir serta kekuatan akal."

Ibnu Rejab 


Sebaik-baik tempat bergantung adalah Dia.



Refleksi kembali tujuan hidup : Sebagai 'abid. Hamba yang hidupnya dihabiskan untuk beribadah.
Dalam 24 jam, berapa minit, atau jam, kita habiskan untuk betul-betul fokus dalam ibadah kita.
Seberapa sering kita mengingatiNya, dan asma' Nya basah di lidah dan hati kita...
Niat yang sentiasa ditajdidkan. 
Hanya untukNya.

tertarik dengan quote yang seorang ukhti kongsikan:

Consistency


How to Be Consistent with your Habits

by Talha Tashfeen Qayy
“We are what we repeatedly do. Excellence then, is not an act, but a habit.” -Aristotle
Developing and improving oneself is a constant process through the life of an individual. This is normally accomplished by developing and inculcating certain behaviors in ones personality. The more you practice these behaviors, the more consistent you become in adopting them and making them a permanent part of your life. There is no time when one is not trying or at least wanting to develop a certain positive habit in them. It could be

Where is that happy ending?

There's no such thing as a happy ending on this earth...
Especially for mukmins.
Because Allah made this world for us to strive.
and we will continuously be tested.
(The path to) Paradise is surrounded by hardships,
while (the path to) the Hellfire is surrounded by temptations.
That fact won't ever change even if someone's status changes or not.
Sunnatullah....

Promised

Arif. Farhana. His initial is the ending of my name, and mine the ending of his. I just noticed this. So if you want to make a twitter hashtag it doesn't matter who's name goes first.... (roll eyes)

Ok, such a random opening.


Yes, I am engaged to be married.

Who is my fiance? The person named above, obviously~
 It's been approximately xxx days from the day we've been (formally) engaged. Formally? How about informally? That's just another story waiting to be told,(maybe not).

Sebaik-baik harta



Harta apakah yang patut kita cari/miliki ?

 Diriwayatkan oleh Tsaubaan ra yang berkata apabila turunnya ayat berkenaan (harta) perak dan emas maka para sahabat radiallahuanhum pun bertanya sesama mereka tentang harta apakah yang patut mereka miliki ? Umar ra pun berkata 'Aku akan mencari jawapannya untuk kalian lalu dia pun menaiki untanya dan bertemu dengan nabi SAW dan bertanya kepada baginda tentang harta apakah yang patut mereka miliki ? Baginda SAW pun menjawab : (لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا ، وَلِسَانًا ذَاكِرًا ، وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِينُ أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الْآخِرَةِ) Hendaklah kamu memiliki hati yang bersyukur, lisan yang berzikir (mengingati Allah) dan isteri mukminah yang membantu kalian di dalam urusan akhirat. [riwayat At-Tirmidzi]

Syukur itu lebih tinggi 'makam'nya berbanding sabar...
apabila bersyukur, kita akan sentiasa merasa cukup

ketenangan itu datang dari Dia

dan

dunia ini hanyalah perhiasan dan wanita solehah itu sebaik-baik perhiasan!


jom kejar tiga-tiga!


“ Medan bercakap tidak sama medan amal, manakala medan jihad tidak sama dengan medan amal , manakala medan jihad sebenar pula tidak sama dengan medan jihad yang salah..”
Imam Hassan Al-Banna



 Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Sincerity


I read this quote on twitter


"Don't tell your problems to people: eighty percent don't care; and the other twenty percent are glad you have them."


Sometimes, this life can be so tiring
And we wish for some rest
but....
"In remembrance of Allah do hearts find rest"
maybe, just maybe
Our love for dunya is what's making us so tired
and maybe, just maybe
In our hearts, we are not remembering Him enough 
"Allah has not made for any man two hearts in one body....." (33:4)

Truly.

Truly in the heart there is a void that can not be removed except with the company of Allah. And in it there is a sadness that can not be removed except with the happiness of knowing Allah and being true to Him. And in it there is an emptiness that can not be filled except with love for Him and by turning to Him and always remembering Him. And if a person were given all of the world and what is in it, it would not fill this emptiness." 
Ibn Qayyim al Jawziyya

Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Tujuan

Sesiapa yg akhirat itu tujuan utamanya. Maka Allah jadikan kekayaan dalam jiwanya. Allah mudahkan segala urusannya dan dunia akan datang kepada nya dengan hina ( iaitu dalam keadaan dirinya mulia). Sesiapa yang menjadikan dunia itu tujuan utamanya. Maka Allah akan letakkan kefakiran nya antara kedua matanya. Allah ceraiberaikan urusannya. Dan dunia pula tidak datang kepadanya melainkan dengan apa yang ditakdir kan untuknya ( iaitu dalam keadaan hina) - 

Hadith Riwayat At-Tirmizi 


Walau apapun... jadikan semuanya kerana Allah.
Setiap nafas kita.
Semuanya.
Untuk beribadah kepadaNya.
Tanyalah pada hatimu
Kamu lebih tahu, mana yang mendatangkan ketenangan
Atau cuma kaca yang bersinar 
Hilang cahaya, pudarlah kembali

Redha & Murka (snippet)

“Barangsiapa yang mencari redha Allah sekalipun berakibat mendapatkan kemarahan manusia, maka Allah akan meredhainya, dan akan menjadikan manusia redha kepadanya... 
dan barangsiapa yang mencari redha manusia dengan melakukan apa yang menimbulkan kemurkaan Allah, maka Allah murka kepadanya, dan akan menjadikan manusia murka pula kepadanya.” 
(HR. Ibnu Hibban dalam kitab sahihnya). 


 Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Syurga

Adakah kamu menyangka bahawa kamu akan masuk Syurga padahal belum lagi nyata kepada Allah orang-orang berjihad (yang berjuang dengan bersungguh-sungguh) di antara kamu, dan (belum lagi) nyata orang-orang yang sabar (tabah dan cekal hati dalam perjuangannya)? 3:142

Mahukan syurga? Ayuh bermujahadah:)

Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Kesembuhan

Bila meminta kesembuhan
dan mencari ketenangan...
mintalah dari Allah
bukan kawan
bukan buayafriend atau gelifriend

tetapi dari Dia

tak tahukah kita banyak dari fikiran kita adalah fatamorgana?
bila kita memikirkan kebaikan itu datang dari manusia
sedangkan
semuanya dari Allah
semuanya

lalu mengapa engkau masih mencari redha manusia?

sedangkan cintaNya yang wajib kau kejar?


p/s: hurt

Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Orang asing

Apabila baca kembali tulisan-tulisan lama... Rasa rindu. Rindu kepada orang yang menulis itu.
Bagaikan seperti orang asing yang menulis bukan diri sendiri...

Teruskan pencarian... dan luruskan kembali jalan.

Sebegitu susahkah menjadi solehah?

Himmah itu tidak hilang... tetapi bagaikan ada sesuatu yang kurang.



Allahu Allah


Speechless Saturday

Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Takut

Saya terbaca kata-kata ini

Hasan al-Basri rahimahullah berkata, 

“Seorang mukmin memadukan antara ihsan(amalan yang baik) dan rasa takut(kalau amalnya tidak diterima). Adapun seorang munafik memadukan antara perbuatan jelek dan perasaan aman dari adzab Allah.” 

Mungkin di saat kita 'bersangka baik' dengan amalan kita
sebenarnya Allah murka terhadap kita
takutnya...
kita disuruh melakukan kebaikan, kemudian lupakan
bukan syok sendiri 
bimbang nanti cuma mimpi di siang hari

Haya


I read this interesting quote today from facebook, spoken by a famous scholar;

"Malu : Sifat Ar-Rahman dan Sifat Ahlu Iman."


malulahh~

It's not my intention to dump all these dalils about haya, but merely to get a better understanding, because who understands this deen better than the prophet himself? (sallallahu 'alaihi wasallam)

Sometimes when we look around us, at society, we wonder where have our haya gone? 
But then again, a mukmin is a mirror towards other mukmins...
Every dent in the society is something that we must hold responsible to, if we haven't done anything to correct and improve it.

There are so many responsibilities upon us, that by right we shouldn't have any free time... 
So let's think about this and ask ourselves if we have been using our time wisely, and to the best of our ability...

If we really believe in Islam and how superior it is above all religions, then why do we still look at other means for our entertainment? These means which rob us of our iman and haya? sobs.

Isn't Allah enough for us? Hasn't He fulfilled all our needs?

Nasihat

Assalamualaikum.... Terasa nak mencoretkan sesuatu di sini.
Saat untuk mentidakserabutkan keserabutan di kepala. Menulis itu terapi... Kadang-kadang kepala membuak-buak meminta untuk disalurkan ke mana-mana. Nah, silalah salurkan sepuasnya.

Terbaca satu blog tadi tentang dakwah seorang doktor. Ya, seorang doktor itu mempunyai peluang dakwah yang tinggi! Kerana merekalah orang yang dipercayai oleh pesakit.. Faktor percaya itu ada. Jadi, dakwah sangat mudah dilakukan.

Namun setelah beberapa bulan mula clinical ni, saya rasa boleh dihitung dengan jari berapa kali saya berusaha memberi 'sesuatu' kepada pasien dan keluarga. Paling pun, memujuk mereka supaya bersabar dan berfikiran positif, melayan mereka dengan santun.

(Janganlah sesekali menganggap pasien ni sesuatu yang menyusahkan... Pasienlah yang mencuri masa tidur kita, disebabkan pasienlah kita hilang waktu bersama keluarga dan teman... hmm... Memang itu tugas doktor kan? Dan seseorang itu tidak pernah meminta untuk sakit. Sedangkan, daripada merekalah kita dapat banyak belajar. Manalah taknya doktor yang baru lulus asyik kena marah, kalau sikap sewaktu clinical begini. Kemudian kita marah kenapalah MO-MO ini sangat kejam? Oh...)

Berbalik kepada topik, disebabkan orang sekeliling kita juga jarang buat sesuatu, bila kita nak mulakan, pasti agak kekok. Tapi mengapa malu kalau membawa kebaikan kan? :) Jadi harus lebih semangat lepasni.
Biar kita yang mempengaruhi orang^^ Masakan doktor mahu ikut-ikutan aja orang lain kan?  

Cumanya.. pernah tak alami, bila kita berusaha 'sampaikan' sesuatu, pihak yang menerima mengatakan 'baik ustazah' atau perkataan yang sama waktu dengannya? Oh bunyinya seperti memerli bukan? Ish. Spoil betul.
Sakit hati dan macam-macam lagi... hoho. Mungkin harus dikoreksi sedikit hatinya... Karena kita beramal bukan untuk manusia lain. tapi kerana Allah... Jadi mengapa harus terasa dengan suara-suara nakal orang lain? Tak coollah. Dah buat kebaikan, lupakan saja amal tersebut. Pasti ada makhluk yang mengingat dan mencatat:) dan pasti, DIA yang Melihat.

Bagaikan kita sedang menghadapi ujian praktikal... Setiap gerak-geri kita waktu itu diperhatikan oleh penguji! Kita buat, buat dan buat, dokter tick, tick dan tick. Kadang-kadang, kalau salah, kena tolak markah. Kadang-kadang, tak ditolak cuma tak dapat markah je. Akhir sekali, dihitung totalnya. Lulus ga ya?
Terkadang markah akhirnya kita tak dapat tahu pun...

Sebegitu jugalah kita dan kehidupan kita... Ujian untuk melihat siapa yang paling baik amalnya. Namun bezanya, setiap kebaikan yang dibuat, dibalas berganda-ganda.. Kesalahan yang satu, dosanya ya itu, cuma satu. Boleh lagi nak hilangkan dengan taubat, amal soleh, sedekah. Banyak...

Atas Rahmat Allah juga, sekelip mata boleh diampunkanNya, barangkali atas amalan kita yang ikhlas disisiNya atau apa saja kehendakNya....

Recognize this?

'Hidup di dunia ini memang dijadikan untuk susah. Dunia ini fatrah kita bekerja dan nanti di akhirat baru masanya kita bersenang lenang dengan apa yang telah kita kerjakan di dunia ini. Waktu tu, kita akan berehat panjang dan kekal dengan segala kesenangan dan kebahagiaan yang kita korbankan sekarang'

Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Change. Again.

New clothes for the blog. Should probably stay away from turqoise for a while........

Ikhlas




Kadang, kita terpaksa membuat pilihan yang bukan pilihan kita
Yang menyebabkan ada hati-hati yang tercalar
Ukhwah yang makin hambar
Sesungguhnya... 
Bukan mudah untuk memuaskan hati semua orang
Moga ikhlas sentiasa menjadi selimut dakwah kita







Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Tiru

Tiru blog adik. Rasa macam banyak je nak tulis, tapi masa mencemburui. cehh..
Sharing is caring :)

*yang ada Eh tu paling tak menahan*

Selamat membaca :)

Allah sayangkan kita.


Aku ada terfikir sesuatu, lewat malam ini. Sesuatu yang ramai orang sudah ketahui. Kalau kita cintakan Allah, dekatkan diri dengan Allah, dengan seikhlas hati dengan sedaya usaha, ganjaran dia sangat indah. Dia akan dekatkan kita dengan orang yang cintakan Dia sepertimana kita cintakan Dia :') Dan segala perkara lain boleh dilupakan dengan begitu sahaja. Segala keinginan yang hanya akan memuaskan diri sendiri dan menghanyutkan, akan digantikan dengan keindahan yang lain, andai kita sabar. Jadi sabar. Sabar dan jangan mengalah dan turutkan kehendak hati. Biarkan, setiap perkara yang anda rasa salah, hindarilah. Yang tidak mendapat redhaNya, jauhilah. Moga keberkatannya akan terbias pada ganjaran penggantiNya. Allahurabbi, Engkau Maha Indah, maka indahilah hidup kami :') Amin.

Akar kasih.

Tuhan ciptakan kita berperasaan.
Perasaan terindah mengukir rasa, dirasai sang hati dalam degup.
Jantung berdegup, makin deras, atau seakan mahu berhenti.
Selari dengan perasaan yang dirasai. 
Ajaib.
Tapi setiap rasa yang kita rasakan,
Setiap detik jantung kita berdegup di sebalik belahan dada,
Merupakan rahmatNya.
Untuk kita nikmati hidup, selari dengan belas kasihan Tuhan Maha Esa. 
Jadi hidupkan hidup dengan kesyukuran,
Agar sampai masaNya kita tiba ke pangkuanNya, 
Kita disambut dengan tenang. 

Amin :)


Menanam kekuatan.

Dalam kembara kita. Ada undang-undang dunia. Ada panduan hidup. Ada motif.
Lillahita'ala.
Ingatlah kalau kita susah, pasti ada yang lebih susah.
Ingatlah kalau kita senang, pasti ada yang lebih senang.
Ingatlah kalau kita sakit, pasti ada yang lebih sakit.
Ingatlah kalau kita hebat, pasti ada yang lebih hebat.
Tapi sekurang-kurangnya, kita hidup.
Tapi sekurang-kurangnya, kita masih punya peluang.
Tapi sekurang-kurangnya, kita masih punya harapan. 
Untuk meluruskan tujuan.
Demi Dia.


Satu masa itu.



Malam cuma malam.
Siang cuma malam.
Tangis cuma tangis.
Lara cuma lara.
Perit cuma perit.
Masa cuma masa.
Kalau satu hari nanti ada wira hadir,
Biar dia ubah semua.

Eh.


Nikmat menikmati




Masa.
Masa itu kunci sang dunia.
Dipegangnya masa, berjaya.
Dibiarkan masa, bergantung.
Kalau nasib menyebelahi, masih berjaya.
Kalau tidak, naya.
Sang pendosa-- mereka yang tidak harus lewat dari masa.
Andai mereka lalai, masa meninggalkan mereka. 
Biar mereka berlumpur dalam dosa.
Kotor.
Sang pendosa-- harus sedar, masa bukan milik mereka lagi.
Pulangkan masa, dan genggam.
Kawal masa, dan masa akan membawa mereka ke pintu taubat.
Bersih semula.


Percaya pada masa.

Wahai Tuhan kami.
KepunyaanMu di langit dan di bumi.
Kembalikan kami pada masa.
Agar kami kembali kepadaMu.
Agar kami menikmati nikmat masa di dunia.
Supaya dapat kami kecap di akhirat sana.

Amin, ya Rabbal Alamin...


Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Senyum. Tak perlu kata apa-apa





Ada masa gembira.

Ada masa sedih.

Carilah orang untuk menggembirakan dan mengembalikan senyum ke bibir kita...

Tiada rasa sedih bagi orang beriman kerana sentiasa yakin dengan Rabbnya.


:)

"Sesungguhnya orang-orang yang menegaskan keyakinannya dengan barkata: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap teguh di atas jalan yang betul (beristiqamah) akan turunlah malaikat kepada mereka dari masa ke semasa (dengan memberi ilham): "Janganlah kamu bimbang (daripada berlakunya kejadian yang tidak baik terhadap kamu) serta janganlah kamu sedih hati, dan bergembiralah kamu dengan Syurga yang telah dijanjikan kepadamu" [al-Quran: al-Fussilat:30]

p/s: One of my favorite ayah..


Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Denyut Kasih Si Bakal Doktor (insyaAllah)

*tajuk post sangatlah tak original

Salam alayk.. 



Saya kini berada di rotasi Ilmu Kesehatan Anak.
Alhamdulillah, sangat menyenangkan :)



what's up doc?


Saya sangat menyukai pediatri... tetapi tak tahu jika sanggup atau tidak memberikan komitmen  untuk meneruskan pelajaran ke peringkat spesialis dalam bidang ini (biiznillah setelah lulus sebagai dokter) dan mengorbankan sebahagian kehidupan yang lain. Cita-cita terbesar saya setakat ini adalah untuk menjadi suri rumah :D


-----
Beberapa tahun sebelum ini ada berbincang dengan beberapa orang yang lebih tua dan berpengalaman kerana dah 'terlanjur' mengambil medic dan 'terlanjur' juga mendapat biasiswa JPA. Akibatnya, mahu ataupun tidak, perjanjian sudah diikat untuk bekerja dengan kerajaan selama 10 tahun. Dan jika meneruskan ke peringkat spesialis, pasti akan ditambah lagi (T_T)!! 


Pada waktu itu, kalau ikutkan kata hati, tidak mahu meneruskan mengambil medic walaupun sudah hampir pasti mendapat tawaran. Semuanya setelah mengikuti program 'attachment' di hospital yang diwajibkan oleh bakal penaja. Pada masa itu saya merasakan, menjadi seorang doktor sangatlah tak ada 'life'! dan majoriti doktor yang ditemui pada waktu itu mengatakan 'tak payahlah jadi doktor, nanti tak ada masa kat rumah, bla3'... meskipun ada seorang dua yang memberi kata-kata yang positif.


Teringat kata-kata seorang doktor pada waktu itu yang lebih kurang begini 'while studying medicine, you are going to do a lot of soul searching.. because you really need to have a sense of purpose if you want to be doctor.' Mana taknya, menjadi doktor itu seolah-seolah seluruh kehidupan kita didedikasikan buat patient. Sibuk, tambah lagi kalau balik Malaysia mesti asyik kena marah, herdik lagi... Jika tiada keinginan dan motivasi, pasti kita akan lemah dan rasa tak bersemangat untuk menjadi doktor. Menjadi doktor itu bukanlah mudah! Satu kesilapan kecil, yang mendapat padahnya adalah patient juga. 


Memikirkan semua itu, seusai program tersebut saya memberitahu ayah; yang pastinya orang yang paling ingin melihat saya menjadi doktor; bahawa saya tak nak meneruskan hasrat untuk mengambil perubatan.


Puas ayah memujuk. Apabila tidak berjaya dengan kata-kata ("Analah satu-satunya harapan ayah untuk ada anak doktor..." *sambil buat suara kasihan) diteruskan lagi dengan pujuk rayu sambil membuat muka comel dengan berdiri di depan tangga menghalang anaknya jalan. heh


***seperti pernah kuceritakan kisah ini


Kesimpulannya, akhirnya perubatan dipilih bagi memenuhi hasrat ibu bapa. 

Keypointnya di sini adalah ibu bapa. Jadi walaupun bertentangan dengan hasrat diri, dan harus bekerja bertahun-tahun dengan kerajaan, namun apabila kita memilih untuk mentaati ibu bapa, pasti ada keberkahannya. Sama ada sekarang atau nanti di waktu hadapan, pasti ada berkahnya, dan hasrat saya di atas, dipermudahkanNya insyaAllah. 


Maka itulah yang selama ini dipegang. Keberkahan. Dan kini, tinggal setahun lagu untuk menamatkan pelajaran, insyaAllah.. 


-----
Em. Jauh tersasar sudah. Niat asal nak bercerita tentang pengalaman di bagian Anak --'
Kembali ke pangkal jalan.

Antara kekaguman saya di sini, pastilah apabila melihat ibu bapa patient yang sangaaaat penyabar. Benarlah, Allah tidak akan menguji kita dengan sesuatu melainkan kita mampu menghadapinya.


Ibu bapa yang bersengkang mata menjaga anaknya yang sangat kecil; yang berselirat dengan wayar di dalam incubator, yang tenang melayan kerenah anaknya yang autisme, yang melayan anaknya dengan gangguan afektif sehingga sering mengamuk, yang mempunyai kelainan jantung bawaan TT
Belum pernah lagi bertemu ibu bapa yang memarahi anaknya, kerana pasti mereka tahu anak mereka tidak meminta untuk sakit sebegitu...


Jika ibu bapa mereka boleh bersabar melayani kerenah mereka selama 24 jam, apalah salahnya kita yang bertemu mereka cuma sebentar juga melakukan yang sama.


Kelmarin di subdivisi Neuropediatri, ada seorang patient autism. Sangat susah untuk memeriksanya kerana dia tak mahu. Puas dipujuk, tetap tidak mahu. Tetapi mahu atau tidak, tetap harus memeriksanya TT)!!
Melekat pada ibunya tidak mahu mencecah katil. Punyalah susah, sampaikan dia menyorok bawah katil. Teman-teman lain semua dah give up dan hanya melihat sambil mentertawakan saya (seenaknya aja lho)


Akhirnya setelah lama dipujuk dengan mainan, dengan ugutan, dan macam-macam, akhirnya dia rela membiarkan diri diperiksa. Tiba-tiba saja dia naik kembali ke atas katil. Malah, apabila selesai mengambil tekanan darah, diambil lagi untuk kali kedua sebab patient tu suka tengok cuff tu mengembang >_<'


Hari itu di poliklinik sangat memenatkan akibat ramainya patient. Namun saya sangat gembira bertemu mereka :)

Perkara itu saya kongsi dengan seorang sahabat.

"Best kan jumpa patient? Walaupun penat macammana pun, tak rasa nak marah pun patient kan?"



Soalan itu dibalas dengan muka pelik. ^^"?


"**** geleng-geleng je tengok kak ana tadi. Kitorang pun dah tak tahu macam mana nak buat dah. Tak larat dah"


"......"


Nampaknya perasaan saya tidak dikongsi oleh semua orang :)


"... dan sesiapa yang menjaga keselamatan hidup seorang manusia, maka seolah-olah dia telah menjaga keselamatan hidup manusia seluruhnya...." (Al-Maidah : 32)


Jadilah doktor yang terbaik buat pesakit kita.  



ps: Fitnah bagi seorang wanita sangat hebat di akhir zaman ini... dan kita maklum ada hukum tentang wanita yang bermusafir tanpa mahram dsb. Allahul musta'an... Apapun saya tetap berpendapat tempat utama bagi seorang wanita adalah di rumahnya. Charity starts at home. Bagaimana saya mahu mencapainya? Allahul musta'an!


pps: Setiap kali berjumpa patient, insyaAllah kita mendapat pahala menziarahi pesakit. Alhamdulillah.


ppps: Bukan semua benda dapat kita capai serta-merta. Kadang-kadang harus melalui proses yang panjang. Namun buatlah dengan yang terbaik dengan apa yang kita mampu. Bertaqwalah kepada Allah dengan semampu kita. Allah itu tidak sekali-kali zalim malah Maha Adil dan Bijaksana. Jangan disebabkan sesuatu itu bukan yang kita sukai, kita melakukan sewenangnya dan sambil lewa. Iman akan lebih sempurna dengan ihsan T_T (terasa bagai ditumbuk dengan kata-kata sendiri)


pppps: Semoga di bulan penuh berkah ini dipermudahkan untuk memperbaiki segala kekurangan diri. Tetapkan niat, biiznillah. Doakan saya.


Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Beautiful girl



You wanna walk into the room like that other girl does
The one that’s always making everybody fall in love
You see…girl you’re a lot like me.
She rearranges all the light in the room so you’re always in the
shadows,
Well that’s what it feels like to you…
I’ve been there too.
And I know how much it can sometimes hurt,
You feel like the whole world has made you the ugly girl.
Take it from me that you have to see it first.

So before you trade in your summer skin for those high heeled shoes,
To make him want to be with you.
Let me remind you one more time…
That just maybe, you’re beautiful but you just cant see.
So why don’t you trust me,
They’ll see it too you beautiful girl you

You wanna lay the blame on somebody else,
All these tiny little minds that leave you up on a shelf.
Well okay, I’ve seen it done that way.
Just in case nobody ever comes through,
Riding in to come to your rescue.
You still have a chance,
You don’t have to be asked to dance.
I know how much you’ve been dying to say,
Look how much everybody loves me.
Guess who gets left when everyone else fades away

So before you trade in your summer skin for those high heeled shoes,
To make him want to be with you.
Let me remind you one more time…
That just maybe, you’re beautiful but you just can’t see.
So why don’t you trust me
They’ll see it too you beautiful girl you




Everyone was born beautiful... and the most beautiful thing of all is having a beautiful heart.
Sometimes we put too much focus on something that is so superficial that we don't appreciate things that lay underneath.


Love yourself because you are beautiful 
Respect yourself because you are not like other women, if you are the women of faith..


:)


Reminder for the soul

“Aku hairan dengan orang yang mengetahui kematian, tapi mengapa ia masih tertawa;

Aku hairan dengan orang yang tahu bahawa dunia adalah sementara, tapi mengapa ia sangat mencintainya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui semua urusan telah ditakdirkan, tapi mengapa ia takut kehilangan;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui bahwa hisab adalah suatu kepastian, tapi mengapa ia tetap mengum
pulkan harta dan menghitung-hitungnya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui panasnya api neraka, tapi mengapa ia tetap berbuat dosa;

Aku hairan dengan orang yang mengaku mengenal Allah, tapi mengapa ia meminta tolong kepada selain-Nya;

Aku hairan kepada orang yang mengaku mengetahui kenikmatan syurga, tapi mengapa ia merasa hidup tenang di dunia;

Dan aku hairan kepada orang yang mengetahui syaitan adalah musuhnya, tapi mengapa ia mentaatinya.”

Uthman bin Affan Radhiyallahu anhu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masa umpama pedang