Assalamualaikum!
A cheery greeting after such a long hiatus...
Yes, after being such a drama queen in my last post, I can now say that alhamdulillah, we've past the hardest stages, being the first trimester...alhamdulillah.
...and yes, that means I am pregnant even though I was worried 'coz my tummy wasn't getting big --"
I am now 18 weeks along... but we don't know yet if it's a boy or a girl..... waiting for my next antenatal checkup tomorrow ^_^ hopefully we can find out.
Sometimes, it just hits me how my life has changed so fast, and how far my single years seem now.
How finding out I was pregnant was such a blessing because I did have my doubts, since I had close relatives who were unable to conceive, or had to wait so long to get an offspring... Although I do doubt that it's mainly because of inadequate nutrition, wallahua'lam... only Allah knows best.
Anyhow, my days in surgery posting are almost coming to an end. Tomorrow I'm having my final exams, OSCE. There are 9 stations, but we only have to enter 3. Make dua for me, please?
I feel like my writings have become rustic. I've only been writing about what's been happening in my life, post-BM. Like my blog has become a marriage blog >.<
But I guess that's okay, because life is after all our biggest tarbiyah. Whatever Allah puts us through, He will always make us prevail... As long as we remain steadfast and have complete trust in him...
Ramadhan's coming soon... Let's increase our momentum for this once in year ibadah marathon...
My first Ramadhan as a wife and final one before becoming a mother.
May Allah ease everything....
p/s: My sister and two of my sisters-in-law are pregnant too! SubhanaLlah.. That makes four of us.
My father is gonna be sooo happy^_^
My sister's having a boy. Hopefully my curiosity will end tomorrow!
Until next time insya Allah, truthfully I have so much to write about... but everything has it's time and place. ;)
Have a nice day, filled with His barakah and love~
Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~
We found out the night before I went to Garut.
We were almost completely sure about an hour before I left.
-Yes, that's where I am now, though I do return every weekend.-
and we confirmed it the next week at a clinic after a daurah I went to.
(eventhough technically, the same test is done in the early stages)
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
Sesungguhnya orang-orang yg mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dgn mengatakan: "Janganlah kamu takut & janganlah merasa sedih; & gembirakanlah mereka dgn jannah yg telah dijanjikan Allah kepadamu".
Keimanan kita sentiasa akan diuji.
Dan aku yang mengaku Allah sebagai Tuhan dan Muhammad sebagai nabi dan utusanNya, pasti akan diuji tentang kesaksian itu kan?
Sebetulnya Garut adalah tempat terakhir yang aku mahu pergi. Tapi rasa hati kuat mengatakan memang Allah akan campak aku jauh-jauh... dan memang terbukti benar. Apapun, mungkin inilah cara Allah mengabulkan doa agar memberikan aku tempat yang terbaik. Siapalah kita untuk menguji tiap keputusan Sang Pencipta bukan?
5 minggu, atau efektifnya 4 minggu di sana, moga ada kebaikannya di sana. Yakin, Allah bersama sangkaan para hambaNya...
Sebelum ini, gusar juga apabila Allah terlalu mudah mengkabulkan doa, mempermudah bermacam urusan dunia dan akhirat. Bukan tidak bersyukur, cuma bimbang, ianya kerana Allah tidak suka mendengar permintaan hambaNya ini dan terus kabulkan :S
Begitulah para sahabat radiyallahu anhum ajmain.
Saat tiada kesukaran dan kesusahan dalam hidup mereka, mereka malah menangis... kerana takut Allah sudah tidak mencintai mereka, lantas tidak lagi membebani mereka dengan ujian...
Padahal kita, menangis berhari-hari kerana ujian yang Allah timpakan...
Masih jauh kita daripada mereka... dan aku, lebih jauh lagi.
Dekatkanlah aku kepada mereka ya Allah!
Titipkanlah doa buat saya, ya?
Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~
Khabab datang menemui Rasulullah Saw. yang sedang beribadah di Ka'bah. Ia mengadukan ketidakmampuannya menghadapi penyiksaan yang bertubi-tubi : "Wahai Rasulullah, bukankah kita berada di atas kebenaran?! Lalu mengapa Allah tidak segera memberikan kemenangan? Khabab mendesak Rasulullah untuk segera berdo'a kepada Allah, meminta kemenangan.
Membaca kisah ini buat kali pertama, memang membuat hati kita tersentap.
Berapa kali kita merintih dan berdoa meminta sesuatu kepada Allah, namun Allah menangguhkan permintaan kita?
Dan seberapa besar sangatkah masalah kita apabila dibandingkan dengan ujian yang menimpa orang-orang yang telah mendahului kita?
Benarlah kata Rasulullah... kita sering tergesa-gesa.
Kita menyangka iman kita sudah cukup mantap, lalu kita marah apabila permintaan kita tidak langsung dikabulkan.
Kita marah kepada Allah dan bersangka macam-macam, sedang kita lupa bahawa Allah lah sebaik-baik Perancang.
Sedikit penjelasan tentang hadith di atas;
"Dalam menjelaskan hadith tersebut, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengungkapkan, (hadith) ini merupakan isyarat perihal wajibnya bersabar kala menghadapi ujian dalam menunaikan agama.
(Syarhu Shahih Al-Bukhari, 9/356)
Sesungguhnya sikap sabar kepada Dzat Allah dalam menghadapi cobaan merupakan salah satu sebab (seseorang) masuk syurga, kerana sesungguhnya makna ayat (dari surat Al-Baqarah: 214) yaitu bersabarlah kalian hingga kalian masuk surga."
(Tafsir Al-Qur’an Al-Karim)
Bak kata omputih, "Rome wasn't built in a day..."
Sifat sabar itu suatu kewajipan buat seorang muslim... Untuk membina suatu bangunan pun mustahil dapat dibina dalam masa sehari bukan ?
Dan sekecil mana pun permintaan dan kemahuan kita, ingatlah dan tanamkanlah dalam hati...yang berhak untuk menunaikannya hanyalah Allah Ar-Razzaq..
Kewajipan kita hanyalah berikhtiar... Dan selanjutnya, kita serahkan kepada Allah, yang sudah pasti membagi-bagikan rezekiNya kepada setiap makhlukNya... Siapalah kita untuk mempersoalkan Allah yang mentadbir seluruh alam ini, yang Maha Berdiri Sendiri... ?
Jadi tanamkanlah kekuatan sabar dalam diri kita. Menjaga hati kita dengan sentiasa mengekalkan segala sangkaan yang baik terhadap Allah... Dan dari hati yang bersih dan sentiasa positif itu lahirlah semua yang positif insyaAllah...
Hanya dengan begitulah baru memungkinkan kemenangan dalam dakwah... Islam pasti... Pasti menang di akhirnya... Pengakhiran yang kita tidak tahu kapan munculnya...
Sedikit perkongsian dari karya Al-Munthalaq- Ahmad Rasyid
"Untuk menyelesaikan permasalahan dunia Islam pada hari ini, tidak perlu kepada berpindahnya bilangan yang besar dari mereka yang lalai dan menyeleweng kepada berpegang teguh dengan Islam..tetapi apa yang diperlukan adalah MENYEDARKAN mereka yang sudah pun berpegang dengan Islam, membangkitkan KESUNGGUHAN mereka dan memperkenalkan mereka kepada jalan amal dan fiqh dakwah.Masih ramai dari kalangan orang-orang mukmin, bilangan mereka sudah mencukupi untuk menegakkan kebaikan yang kita cita-citakan, tetapi dengan syarat apabila mereka mengenali TAJARRUD, zuhud terhadap dunia, menjauhkan diri dari fitnah, sabar atas segala mehnah dan memahami seni memimpin ummat"
Namun kemenangan itu datang dari jiwa yang kuat... Dan masakan jiwa yg teguh itu didapatkan jika usaha mendapatkan sabar itu kita tidak usahakan.
Maka apa saja mehnah yang menimpa kita dalam kehidupan ini, tidak mungkin tidak Allah menyelitkan tidak sedikit hikmah dan kebaikan di sebaliknya... Begitulah tanda kecintaan Allah kepada kita.
Terkadang kesempurnaan itu kita terlalu sering kejar... Sehinggakan kita lupa bahawa kita juga manusia. Kita ada kelemahan, kita punya kekurangan...
Dan sebenarnya dari kelemahan-kelemahan kita itulah Allah mahu mendidik kita.
Yakinlah...Bersabarlah... Dan teguhkanlah hatimu. Setiap sesuatu ada waktunya. :)
Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian. Di saat ia totalitas dalam berdoa, tapi ia belum melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab putus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan seseorang karena keyakinannya bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat bagi dirinya. Ia yakin bahwa dengan ujian itu, Allah ingin melihat tingkatan kesabaran dan keimanannya. Ia yakin bahwa dengan keadaan itu, Allah menghendaki hatinya menjadi luruh dan pasrah kepada-Nya. Atau, boleh jadi melalui ujian itu, Allah menghendaki dirinya untuk lebih banyak lagi berdoa sehingga ia lebih dekat lagi dengan-Nya melalui doa-doanya.
(Shaidul Khatir)
(Shaidul Khatir)
Wallahua'lam. Segalanya kembali kepada persoalan dan kualiti iman dalam diri kita...
Jagalah Allah, jagalah Islam, jagalah iman dalam diri, insyaAllah semua pengakhirannya baik-baik belaka.
Tetap semangatlah wahai pemuda!
Dulu, sebelum memulakan clinical di Bandung dan mendapat tahu ada sahabat rapat yang bakal berkahwin, sejujurnya saya (kami sebenarnya) sangat marah kepada lelaki itu. Bukan marah sebenarnya, geram mungkin kerana dia bakal 'mencuri' sahabat itu dari kami...
Dan ketika saya memberitahu orang yang saya bakal menikah juga, adalah seorang dua yang memberikan respons yang sama... >.~
Pada waktu itu saya cuma mengatakan, (lebih kurang, tetapi inilah yang ingin saya sampaikan sebenarnya)
Walaupun saya sudah menikah, itu tetap tidak merubah apa-apa... Saya masih orang yang sama... saya masih ada di dunia ini belum ke alam lain lagi><... dan walaupun mungkin ada beberapa perubahan dalam hidup, ukhwah kita tidak berubah hanya disebabkan status yang berubah itu...
Dan sememangnya, setelah nikah pun rutin hidup tidak berubah terlalu banyak... Jika sibuk menjadi alasan kurang bertemu dengan sahabat-sahabat dan adik-adik, sibuk itu memang biasa ada dalam hidup hatta sebelum nikah pun. Beberapa kali perancangan terpaksa dibatalkan hanya kerana jadual koas yang tidak memungkinkan.
Hmm.. untuk apa saya tulis ni sebenarnya..errr
Apa yang ingin saya sampaikan, hidup tidaklah berbeza mana... cumanya sahabat-sahabat mengusik dengan memanggil saya 'Puan' er masih terasa aneh dengan panggilan itu. he. Selain itu, apa yang saya rutinkan sebelumnya tetap saya cuba kekalkan dan tambahkan mengikut kemampuan...
dan alhamdulillah suami juga memahami siapa saya dan memudahkan segalanya...
( saya sangat beruntung :D )
Mungkin saya menulis ini kerana merasakan orang lain yang berubah setelah status saya berubah. Ataupun mungkin kami cuma sama-sama sibuk dalam kehidupan ini... mungkin.
Doa saja yang dipanjatkan moga Allah menjaga semua orang yang saya sayang baik-baik... Menghebatkan mereka, walaupun saya kurang dapat berperanan secara aktif lagi.
Sungguh, antara kelemahan diri saya ialah kurang berbaik sangka dengan orang lain lebih-lebih lagi yang tidak saya kenali... dan saya rasa sangat tertampar dengan kisah seorang sahabat...
Yang mana pada suatu hari, Rasulullah mengatakan kepada para sahabatnya, 'Akan hadir di antara kalian seorang calon penghuni syurga...'
Para sahabat pun bertanya-tanya dalam hati, siapakah orang istimewa yang dimaksud Rasulullah ini?. Dengan rasa berdebar-debar mereka menunggu kedatangan orang tersebut. Semua mata memandang ke arah pintu.
Tidak berapa lama kemudian, seorang lelaki melenggang masuk masjid.
Para sahabat hairan, inikah orang yang dimaksud Rasulullah? Dia tak lebih dari seorang lelaki dari kaum ansar (orang kebanyakan). Dia tidak termasuk di antara sahabat utama. Dia juga bukan dari golongan tokoh Quraisy. Bahkan, tidak banyak yang mengenalnya. Pun, sejauh ini tak terdengar keistimewaan dia.
dan kejadian ini berulang sehingga tiga kali, sehinggakan salah seorang sahabat yang bersama Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ketika itu berasa panasaran (curious) dan akhirnya, dia berjumpa sahabat tersebut dan mengatakan bahawa ingin berziarah dan tidur di rumahnya... dan sahabat itu pun tidur di rumahnya selama tiga malam, namun tidak mendapatkan suatu keanehan pun. Tiada amalan hebat pada pandangannya yang baginya melayakkannya masuk ke dalam syurga...
Akhirnya, sahabat itu pun pun berterus terang akan maksudnya bermalam. Dia bercerita tentang pernyataan Rasulullah SAW. Kemudian dia bertanya,“Wahai sahabatku, sesungguhnya amalan istimewa apakah yang kau lakukan sehingga kau disebut salah satu calon penghuni syurga oleh Rasulullah? Tolong beritahu aku agar aku dapat mencontohimu”.
Lelaki itu menjawab,” Wahai sahabat, seperti yang kau lihat dalam kehidupan sehari-hariku. Aku adalah seorang muslim biasa dengan amalan biasa pula. Namun ada satu kebiasaanku yang boleh kuberitahukan padamu. Setiap menjelang tidur, aku berusaha membersihkan hatiku. Kumaafkan orang-orang yang menyakitiku dan buang semua iri, dengki, dendam dan perasaaan buruk kepada semua saudaraku sesama muslim. Hingga aku tidur dengan tenang dan hati bersih serta ikhlas. Barangkali itulah yang menyebabkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menyatakan demikian.”
Kadang-kadang, kita sangkakan bersangka baik itu suatu yang simple. Namun amal yang kecil itu boleh menjadi amal yang sangat besar, hanya kerana keikhlasan kita... dan begitulah contoh di atas.
Moga saya dapat bersihkan hati saya dan sentiasaaa menanamkan sangka baik sesama saudaraku.
Sememangnya ini susah, apatah lagi hati perempuan begitu halus...
T_____T
Allahu~~~~ doakan saya...
.
p/s: Hari ini genap sebulan berumahtangga. Alhamdulillah. Moga rumahtangga kami sentiasa diberkati Allah, dan perkahwinan ini menghebatkan kami sebagai seorang hamba dan khalifah di muka bumi Allah ini.
Ya Allah, Engkau permudahkanlah segalanya...
*maaf masih mode menulis tentang RT , ini entry curhat sebenarnya,hu. Apapun, tanamkan kuat-kuat dalam hati, apa saja aturan Allah itu pasti yang terbaik!
(walaupun terpaksa dicampak family medicine di tempat yang jauh selama sebulan, .................... )
Betapa lemahnya saya.... Hanya Allahlah sumber kekuatan sebenar.
Maka, rapatkanlah diri dengan Allah... supaya dalam apa keadaan sekalipun, kita sentiasa merasakan ianya sebagai suatu cara Allah menzahirkan kasih sayangnya... dengan memberikan ujian sebanyak-banyaknya......
insyaAllah!
Wassalam~ :)
Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~
Ibn 'Uthaymeen:
"Marry a religious woman. She will neither abuse your right nor reveal your secret and she will take care of your property and your child in the best way." (Sharh al-Bukhari, Nikah, 2)
Ya Allah, please, make me a religious woman......
T_T
~~~~(teringin untuk menulis tentang isteri vs dakwah vs futur(?) ) Moga diizinkan.~~~~
Bismillah.
Alhamdulillah, setinggi-tinggi syukur dipanjatkan kepada Allah atas segala kurniaanNya. Terasa sungguh kerdil diri ini berbanding segala kekuasaanNya... Sungguh, Allah Maha Pemurah, tidak pernah putus-putus mengurniakan nikmat dan rezeki walaupun makhluknya masih jauh daripada jalan yang diredhaiNya...
Sudah hampir sebulan hidup dengan gelaran isteri. Sungguh, tidak susah menjadi isteri kepada suami yang satu itu :) Alhamdulillah bi ni'matihi tatimmussolihat~! Moga redha Allah sentiasa ada dalam perjalanan kami, dengan niat yang sentiasa dan sentiasa diperbaharui kerana dan hanya keranaNya... dan moga Allah menjadikan kami suami isteri yang soleh dan solehah.. ameen...
Agak panjang mukadimah ye.
Tulisan kali ini, saya rasakan agak penting untuk disentuh.
Nikah feverrrr aka bahasa gaul Indonesia, G.A.L.A.U.
Kita tengok dulu ya definisi galau apa sebenarnya?
ga·lau - kacau tidak keruan (pikiran), gundah
Namun biasanya apabila digunakan dalam bahasa seharian di Indonesia, sering dikaitkan dengan rasa galau disebabkan jantina yang berlainan, keinginan untuk menikah. Lebih kurang.
Biasanya begitulah. Apabila ada perkahwinan di kalangan senior-senior, maka setiap kali itulah muncul nikah fever ini... hu.
Di Bandung ada beberapa sahabat perjuangan yang sudah menikah juga, bahkan lebih lama usia perkahwinan mereka. Dan memang kami ada berbincang sesama akhwat, tentang fenomena yang mula muncul ini. Sehinggakan muncul rasa bimbang apabila merasakan ianya sudah agak berlebihan di saat mungkin belum tiba masa yang tepat untuk mula memikirkan tentang urusan ini...
Suami juga ada menyebutkan perkara yang sama, bahawa ikhwan akhwat sekarang sudah terlalu galau, hingga setiap perkara ingin dikaitkan dengan perkahwinan...
Sekiranya kita mengetahui... pernikahan itu adalah sesuatu yang sangat suci, dan nikah merupakan mitsaqan ghaliza (perkataan yang berat) sehinggakan kita tak mungkin membicarakannya dan memikirkannya melainkan dengan persiapan yang selayaknya, dengan bekal yang secukupnya.
Sememangnya, diri ini juga pernah menghadapi saat-saat itu pastinya:) namun kini sudah mendapat ubatnya..
Apapun, betapa pentingnya pernikahan itu kepada dunia dan akhirat kita, sehinggakan persiapan sebelumnya harus kita persiapkan sebaiknya...
Dan saya khususkan tulisan ini buat muslimah-muslimah, akhwat-akhwat, adik-adik di sana.
Pasti, kita inginkan sosok lelaki yang boleh menjadi pembimbing kita, kita dambakan ikhwah yang hebat untuk memayungi perjalanan kita di dunia ini (wah)...
Namun...
Sebagaimana pula persiapan kita untuk menjadi akhwat dambaan yang tidak pantas untuk ditolak oleh ikhwah di luar sana? Ya, persiapan diri kita... Itu yang lebih dan paling penting...
Bagaimana aurat kita...
Sudahkan dijaga sebaiknya dan bebas dari segala tabarruj jahiliyah...
Aurat seorang muslimah itu, jumhur mengatakan seluruh tubuh kecuali muka dan tapak tangan...
dan bukanlah sekadar pakaian, namun percakapan, intonasi, dan boleh saya katakan secara ringkas, semuanyalah tentang diri kita. Saat kita mula keluar rumah, syaitan sudah menghiasi kita. +.+
Bagaimana pergaulan kita.
Sudah kita menjaga sebaiknya pergaulan dengan lelaki ajnabi baik lelaki itu sekadar teman sekuliah, adik junior, abang senior tempat kita meminta nasihat (T______T ini parah)
Sudahkah wahai akhwat solehah, kita menjaga maruah diri kita sebagai seorang wanita sebaiknya dengan penuh hati-hati? Kerana syaitan tidak pernah menggoda kita dengan main-main melainkan dengan penuh kesungguhan... Setiap gurauan, setiap senyum yang kita lontarkan... dan ini sama juga buah ikhwah..
Saya kira, bercakap dengan lelaki dan perempuan itu memang berbeza, dan naluri kita kadang-kadang tertarik untuk lebih sering mencari lelaki... Kerana itu Allah menyuruh kita bernikah sekiranya mampu, dan jika tidak, berpuasalah. Bersabarlah menanti saat Allah memberikan pendamping buat anda, menjadi teman baik untuk mendengar segala permasalahan anda.
Tidak cemburukah kita dengan bidadari di syurga yang diri mereka sangaaat terjaga, dan segala keindahan mereka disimpan kelak untuk yang selayaknya mendapatnya di syurga kelak?
Sibukkanlah dirimu
Sebelum tiba masa yang ditentukan itu, wahai muslimah solehah... sibukkanlah dirimu dengan perkara-perkara yang bermanfaat untuk akhiratmu..
Sibukkanlah diri dengan pelajaran, dengan dakwah, dengan segala isu yang melanda umat Islam sekarang...
Biar diri kita tidak disibukkan dengan diri kita. Kerana siapalah kita? Bukan siapa-siapa.
Tetapi biar kita disibukkan oleh hal-hal besar, yang dapat membina diri kita sebagai muslimah yang mendambakan gelar solehah :)
Sibukkanlah diri kita dengan usrah, dengan dakwah, dengan ilmu, dengan tarbiyah, dengan keluarga, dengan akhwat yang lain. Biar kita menjadi muslimah hebat.
Dan nikah itu bukan untuk diri kita, tetapi untuk Allah, untuk ummah.
Masih ingat kisah Ummu Sulaym? Hebatnya beliau, hinggakan kesemua anaknya menjadi hafiz al-Quran... anaknya Anas bin Malik diserahkan kepada Rasulullah yang akhirnya menjadi periwayat hadith yang terkemuka...
Masih ingat wanita solehah, yang kalimah toyibahnya didengari khalifah Umar Al-Khattab, yang akhirnya menikahkan wanita itu dengan anaknya... dan dari keturunan mereka lahirlah khalifah Umar bin Abdul Aziz...
Subhanallah, sangat hebat wanita-wanita ini.
Dan kita sudah sangat jauh daripada mereka....
Tidakkah kita ingin mencontohi mereka? Cemburu dengan kesolehan mereka...
Syurga itu sudah dijanjikan buat sahabah dan sahabiyah...
Radhiyallahu anhum waradhu anh.
Allah redha kepada mereka dan mereka redha kepada Allah dan dirakamkan dalam al-Quran...
Kita, kesudahan kita masih belum pasti.
Bahkan, untuk mengatakan kita masih bernafas pun belum tentu.. apatah lagi hari-hari seterusnya.....
Sedikit perkongsian dari sahabiyah yang mengikuti k-Fiqh wanita;
"Wanita mesti jadi seperti pohon tauhid (laailaahailallah), apabila mantap tauhidnya inshaAllah iakan menjadi dahan yang akan dipaut...
Mempunyai pegangan yang kukuh, inshaAllah akan dapat melahirkan dan membangunkan agama, keluarga, dan masyarakat..
Untuk menjadikan pohon tauhid, wanita perlu:
1. Ilmu pengetahuan,
2. Istiqamah
3. Tazkiyatunnafs (penyucian hati/ diri), jauh dari sifat-sifat mazmumah dan hiasi diri dengan sifat-sifat mahmudah."
Moga Allah memberikan kita iman yang mantap!
Moga Allah mengurniakan kita istiqamah dan memudahkan jalan kita ke syurgaNya...
Moga Allah mempermudahkan segala urusan kita...
Moga kita termasuk golongan orang yang diredhaiNya...
"Wahai isteri-isteri nabi, kamu bukanlah seperti perempuan-perempuan lain... seandainya kamu bertaqwa."
Surah Al-Ahzab, ayat 32 :
Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~
"Kepastian hanya pada Allah. Tetapi Allah telah memberi kita sesuatu yang tiada pada makhluk lain, akal, untuk kita memilih jalan, untuk kita merancang untuk masa depan. Kita manusia mempunyai perancangan, Allah yang mempunyai kuasa untuk tentukan ia terjadi atau tidak. Kata Insya Allah adalah sebagai Kerendahan Hati seorang hamba sekaligus kesedaran pada kekuasaan tuhannya, bukan bongkak dengan perancangan yang diadakan."
Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~
"Barangsiapa memelihara ketaatan kepada Allah di waktu mudah dan masa kuat, maka Allah akan memelihara kekuatannya di saat tua dan lemah. Ia akan tetap diberi kekuatan pendengaran, penglihatan dan kemampuan berfikir serta kekuatan akal."
Ibnu Rejab
How to Be Consistent with your Habits
Arif. Farhana. His initial is the ending of my name, and mine the ending of his. I just noticed this. So if you want to make a twitter hashtag it doesn't matter who's name goes first.... (roll eyes)
Ok, such a random opening.
Yes, I am engaged to be married.
Who is my fiance? The person named above, obviously~
It's been approximately xxx days from the day we've been (formally) engaged. Formally? How about informally? That's just another story waiting to be told,(maybe not).
Harta apakah yang patut kita cari/miliki ?
Diriwayatkan oleh Tsaubaan ra yang berkata apabila turunnya ayat berkenaan (harta) perak dan emas maka para sahabat radiallahuanhum pun bertanya sesama mereka tentang harta apakah yang patut mereka miliki ? Umar ra pun berkata 'Aku akan mencari jawapannya untuk kalian lalu dia pun menaiki untanya dan bertemu dengan nabi SAW dan bertanya kepada baginda tentang harta apakah yang patut mereka miliki ? Baginda SAW pun menjawab : (لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا ، وَلِسَانًا ذَاكِرًا ، وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِينُ أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الْآخِرَةِ) Hendaklah kamu memiliki hati yang bersyukur, lisan yang berzikir (mengingati Allah) dan isteri mukminah yang membantu kalian di dalam urusan akhirat. [riwayat At-Tirmidzi]
Syukur itu lebih tinggi 'makam'nya berbanding sabar...
apabila bersyukur, kita akan sentiasa merasa cukup
ketenangan itu datang dari Dia
dan
dunia ini hanyalah perhiasan dan wanita solehah itu sebaik-baik perhiasan!
jom kejar tiga-tiga!
“ Medan bercakap tidak sama medan amal, manakala medan jihad tidak sama dengan medan amal , manakala medan jihad sebenar pula tidak sama dengan medan jihad yang salah..”
Imam Hassan Al-Banna
Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~
I read this quote on twitter
"Don't tell your problems to people: eighty percent don't care; and the other twenty percent are glad you have them."
Adakah kamu menyangka bahawa kamu akan masuk Syurga padahal belum lagi nyata kepada Allah orang-orang berjihad (yang berjuang dengan bersungguh-sungguh) di antara kamu, dan (belum lagi) nyata orang-orang yang sabar (tabah dan cekal hati dalam perjuangannya)? 3:142
Mahukan syurga? Ayuh bermujahadah:)Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~
Bila meminta kesembuhan
dan mencari ketenangan...
mintalah dari Allah
bukan kawan
bukan buayafriend atau gelifriend
tetapi dari Dia
tak tahukah kita banyak dari fikiran kita adalah fatamorgana?
bila kita memikirkan kebaikan itu datang dari manusia
sedangkan
semuanya dari Allah
semuanya
lalu mengapa engkau masih mencari redha manusia?
sedangkan cintaNya yang wajib kau kejar?
p/s: hurt
Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~
“Seorang mukmin memadukan antara ihsan(amalan yang baik) dan rasa takut(kalau amalnya tidak diterima). Adapun seorang munafik memadukan antara perbuatan jelek dan perasaan aman dari adzab Allah.”
![]() |
| malulahh~ |
Isn't Allah enough for us? Hasn't He fulfilled all our needs?
Assalamualaikum.... Terasa nak mencoretkan sesuatu di sini.
Saat untuk mentidakserabutkan keserabutan di kepala. Menulis itu terapi... Kadang-kadang kepala membuak-buak meminta untuk disalurkan ke mana-mana. Nah, silalah salurkan sepuasnya.
Terbaca satu blog tadi tentang dakwah seorang doktor. Ya, seorang doktor itu mempunyai peluang dakwah yang tinggi! Kerana merekalah orang yang dipercayai oleh pesakit.. Faktor percaya itu ada. Jadi, dakwah sangat mudah dilakukan.
Namun setelah beberapa bulan mula clinical ni, saya rasa boleh dihitung dengan jari berapa kali saya berusaha memberi 'sesuatu' kepada pasien dan keluarga. Paling pun, memujuk mereka supaya bersabar dan berfikiran positif, melayan mereka dengan santun.
(Janganlah sesekali menganggap pasien ni sesuatu yang menyusahkan... Pasienlah yang mencuri masa tidur kita, disebabkan pasienlah kita hilang waktu bersama keluarga dan teman... hmm... Memang itu tugas doktor kan? Dan seseorang itu tidak pernah meminta untuk sakit. Sedangkan, daripada merekalah kita dapat banyak belajar. Manalah taknya doktor yang baru lulus asyik kena marah, kalau sikap sewaktu clinical begini. Kemudian kita marah kenapalah MO-MO ini sangat kejam? Oh...)
Berbalik kepada topik, disebabkan orang sekeliling kita juga jarang buat sesuatu, bila kita nak mulakan, pasti agak kekok. Tapi mengapa malu kalau membawa kebaikan kan? :) Jadi harus lebih semangat lepasni.
Biar kita yang mempengaruhi orang^^ Masakan doktor mahu ikut-ikutan aja orang lain kan?
Cumanya.. pernah tak alami, bila kita berusaha 'sampaikan' sesuatu, pihak yang menerima mengatakan 'baik ustazah' atau perkataan yang sama waktu dengannya? Oh bunyinya seperti memerli bukan? Ish. Spoil betul.
Sakit hati dan macam-macam lagi... hoho. Mungkin harus dikoreksi sedikit hatinya... Karena kita beramal bukan untuk manusia lain. tapi kerana Allah... Jadi mengapa harus terasa dengan suara-suara nakal orang lain? Tak coollah. Dah buat kebaikan, lupakan saja amal tersebut. Pasti ada makhluk yang mengingat dan mencatat:) dan pasti, DIA yang Melihat.
Bagaikan kita sedang menghadapi ujian praktikal... Setiap gerak-geri kita waktu itu diperhatikan oleh penguji! Kita buat, buat dan buat, dokter tick, tick dan tick. Kadang-kadang, kalau salah, kena tolak markah. Kadang-kadang, tak ditolak cuma tak dapat markah je. Akhir sekali, dihitung totalnya. Lulus ga ya?
Terkadang markah akhirnya kita tak dapat tahu pun...
Sebegitu jugalah kita dan kehidupan kita... Ujian untuk melihat siapa yang paling baik amalnya. Namun bezanya, setiap kebaikan yang dibuat, dibalas berganda-ganda.. Kesalahan yang satu, dosanya ya itu, cuma satu. Boleh lagi nak hilangkan dengan taubat, amal soleh, sedekah. Banyak...
Atas Rahmat Allah juga, sekelip mata boleh diampunkanNya, barangkali atas amalan kita yang ikhlas disisiNya atau apa saja kehendakNya....
'Hidup di dunia ini memang dijadikan untuk susah. Dunia ini fatrah kita bekerja dan nanti di akhirat baru masanya kita bersenang lenang dengan apa yang telah kita kerjakan di dunia ini. Waktu tu, kita akan berehat panjang dan kekal dengan segala kesenangan dan kebahagiaan yang kita korbankan sekarang'
Kadang, kita terpaksa membuat pilihan yang bukan pilihan kita
Tiru blog adik. Rasa macam banyak je nak tulis, tapi masa mencemburui. cehh..
Sharing is caring :)
*yang ada Eh tu paling tak menahan*
Selamat membaca :)
Allah sayangkan kita.
Akar kasih.
Menanam kekuatan.
Satu masa itu.
Malam cuma malam.
Siang cuma malam.
Tangis cuma tangis.
Lara cuma lara.
Perit cuma perit.
Masa cuma masa.
Kalau satu hari nanti ada wira hadir,
Biar dia ubah semua.
Eh.
Nikmat menikmati
Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~
Ada masa gembira.
Ada masa sedih.
Carilah orang untuk menggembirakan dan mengembalikan senyum ke bibir kita...
Tiada rasa sedih bagi orang beriman kerana sentiasa yakin dengan Rabbnya.
:)
"Sesungguhnya orang-orang yang menegaskan keyakinannya dengan barkata: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap teguh di atas jalan yang betul (beristiqamah) akan turunlah malaikat kepada mereka dari masa ke semasa (dengan memberi ilham): "Janganlah kamu bimbang (daripada berlakunya kejadian yang tidak baik terhadap kamu) serta janganlah kamu sedih hati, dan bergembiralah kamu dengan Syurga yang telah dijanjikan kepadamu" [al-Quran: al-Fussilat:30]
p/s: One of my favorite ayah..
Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~
*tajuk post sangatlah tak original
Salam alayk..
Saya kini berada di rotasi Ilmu Kesehatan Anak.
Alhamdulillah, sangat menyenangkan :)
![]() |
| what's up doc? |
Saya sangat menyukai pediatri... tetapi tak tahu jika sanggup atau tidak memberikan komitmen untuk meneruskan pelajaran ke peringkat spesialis dalam bidang ini (biiznillah setelah lulus sebagai dokter) dan mengorbankan sebahagian kehidupan yang lain. Cita-cita terbesar saya setakat ini adalah untuk menjadi suri rumah :D
-----
Beberapa tahun sebelum ini ada berbincang dengan beberapa orang yang lebih tua dan berpengalaman kerana dah 'terlanjur' mengambil medic dan 'terlanjur' juga mendapat biasiswa JPA. Akibatnya, mahu ataupun tidak, perjanjian sudah diikat untuk bekerja dengan kerajaan selama 10 tahun. Dan jika meneruskan ke peringkat spesialis, pasti akan ditambah lagi (T_T)!!
Pada waktu itu, kalau ikutkan kata hati, tidak mahu meneruskan mengambil medic walaupun sudah hampir pasti mendapat tawaran. Semuanya setelah mengikuti program 'attachment' di hospital yang diwajibkan oleh bakal penaja. Pada masa itu saya merasakan, menjadi seorang doktor sangatlah tak ada 'life'! dan majoriti doktor yang ditemui pada waktu itu mengatakan 'tak payahlah jadi doktor, nanti tak ada masa kat rumah, bla3'... meskipun ada seorang dua yang memberi kata-kata yang positif.
Teringat kata-kata seorang doktor pada waktu itu yang lebih kurang begini 'while studying medicine, you are going to do a lot of soul searching.. because you really need to have a sense of purpose if you want to be doctor.' Mana taknya, menjadi doktor itu seolah-seolah seluruh kehidupan kita didedikasikan buat patient. Sibuk, tambah lagi kalau balik Malaysia mesti asyik kena marah, herdik lagi... Jika tiada keinginan dan motivasi, pasti kita akan lemah dan rasa tak bersemangat untuk menjadi doktor. Menjadi doktor itu bukanlah mudah! Satu kesilapan kecil, yang mendapat padahnya adalah patient juga.
Memikirkan semua itu, seusai program tersebut saya memberitahu ayah; yang pastinya orang yang paling ingin melihat saya menjadi doktor; bahawa saya tak nak meneruskan hasrat untuk mengambil perubatan.
Puas ayah memujuk. Apabila tidak berjaya dengan kata-kata ("Analah satu-satunya harapan ayah untuk ada anak doktor..." *sambil buat suara kasihan) diteruskan lagi dengan pujuk rayu sambil membuat muka comel dengan berdiri di depan tangga menghalang anaknya jalan. heh
***seperti pernah kuceritakan kisah ini
Kesimpulannya, akhirnya perubatan dipilih bagi memenuhi hasrat ibu bapa.
Keypointnya di sini adalah ibu bapa. Jadi walaupun bertentangan dengan hasrat diri, dan harus bekerja bertahun-tahun dengan kerajaan, namun apabila kita memilih untuk mentaati ibu bapa, pasti ada keberkahannya. Sama ada sekarang atau nanti di waktu hadapan, pasti ada berkahnya, dan hasrat saya di atas, dipermudahkanNya insyaAllah.
Maka itulah yang selama ini dipegang. Keberkahan. Dan kini, tinggal setahun lagu untuk menamatkan pelajaran, insyaAllah..
-----
Em. Jauh tersasar sudah. Niat asal nak bercerita tentang pengalaman di bagian Anak --'
Kembali ke pangkal jalan.
Antara kekaguman saya di sini, pastilah apabila melihat ibu bapa patient yang sangaaaat penyabar. Benarlah, Allah tidak akan menguji kita dengan sesuatu melainkan kita mampu menghadapinya.
Ibu bapa yang bersengkang mata menjaga anaknya yang sangat kecil; yang berselirat dengan wayar di dalam incubator, yang tenang melayan kerenah anaknya yang autisme, yang melayan anaknya dengan gangguan afektif sehingga sering mengamuk, yang mempunyai kelainan jantung bawaan TT
Belum pernah lagi bertemu ibu bapa yang memarahi anaknya, kerana pasti mereka tahu anak mereka tidak meminta untuk sakit sebegitu...
Jika ibu bapa mereka boleh bersabar melayani kerenah mereka selama 24 jam, apalah salahnya kita yang bertemu mereka cuma sebentar juga melakukan yang sama.
Kelmarin di subdivisi Neuropediatri, ada seorang patient autism. Sangat susah untuk memeriksanya kerana dia tak mahu. Puas dipujuk, tetap tidak mahu. Tetapi mahu atau tidak, tetap harus memeriksanya TT)!!
Melekat pada ibunya tidak mahu mencecah katil. Punyalah susah, sampaikan dia menyorok bawah katil. Teman-teman lain semua dah give up dan hanya melihat sambil mentertawakan saya (seenaknya aja lho)
Akhirnya setelah lama dipujuk dengan mainan, dengan ugutan, dan macam-macam, akhirnya dia rela membiarkan diri diperiksa. Tiba-tiba saja dia naik kembali ke atas katil. Malah, apabila selesai mengambil tekanan darah, diambil lagi untuk kali kedua sebab patient tu suka tengok cuff tu mengembang >_<'
Hari itu di poliklinik sangat memenatkan akibat ramainya patient. Namun saya sangat gembira bertemu mereka :)
Perkara itu saya kongsi dengan seorang sahabat.
"Best kan jumpa patient? Walaupun penat macammana pun, tak rasa nak marah pun patient kan?"
Soalan itu dibalas dengan muka pelik. ^^"?
"**** geleng-geleng je tengok kak ana tadi. Kitorang pun dah tak tahu macam mana nak buat dah. Tak larat dah"
"......"
Nampaknya perasaan saya tidak dikongsi oleh semua orang :)
"... dan sesiapa yang menjaga keselamatan hidup seorang manusia, maka seolah-olah dia telah menjaga keselamatan hidup manusia seluruhnya...." (Al-Maidah : 32)
Jadilah doktor yang terbaik buat pesakit kita.
ps: Fitnah bagi seorang wanita sangat hebat di akhir zaman ini... dan kita maklum ada hukum tentang wanita yang bermusafir tanpa mahram dsb. Allahul musta'an... Apapun saya tetap berpendapat tempat utama bagi seorang wanita adalah di rumahnya. Charity starts at home. Bagaimana saya mahu mencapainya? Allahul musta'an!
pps: Setiap kali berjumpa patient, insyaAllah kita mendapat pahala menziarahi pesakit. Alhamdulillah.
ppps: Bukan semua benda dapat kita capai serta-merta. Kadang-kadang harus melalui proses yang panjang. Namun buatlah dengan yang terbaik dengan apa yang kita mampu. Bertaqwalah kepada Allah dengan semampu kita. Allah itu tidak sekali-kali zalim malah Maha Adil dan Bijaksana. Jangan disebabkan sesuatu itu bukan yang kita sukai, kita melakukan sewenangnya dan sambil lewa. Iman akan lebih sempurna dengan ihsan T_T (terasa bagai ditumbuk dengan kata-kata sendiri)
pppps: Semoga di bulan penuh berkah ini dipermudahkan untuk memperbaiki segala kekurangan diri. Tetapkan niat, biiznillah. Doakan saya.
Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~
Everyone was born beautiful... and the most beautiful thing of all is having a beautiful heart.
Sometimes we put too much focus on something that is so superficial that we don't appreciate things that lay underneath.
Love yourself because you are beautiful
Respect yourself because you are not like other women, if you are the women of faith..
:)
Reminder for the soul
Aku hairan dengan orang yang tahu bahawa dunia adalah sementara, tapi mengapa ia sangat mencintainya;
Aku hairan dengan orang yang mengetahui semua urusan telah ditakdirkan, tapi mengapa ia takut kehilangan;
Aku hairan dengan orang yang mengetahui bahwa hisab adalah suatu kepastian, tapi mengapa ia tetap mengum
Aku hairan dengan orang yang mengetahui panasnya api neraka, tapi mengapa ia tetap berbuat dosa;
Aku hairan dengan orang yang mengaku mengenal Allah, tapi mengapa ia meminta tolong kepada selain-Nya;
Aku hairan kepada orang yang mengaku mengetahui kenikmatan syurga, tapi mengapa ia merasa hidup tenang di dunia;
Dan aku hairan kepada orang yang mengetahui syaitan adalah musuhnya, tapi mengapa ia mentaatinya.”
Uthman bin Affan Radhiyallahu anhu



.png)









