Lilypie First Birthday tickers
Showing posts with label daie. Show all posts
Showing posts with label daie. Show all posts

Sabar dan teguh

Khabab datang menemui Rasulullah Saw. yang sedang beribadah di Ka'bah. Ia mengadukan ketidakmampuannya menghadapi penyiksaan yang bertubi-tubi : "Wahai Rasulullah, bukankah kita berada di atas kebenaran?! Lalu mengapa Allah tidak segera memberikan kemenangan? Khabab mendesak Rasulullah untuk segera berdo'a kepada Allah, meminta kemenangan.


Mendengar keluhan Khabab, wajah Rasulullah memerah, beliau berkata: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman sebelum kalian, ada yang ditanam hidup-hidup separuh badannya, lalu kepalanya digergaji hingga terbelah menjadi dua bagian. Ada pula yang disisir kepalanya dengan sisir besi yang dipanggang dengan api, hingga tulang dan otot kepala mereka kelihatan, tapi hal itu tidak membuat mereka meninggalkan agama dan keyakinannya. Demi Allah, sungguh akan datang suatu masa di mana para pengendara bisa berjalan dari Shan'a ke Hadramaut, tidak merasakan takut selain pada Allah dan serigala yang akan menerkam gembalaannya, tapi kalian tergesa-gesa."


Membaca kisah ini buat kali pertama, memang membuat hati kita tersentap. 
Berapa kali kita merintih dan berdoa meminta sesuatu kepada Allah, namun Allah menangguhkan permintaan kita?
Dan seberapa besar sangatkah masalah kita apabila dibandingkan dengan ujian yang menimpa orang-orang yang telah mendahului kita?

Benarlah kata Rasulullah... kita sering tergesa-gesa.

Kita menyangka iman kita sudah cukup mantap, lalu kita marah apabila permintaan kita tidak langsung dikabulkan.
Kita marah kepada Allah dan bersangka macam-macam, sedang kita lupa bahawa Allah lah sebaik-baik Perancang.

Sedikit penjelasan tentang hadith di atas;

"Dalam menjelaskan hadith tersebut, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengungkapkan, (hadith) ini merupakan isyarat perihal wajibnya bersabar kala menghadapi ujian dalam menunaikan agama.
(Syarhu Shahih Al-Bukhari, 9/356)
Sesungguhnya sikap sabar kepada Dzat Allah dalam menghadapi cobaan merupakan salah satu sebab (seseorang) masuk syurga, kerana sesungguhnya makna ayat (dari surat Al-Baqarah: 214) yaitu bersabarlah kalian hingga kalian masuk surga."
(Tafsir Al-Qur’an Al-Karim)

Bak kata omputih, "Rome wasn't built in a day..."

Sifat sabar itu suatu kewajipan buat seorang muslim... Untuk membina suatu bangunan pun mustahil dapat dibina dalam masa sehari bukan ?

Dan sekecil mana pun permintaan dan kemahuan kita, ingatlah dan tanamkanlah dalam hati...yang berhak untuk menunaikannya hanyalah Allah Ar-Razzaq..

Kewajipan kita hanyalah berikhtiar... Dan selanjutnya, kita serahkan kepada Allah, yang sudah pasti membagi-bagikan rezekiNya kepada setiap makhlukNya... Siapalah kita untuk mempersoalkan Allah yang mentadbir seluruh alam ini, yang Maha Berdiri Sendiri... ?

Jadi tanamkanlah kekuatan sabar dalam diri kita. Menjaga hati kita dengan sentiasa mengekalkan segala sangkaan yang baik terhadap Allah... Dan dari hati yang bersih dan sentiasa positif itu lahirlah semua yang positif insyaAllah...

Hanya dengan begitulah baru memungkinkan kemenangan dalam dakwah... Islam pasti... Pasti menang di akhirnya... Pengakhiran yang kita tidak tahu kapan munculnya...

Sedikit perkongsian dari karya Al-Munthalaq- Ahmad Rasyid

"Untuk menyelesaikan permasalahan dunia Islam pada hari ini, tidak perlu kepada berpindahnya bilangan yang besar dari mereka yang lalai dan menyeleweng kepada berpegang teguh dengan Islam..tetapi apa yang diperlukan adalah MENYEDARKAN mereka yang sudah pun berpegang dengan Islam, membangkitkan KESUNGGUHAN mereka dan memperkenalkan mereka kepada jalan amal dan fiqh dakwah.Masih ramai dari kalangan orang-orang mukmin, bilangan mereka sudah mencukupi untuk menegakkan kebaikan yang kita cita-citakan, tetapi dengan syarat apabila mereka mengenali TAJARRUD, zuhud terhadap dunia, menjauhkan diri dari fitnah, sabar atas segala mehnah dan memahami seni memimpin ummat"


Namun kemenangan itu datang dari jiwa yang kuat... Dan masakan jiwa yg teguh itu didapatkan jika usaha mendapatkan sabar itu kita tidak usahakan.

Maka apa saja mehnah yang menimpa kita dalam kehidupan ini, tidak mungkin tidak Allah menyelitkan tidak sedikit hikmah dan kebaikan di sebaliknya... Begitulah tanda kecintaan Allah kepada kita.

Terkadang kesempurnaan itu kita terlalu sering kejar... Sehinggakan kita lupa bahawa kita juga manusia. Kita ada kelemahan, kita punya kekurangan...

Dan sebenarnya dari kelemahan-kelemahan kita itulah Allah mahu mendidik kita.

Yakinlah...Bersabarlah... Dan teguhkanlah hatimu. Setiap sesuatu ada waktunya. :)


Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian. Di saat ia totalitas dalam berdoa, tapi ia belum melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab putus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan seseorang karena keyakinannya bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat bagi dirinya. Ia yakin bahwa dengan ujian itu, Allah ingin melihat tingkatan kesabaran dan keimanannya. Ia yakin bahwa dengan keadaan itu, Allah menghendaki hatinya menjadi luruh dan pasrah kepada-Nya. Atau, boleh jadi melalui ujian itu, Allah menghendaki dirinya untuk lebih banyak lagi berdoa sehingga ia lebih dekat lagi dengan-Nya melalui doa-doanya.
(Shaidul Khatir)


Wallahua'lam. Segalanya kembali kepada persoalan dan kualiti iman dalam diri kita...
Jagalah Allah, jagalah Islam, jagalah iman dalam diri, insyaAllah semua pengakhirannya baik-baik belaka.

Tetap semangatlah wahai pemuda!

Tunjukkan Aku Jalan yang Lurus!


Kita semua adalah tholibul 'ilm dalam bidang masing-masing.

Kita yakin yang hanya Allah yang Maha Mengetahui segala-galanya.



IlmuNya mencakupi seluruh langit dan bumi, bahkan lebih~

Kebenaran itu boleh terletak pada sesiapa sahaja.



Namun pesan nabi, "Lihatlah dari siapa kalian mengambil ilmu,"

Jika jelas orang yang aqidahnya rosak, contoh yang jelas Syiah, kenapa masih mahu mengambil ilmu daripada mereka? Sedangkan kita mahu selamat. 



Namun bagi yang masih termasuk ahlus sunnah, seperti kata Syeikh Bin Baz(boleh rujuk sini), mereka yang boleh saja silap dan salah, tidak terhalang bagi kita untuk mengambil manfaat dari mereka selagi tidak bercanggah dengan syariat.

Kita memohon Allah menunjukkan kepada kita jalan yang lurus.

Terkadang, kita menyangka diri kita benar, sehingga orang lain mesti salah.

Itu adalah sikap yang tidak baik bagi seorang muslim.

Kita mungkin benar, namun orang lain tidak semestinya salah!


Bukalah mata dan hati untuk benar-benar mencari yang terbaik. 


Jalan yang lurus.

tunjukkan aku jalan yang lurus ya ALlah~!
(kredit kepada pemilik gambar)


Jika dari awal sudah ada pandangan dan pemikiran serta stigma, buanglah dan cuba jernihkan kembali...


(tanpa menolak kepentingan berhati-hati dengan setiap perkara yang kita lakukan... bukankah ini taqwa?)

Seek first to understand, then to be understood.
Latih diri untuk mendengar, dan cuba mendengar apa inti daripada setiap pembicaraan.

Keimanan kita harus diuji.

Jika kita tidak mampu menjawab persoalan asas tentang agama kita, itu tanda iman kita bagai iman orang Quraisy yang sekadar mengikuti agama nenek moyang. Agama tradisi. Jangan~ Kenalilah Islam. Fahamilah Islam :)

(Namun kadang-kadang, dalam sebuah perbincangan, kita menyangka kita berada di pihak yang benar hanya kerana soalan kita tidak dijawab oleh sebelah pihak lagi. Sedangkan diam itu pada pandangan saya ada dua, diam orang jahil yang tidak tahu, dan diam orang 'alim dan berfikrah yang bijak menilai saat bila harus bercakap, dan saat bila harus diam. ^_^)

Apapun, fikirkanlah kembali apa sebenarnya niat kita, jika di pengakhirannya siapa yang benar atau salah yang muncul di fikiran, bukan APA yang benar dan apa yang salah.

Ingatlah kembali sahabat Huzaifah Al-Yamani, yang sering bertanya nabi sallallahu 'alaihi wasallam tentang apa itu keburukan, supaya dia tidak terjerumus ke dalamnya.

If we don't have a torchlight, we're more prone to fall into a well, no? :)
Prevention is better than cure~



Ini hanya pandangan saya sahaja... Harap ditegur jika salah ^_^



Allahua'lam.

p/s: Naiklah bersama kami! bak kata -langit ilahi- *sweet*

Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Business for life~


''Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. Janji kebenaran dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Alquran. Siapakah yang lebih menepati janjinya, daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan besar.'' (QS At-Taubah: 111).


Bergembiralah dengan jual beli anda! :-)

Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

Ia datang dari diri kamu sendiri


Alhamdulillah~

Bersyukur diri ini diberi kesempatan untuk terus hidup dalam iman dan Islam.
Mengecapi berbagai nikmat yang tak pernah putus daripada Allah yang Maha Pemberi.

Bagaimana nak mulakan penulisan ni ye? Saya pun tak pasti...

Macam-macam perkara difikirkan. Melihat apa yang berlaku dalam dunia kita sekarang, lebih banyak yang menyakitkan daripada yang menggembirakan.

Mengapa manusia sering lari daripada Tuhan?
Satu persoalan yang sering difikirkan.
Bermacam-macam teori, bermacam-macam sebab boleh dinukilkan...
Tapi ini yang dapat diberikan.

IA DATANG DARI DIRI KAMU SENDIRI

Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada perang Uhud) padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat pada musuh-musuhmu (pada perang Badar) kamu berkata, "Dari mana datangnya kekalahan ini?" Katakanlah,
"Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri”
(Ali Imran: 165)


Di saat melihat kemungkaran berlaku di sekeliling kita, apakah sikap kita terhadapnya?

Benci? Tak kisah sebab bukan kita yang buat? Tak ada perasaan?

"Aku pun banyak sangat buat dosa. Dah nama manusia mesti ada buat silap. Tapi sekurang-kurangnya aku masih ada rasa malu terhadap dosa yang aku lakukan. Tak adalah aku nak tunjuk kat orang dosa yang aku buat. At least aku tak adalah teruk macam apa yang korang buat"

Cuba kita lihat tulisan di atas dan kira berapa banyak 'aku' yang ada.

Wallahua'lam... keikhlasan seseorang manusia itu hanya Allah yang mengetahui. Namun apabila bercakap dengan manusia, nabi mengajar kita supaya bercakap sesuai dengan kadar akal seseorang...supaya dia faham apa yang disampaikan. Bukan kita yang faham tapi dia terpinga-pinga!


" Berbicaralah kepada manusia menurut kadar akal mereka"
hadis riwayat Muslim

Siapa yang kita nak tegur sebenarnya? Adakah sikap kita dalam menegur tu kerana sebab sayang, ataupun untuk menonjolkan kelebihan diri kita sendiri? Atau sekadar menampakkan kita lebih baik daripada orang di sekeliling kita? Supaya kita dikenali sebagai 'budak baik' di kalangan teman-teman?

Jika beginilah sikap kita, saya tidak hairan melihat apa yang berlaku di sekeliling kita sekarang. Mengapa manusia makin lama makin lupa asal usul dan hakikat diri.
Mengapa? Sebab orang menyampah dengan kita!

"Aku tak suka la mamat/minah tu. Ingat dia baik sangat. Aku tahulah aku jahat, dia macam nak tunjuk kat semua orang aku jahat n dia seorang je baik. Pastu sikit-sikit nak tunjuk dia je betul. Biarlah aku nak buat apa pun. Ada aku kacau hidup dia ke?????"

Komunikasi yang bersifat 'negatif', akhirnya mendapat balasan yang 'negatif' juga.

Ini hakikat yang kita kena terima...
Kenapa orang menjauh daripada kita? Kerana mereka tak suka dengan kita. Simple.

Sepanjang umur saya yang masih setahun jagung ni, dah bermacam-macam karakter yang dijumpai, dan semuanya mempengaruhi pemikiran diri ini. Dan salah satunya adalah sikap sinis dan skeptik pada orang-orang 'agama'. Sikap dan pemikiran yang lahir dari berbagai sebab dari persekitaran mereka yang akhirnya membentuk mereka menjadi diri mereka sekarang.

Yakinlah, walaupun kelihatan seseorang itu jahat mana sekalipun, belum tentu kedudukan mereka di sisi Allah lebih rendah dan hina daripada kita. Mungkin sahaja amal yang mereka lakukan lebih bernilai di sisi Tuhan...kerana mereka ikhlas, sedangkan kita?

Alhamdulillah, sepanjang kehidupan saya, saya diberikan sahabat-sahabat yang baik, walaupun kelihatan mereka seperti gila-gila, lupa diri dan macam-macam lagi, namun hati mereka baik. Orang luar sering berfikiran yang bukan-bukan, tapi tanggungjawab mereka pada Tuhan tidak pernah diabaikan. Rasa sayang yang lahir kerana mereka tidak pernah menghukum sebarang perbuatan buruk yang dilakukan, sebaliknya pandai melihat kepada situasi, dan bertindak sesuai dengan apa yang boleh diterima oleh orang tersebut. Mungkin sahaja mereka merupakan daie yang lebih baik daripada kita...

Cumanya disebabkan oleh skepticism tersebut, mereka jadi takut untuk lebih dekat pada agama, untuk mengenal Tuhan kerana sikap sesetengah daripada kita yang sungguh negatif terhadap mereka. Mereka menjadi tawar hati, menjadi benci. Dan semuanya lahir daripada silap kita sendiri...

 

Dan umat tiap-tiap Rasul tidak berpecah belah dan berselisihan (dalam menjalankan agama Allah) melainkan setelah sampai kepada mereka ajaran-ajaran yang memberi mereka mengetahui (apa yang disuruh dan apa yang dilarang); berlakunya (perselisihan yang demikian) semata-mata kerana hasad dengki sesama sendiri. Dan kalaulah tidak kerana telah terdahulu kalimah ketetapan dari Tuhanmu (untuk menangguhkan hukuman) hingga ke suatu masa yang tertentu, tentulah dijatuhkan hukuman azab dengan serta-merta kepada mereka. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberikan Allah mewarisi Kitab agama kemudian daripada mereka, berada dalam keadaan syak yang menggelisahkan terhadap Kitab itu.
surah asy-Syuraa (42) ayat 14
 
di sini disertakan sebuah video yang boleh dikongsi bersama berkenaan ayat di atas:



 
Semoga kita menjadi manusia yang lebih berhikmah dalam menjalankan tugas kita sebagai khalifah dan daie di muka bumi.

Kebenaran yang kita perjuangkan itu bukanlah milik kita melainkan Tuhan yang Maha Esa.

Biarlah Islam yang kita perjuangkan, menjadi Islam yang kita amalkan.


Sesungguhnya akhlak Rasulullah SAW itu adalah al-Quran. Baginda bukan hanya menyampaikan al-Quran sehingga lengkap, tetapi Islam itu sendiri dapat dilihat daripada setiap tindakan yang dilakukan olehnya. Orang tertarik kepada Islam kerana akhlak baginda yang sempurna.



Sedih apabila dakwah yang dijalankan tak kesampaian? Usah khuatir, lihatlah kembali ke dalam diri kita, adakah akhlak kita mencerminkan apa yang kita mahu sampaikan. Ikhlaskan hati dalam menerima ujian, kerana ia merupakan didikan daripada Tuhan.

Kemudian setelah kita berusaha dan berikhtiar, bertawakkallah kepada Allah kerana hanya pada Dialah orang yang beriman bertawakkal pada segala sesuatu.
Segala urusan diserahkan kepadaNya...

Semoga kita digolongkan dalam golongan yang sentiasa memperbaiki kelemahan diri, mencontohi akhlak nabi, dan diletakkan dalam golongan yang mati dalam husnul khatimah.

Pengakhiran yang baik.

Dan dari setiap pengakhiran itu, pasti ada permulaannya.



Reminder for the soul

“Aku hairan dengan orang yang mengetahui kematian, tapi mengapa ia masih tertawa;

Aku hairan dengan orang yang tahu bahawa dunia adalah sementara, tapi mengapa ia sangat mencintainya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui semua urusan telah ditakdirkan, tapi mengapa ia takut kehilangan;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui bahwa hisab adalah suatu kepastian, tapi mengapa ia tetap mengum
pulkan harta dan menghitung-hitungnya;

Aku hairan dengan orang yang mengetahui panasnya api neraka, tapi mengapa ia tetap berbuat dosa;

Aku hairan dengan orang yang mengaku mengenal Allah, tapi mengapa ia meminta tolong kepada selain-Nya;

Aku hairan kepada orang yang mengaku mengetahui kenikmatan syurga, tapi mengapa ia merasa hidup tenang di dunia;

Dan aku hairan kepada orang yang mengetahui syaitan adalah musuhnya, tapi mengapa ia mentaatinya.”

Uthman bin Affan Radhiyallahu anhu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masa umpama pedang